Dari milis sebelah, semoga dapat menginspirasi

AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone

-----Original Message-----
From: "Arief Kurniawan" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 25 Mar 2011 14:39:16 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [Elektro UNDIP] OOT: Mahasiswa Undip yang tahan banting

Dari yg saya tahu, sejak PIMNAS jamannya mas sandi '95 sampai saat berita yg 
terbit ini, mahasisa undip terkenal mahasiswa yg tahan banting.

Maju terus undip, semoga dapat menginspirasi para adik2 mahasiswa elektro.

http://m.kompas.com/news/read/data/2011.03.25.18511225

Kisah Duit "Cekak" dan Kostum Garuda...

JAKARTA, KOMPAS.com — Kesuksesan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Diponegoro 
(PSM Undip) meraih 3 emas dan 1 perak, serta juara umum pada 1st Vietnam 
International Choir Festival & Competition 2011 di Hoi An, Vietnam Tengah, 
15-19 Maret lalu, telah banyak diketahui masyarakat karena mendapat liputan 
media nasional di Tanah Air. Akan tetapi, sepertinya tak banyak yang tahu 
cerita di balik kesuksesan mereka itu. Berikut ini, seperti dituturkan I Nyoman 
Gurntha, Staf Fungsi Pensosbud KBRI Hanoi, yang sempat bercengkerama dengan 
beberapa anggota PSM Unpad:

Biasanya, kalau sebuah tim keluar sebagai pecundang dalam suatu pertandingan 
atau perlombaan, sudah pasti salah satu penyebab yang disebut-sebut adalah 
karena minimnya fasilitas dan dukungan dana sejak persiapan. Atau mungkin, ada 
lagi hal lain yang disebutkan agar kekalahan itu bisa diterima dan masuk akal.

Namun, tidak demikian halnya dengan tim PSM Undip. Semangat juang mereka memang 
luar biasa. Dedikasi mereka untuk mengharumkan kan nama almamater dan bangsa 
patut diacungi jempol. Ya, walaupun mereka bukan siapa-siapa sebelum berangkat 
ke arena festival internasional. Mereka hanya sekumpulan anak-anak muda yang 
tidak memiliki apa-apa, kecuali mimpi bisa mengikuti kompetisi internasional 
dan ingin mengharumkan nama Undip, juga Indonesia, seperti yang dikemukakan 
oleh Astrid, salah seorang anggota tim yang ikut berlomba di Vietnam.

”Kami tidak punya apa-apa. Kami biasa menggunakan ruang terbuka untuk tempat 
latihan. Bahkan, jika tempat tersebut digunakan oleh UKM lain, latihan di 
pinggir jalan pun jadi,” ujar Astrid.

”Dana jelas tidak ada. Kami kumpulkan sedikit demi sedikit dari hasil 
'mengamen', jual pakaian bekas, cari job sana-sini, donatur, dan dari kantong 
pribadi,” tuturnya.

Tidak hanya Undip. Ada 8 tim paduan suara lain dari Indonesia yang ikut ambil 
bagian pada festival itu. Tiga di antaranya, yaitu Taulud Serafim, Gita Swara, 
The London School, juga merebut medali. Ketiga tim itu masing-masing meraih 
satu medali emas.

Prestasi itu semakin lengkap setelah medali perak juga diraih oleh empat tim 
lainnya, yakni Vajra Gita Nusantara dan ACS Jakarta masing-masing 2 perak, 
Methodist 1 Youth Choir, dan Voice Art masing-masing 1 perak. Jadi, tim-tim 
asal Indonesia merebut 6 emas dan 7 perak pada festival itu.

Namun, berbeda dengan tim Undip, tim-tim lain itu mampu sampai di tempat 
kompetisi dan kembali ke daerah masing-masing menggunakan transportasi jalur 
udara. Sementara tim PSM Undip hanya mampu menggunakan jalur udara dari Jakarta 
ke Ho Chi Minh dan dari Ho Chi Minh ke Jakarta.

Berdasarkan cerita mereka, dari Ho Chi Minh-Hoi An pulang-pergi, tim itu 
menggunakan bus sewaan. Mereka juga tinggal di penginapan kelas ekonomi, bukan 
hotel berkelas. Bahkan, mereka juga harus segera pulang setelah lomba tanpa 
mengikuti pengumuman hasil lomba pada acara penutupan karena kantong sudah 
”cekak”.

”Tapi, Tuhan memang tidak pernah tidur. Dia memberikan hujan pada mereka yang 
menyiapkan ladangnya sehingga akhirnya dengan keterbatasan kami bisa pergi ke 
Vietnam. Kami satu-satunya tim yang menempuh perjalanan Ho Chi Minh - Hoi An 
pulang-pergi dengan bus selama 22 jam sekali jalan. Kami satu-satunya tim yang 
memilih paket akomodasi kelas ekonomi dua. Tapi, saya pribadi merasa senang 
menjalaninya, mungkin juga teman-teman yang lain sehingga perjalanan yang 
panjang jadi tidak terasa. Semua terasa menyenangkan,” kisah Astrid mengenang 
pengalamannya bersama 45 teman-temannya saat berada di Vietnam.

Bahkan, lanjut dia, saat kompetisi memperebutkan mahkota tertinggi festival, 
yaitu Grand Champion (Baca: Raih Juara, Nasib Undip Malah Terlunta), tim PSM 
Undip tampil hanya menggunakan kaus bekas berwarna biru tua. Meskipun demikian, 
mereka tampil all out, tanpa beban, ceria, dan penuh semangat.

”Lihat ini, Pak, baju kaus kami. Sebenarnya, di balik lambang Garuda ini ada 
logo organisasi. Karena kami tidak punya biaya untuk beli tambahan kostum, kami 
cari akal. Di atas logo itu kami tempeli lambang Garuda dan di belakang 
(punggung) kami tulis Indonesia,” celoteh Bode, dirigen PSM Undip sambil 
memperlihatkan dan membolak-balik kaus rekayasanya di Rumah Sakit Da Nang saat 
menunggu Febri.

Aral menguatkan motivasi

Sukses tim PSM Undip ternyata banyak mendapat halangan. Tidak hanya karena 
Febriyanto, komandan tim yang masuk rumah sakit, tetapi musibah lain juga 
mereka alami. Semasa persiapan, ada anggota tim yang terjatuh. Saat di Ho Chi 
Minh, mereka juga kehilangan uang bekalnya sebesar 1.000 dollar AS.

”Banyak halangan untuk bisa sampai di sini. Saat masa-masa latihan di 
Indonesia, anggota kami ada yang terjatuh. Di Ho Chi Minh kami kehilangan uang 
dan Febri masuk rumah sakit,” tutur Bode menjelang tengah malam sambil duduk 
lesehan bersama staf KJRI di lorong Rumah Sakit Da Nang, Sabtu (19/3/2011).

Meskipun demikian, mereka yang sejak semula bekerja sebagai sukarelawan untuk 
tim PSM Undip tidak mengendurkan semangatnya membantu Febri. Mereka bahkan 
menggali dukungan dana dan berhasil. Mereka justru memompa motivasi untuk terus 
semangat berlomba.

”Kami tetap bersyukur. Nyatanya, kami tetap bisa bertahan di Vietnam. Tetapi 
kami sedih, selama kompetisi ini, teman kami Febri harus dirawat di Rumah Sakit 
Da Nang dan sampai sekarang masih belum bisa berkumpul bersama kami di 
Indonesia. Sedih sekali dan saya menangis setiap mengingatnya. Sekarang kami 
semua sudah berada di Indonesia dengan selamat, tapi masih ada teman kami, 
Febriyanto, Dobe dan Dony yang masih tertinggal di Vietnam. Semoga Febri bisa 
cepat pulih dan dibawa pulang ke Tanah Air. Kami semua sayang dan merindukan 
mereka,” ujarnya.

”Kami juga terus menggalang dukungan untuk kesembuhan Febri dan mendoakan 
mereka. Kami di Semarang menggalang dana. Selain iuran, bantuan alumni dan 
kerabat, kami juga menggalang dana dari seluruh warga yang mungkin tidak 
mengenal Febri agar turut terketuk hatinya. Para alumni di Jakarta pun terus 
menggalakkan dukungan,” ujarnya.

Dana kini mulai terkumpul (Baca: Undip Fasilitasi "Gerakan Peduli Febri"). 
Hanya mungkin jumlahnya masih jauh dari angka yang harus didapat. Namun, tim 
PSM Unpad tetap yakin jumlah tersebut akan terus bertambah setiap harinya.

”Kami sudah kembali mengamen dan menjual pakaian bekas lagi. Saya yakin, dengan 
kesatuan hati dan semangat, pasti kami bisa membawa pulang Febri ke Tanah Air 
dalam keadaan sehat. Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan KBRI dan 
KJRI, serta masyarakat Indonesia di Vietnam kepada kami. Tanpa dukungan mereka 
sulit rasanya Febri bisa dipindahkan ke rumah sakit di Ho Chi Minh,” papar 
Astrid melalui surat elektronik.

AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone

------------------------------------

========================================================================
Milis Elektro UNDIP adalah wadah untuk silahturahmi dan informasi bagi alumnus 
dan mahasiswa S1 Teknik Elektro UNDIP. Member2 Milis ini diharapkan dapat 
saling memberikan informasi yang bermanfaat bagi teman-teman sehingga dapat 
memberikan kemajuan dan perkembangan bagi Teknik Elektro UNDIP.

Websites :
http://www.hmeundip.tk/
http://www.elektro.undip.ac.id/
http://www.labkom.info/

Group Email Addresses
[email protected] : Subscribe/Join
[email protected] : Unsubscribe
[email protected] : List owner
[email protected] : Post message
[email protected] : No email
[email protected] : Daily digest
[email protected] : Normal


HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK DIPERLUKAN SEWAKTU REPLY
========================================================================Yahoo! 
Groups Links





------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [email protected]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke