Oleh-oleh dari milist sebelah,maaf jika ada yang pernah membaca.
Sosok yang memang menggugah dan memberi inspirasi bagi kita



salaMIK
-- belajarlah hingga ke ujung dunia
   bermainlah hingga ke ujung dunia



-----Original Message-----
>>From: "S. Hendriatiningsih" <[email protected]>
>>Date: Wed, 22 Dec 2010 09:46:54
>>To: <[email protected]>
>>Reply-To: [email protected]
>>Subject: Fw: [Dosen ITB] My Name is Khan
>>
>>
>>SHn
>>
>>
>>
>>Salman Khan (Sal Khan) bisa memasukkan nama Bill Gates sebagai salah satu
>>penggemarnya.
>>
>>Serius, ini Bill Gates orang terkaya di dunia.
>>
>>Khan bukan jawara Lembah Silikon, seperti Mark Zuckerberg yang menemukan
>>Facebook atau Andy Rubin yang membuat Google bangkit dengan Android. Khan
>>cuma seorang guru.
>>
>>Khan menghabiskan waktunya di sebuah bekas toilet mini yang ia sulap
>>menjadi studio rekaman sekaligus perpustakaan. Ruangan berukuran 1,5 x 2
>>meter itu adalah think thank yang dia sebut: bgC3. Di ruang sesak inilah
>>Khan menghabiskan waktunya bersama dua komputer, headphone di telinga,
>>kaus tidur dan piyama, menunggu siang sambil membaca buku atau membuat
>>video.
>>
>>Orang ini luar biasa, kata Gates dalam surelnya. Dia mengerjakan banyak
>>hal dengan sumber daya yang amat terbatas.
>>
>>Mengapa Khan begitu dikagumi Bill Gates? Gates dan anak laki-lakinya yang
>>berumur 11 tahun, Rory, terpana oleh video-video pendidikan bikinan Khan,
>>dari video aljabar sampai biologi. Yang membuat kagum Gates adalah sosok
>>Khan yang
>>meninggalkan dunia gemerlap sebagai manajer investasi beralih menjadi
>>guru yang mendidik jutaan orang lewat video Internet.
>>
>>Di kontrakannya yang sempit di Lembah Silikon itulah guru digital ini
>>membikin tutorial video. Hebatnya, semua itu dikerjakannya sendiri, mulai
>>dari menyusun materi, memvideokan, hingga menjadi guru sekaligus. Khan
>>sebenarnya adalah lulusan MBA (master business of administration)
>>Universitas Harvard. Dulu dia manajer keuangan. Tapi hidupnya kini dia
>>serahkan ke dunia pendidikan, yang dia sebut Khan Academy (
>>http://khanacademy.org/). Di Khan Academy itu, dia
>>adalah satu-satunya guru. Dia bisa mengajar apa saja, dari kalkulus,
>>trigonometri, kimia, fisika, biologi, sampai tentang perang Napoleon, dan
>>pelajaran ekonomi dari pabrik cupcake.
>>
>>Sejauh ini, dari bekas toilet itu, dia telah menciptakan 1.630 tutorial
>>dan ditonton oleh 70 ribu orang per hari. Angka itu nyaris dua kali lipat
>>jumlah mahasiswa Harvard plus Universitas Sanford. Jumlah pengunjung
>>tertinggi mencapai 200 ribu orang,kata Khan. Sebuah kesungguhan dan
>>ketulusan yang
>>membuat banyak orang iri, termasuk Bill Gates.
>>
>>Keindahan dari pengajaran Khan adalah konsistensi dia, ujar Gates.
>>
>>Seperti entrepreneur hebat lainnya, Khan terjun di dunia pendidikan tanpa
>>sengaja. Dia lahir dan besar di New Orleans. Khan putra imigran berdarah
>>Bangladesh dan India. Di bangku kuliah, Khan adalah bintang. Dia punya
>>tiga gelar dari universitas ternama di Amerika Serikat: MBA dari Harvard,
>>bachelor of science bidang matematika dari Massachusetts Institute of
>>Technology (MIT), serta bachelor dan master dari MIT untuk bidang
>>kelistrikan. Dia sempat menjadi presiden kelas di MIT.
>>
>>Khan jatuh cinta kepada kegiatan mengajar setelah ia menjadi guru
>>sukarelawan untuk anak-anak Brookline. Ini adalah anak-anak yang mengalami
>>sindrom attention deficit disorder, yang kesulitan memusatkan fokus
>>perhatian. Dia juga tersentuh
>>ketika keponakannya, yang kelas VII, bertanya soal konversi berat dalam
>>kilogram. Khan pun mulai membuat tutorial dengan menggunakan teknologi
>>yang sederhana. Ia hanya menggunakan software Yahoo Doodle dan Microsoft
>>Paint berteknologi rendah untuk membuat sketsa, dengan latar belakang
>>hitam dan garis-garis berwarna cerah dan persamaan ketika ia bekerja
>>melalui
>>penjelasannya. Video pertama yang ia buat adalah pelajaran mengonversi
>>gram untuk kilogram yang awalnya hanya ditujukan bagi sepupunya itu. Sejak
>>itulah kecanduan mengajar di sekolah online dimulai.
>>
>>Khan mulai membuat tutorial dengan menulis program JavaScript sendiri.
>>Dia bekerja di sela-sela waktu istirahatnya sebagai manajer investasi, di
>>antara waktu main bola. Lalu dia rekam dalam bentuk video dan diunggah ke
>>YouTube.
>>
>>Khan akhirnya benar-benar hidup untuk akademinya setelah mendapat
>>pesangon US$ 1 juta (Rp 9 miliar). Uang itu dia sebut Khan Capital, yang
>>digunakan untuk membiayai hidupnya dengan investasi. Khan berkukuh tak mau
>>mengkomersialkan
>>situsnya. Saya sudah punya dua mobil Honda, istri yang cantik dan anak
>>yang hebat, serta rumah, katanya.
>>
>>Tak ada sekat suku bangsa, ruang, apalagi teritorial. Baik yang ada di
>>ujung Samudra Atlantik hingga pedalaman Hutan Amazon, semua diajari Salman
>>Khan lewat sekolah dunia maya miliknya secara cuma-cuma.
>>
>>Bagi sebagian orang, matematika memang sudah seperti momok yang sulit
>>dimengerti, apalagi dikuasai. Perasaan yang sama dialami pula oleh seorang
>>bocah Korea berusia 11 tahun.
>>
>>Tapi, siapa sangka pelajaran yang selalu membuatnya stres tersebut
>>berbalik menjadi pelajaran favoritnya setelah ia membuka situs buatan
>>SalmAn Khan,
>>www.khanacademy.org.
>>
>>Tidak hanya anak dari Korea, sepasang orang tua di California, AS, tampak
>>tak kuasa meluapkan rasa senang atas kemajuan yang dilakukan anak mereka
>>dalam pelajaran aljabar.
>>
>>Saya tidak tahu siapa Anda. Tapi dalam pikiran saya, Anda adalah
>>penyelamat.
>>Anak-anak saya benar-benar bersemangat dengan matematikanya. Terima kasih
>>ucapnya di situs yang dikelola seorang pria yang baru menginjak usia 33
>>tahun.
>>
>>Khan tak pernah miskin dengan kebaikan. Sebab, pengusaha-pengusaha Lembah
>>Silikon pun membanjiri dia dengan donasi. Indonesia butuh orang-orang
>>baik budi dan tidak sombong seperti dia.
>>
>>
>>
>>
>>
>>_______________________________________________
>>Dosen mailing list
>>[email protected]
>>http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/dosen
>>
>



      

Kirim email ke