Dah terbukti, dah ada korbannya barusan.
Ulama2 non liberal Mungkin perlu introspeksi diri, perlu lebih smart terhadap 
teknologi. 

Tidak langsung klik link dari email, bisa saja isinya virus, worm, spam, or 
even .......... Video porno



AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone

-----Original Message-----
From: harry muryanto <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 7 Apr 2011 17:31:41 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [sma1bks] Andaikan Islam Liberal jadi Dasar Negara



mungkin karena pilar demokrasi yang ke4 (setelah eksekutif, legislatif dan 
yudikatif) yaitu media kurang berpihak pada ulama2 yang dianggap non liberal. :)
boleh dianggap gak ada media islam yang punya pengaruh besar. oplah media cetak 
islam belum besar, bagaimana dengan TV islam? gak ada. hak siar Global TV yang 
tadinya mao dijadiin TV islam juga malah jatuh ke tangan MNC Group. padahal 
kita 
tahu di era global seperti ini, faktor media sangat penting untuk membentuk 
opini publik.




________________________________
From: Dicky Kurniawan <[email protected]>
To: Milis SMUN 1 Bekasi <[email protected]>
Sent: Thu, April 7, 2011 7:10:33 PM
Subject: Re: [sma1bks] Andaikan Islam Liberal jadi Dasar Negara

  
Bukan tak pandai..tapi tak percaya diri, hingga perlu basis massa yang riuh 
rendah untuk memastikan posisinya...
it's only a transition

Dicky Kurniawan

Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From:  "sangbayu" <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Thu, 7 Apr 2011 12:08:36 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: [sma1bks] Andaikan Islam Liberal jadi Dasar Negara
  
Nampaknya ulama2 yg dianggap non-liberal kurang pandai dalam ranah politik ya 
mas ? Makin terpinggirkan dan dianggap usang....kenapa ya bs begitu ? 



Sent from my blackberry® 
powered by INDOSAT 

-----Original Message----- 
From: "Arief Kurniawan" <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Thu, 7 Apr 2011 12:00:42 
To: <[email protected]>; <[email protected]> 
Reply-To: [email protected] 
Subject: [sma1bks] Andaikan Islam Liberal jadi Dasar Negara 

Dikutip dari :

http://www.eramuslim.com/berita/analisa/islam-liberal-bisa-jadi-dasar-negara-indonesia-di-tahun-2014.htm


Islam Liberal Bisa Jadi Dasar Negara Indonesia Di Tahun 2014

Kamis, 07/04/2011 15:04 WIB

"Sekiraya penduduk negeri ini beriman dan bertaqwa, pasti kami bukakan pada 
mereka keberkahan-keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka 
mendustakan (ayat-ayat kami), maka Kami siksa mereka disebabkan apa yang mereka 
lakukan".(QS.7:96)

Satu-satunya Negara yang tidak jelas kelaminnya adalah Indonesia. Pertama ia 
tidak mau disebut negara sekular meskipun tidak menjalankan hukum Allah, tapi 
juga tidak mau disebut Negara agama meski agama kadang diboncengi untuk 
kepentingan politik.

Ahmadiyah yang digebuki orang tidak jelas, FPI yang disalahi. Rakyat yang minta 
membubarkan sekte sesat, tidak didengarkan. Tetapi, surat dari kongres dari 
Amerika untuk tidak membubarkan Ahmadi secepat kilat disambat.

Kalau begini dasar Negara kita Islam Liberal saja. Lebih terang dan pas. Tidak 
ada lagi nanti kasus “kekerasan agama”. Tidak ada lagi fitnah bagi umat muslim 
hanya karena bunyi dar..der..dor (baca: bom buku). Bahkan KPK tidak perlu lagi 
bekerja menggasak koruptor, karena penjara sudah penuh oleh aktivis muslim yang 
berkata Syariat Islam adalah harga mati. Nah, lebih baik bukan?

Menteri Agamanya Ulil Abshar Abdalla. Adnan Buyung Nasution didaulat di pos 
Kehakiman. Hendardi cukup jadi Jaksa Agung. Menteri Pendidikannya Syafi’i 
Ma’arif.

Ujian Nasionalnya kita ganti dari matematika menjadi Pluralisme Agama. Dari 
bahasa Indonesia menjadi berbeda-beda bahasa tapi menuju satu Tuhan yang sama.

Anak remaja tidak perlu lagi khawatir atas omelan orangtua, karena standar 
moral 
itu relatif. Benar menurut agama, belum tentu benar menurut statuta Indonesia. 
Bahkan yang mengklaim diri paling benar dicap pendusta.

Pemerintah tidak usah susah-susah mendirikan Sekolah Tinggi Agama, karena yang 
penting bagi masyaralat adalah menjadi orang baik. Kita ganti plang IAIN yang 
sudah liberal menjadi STM: Sekolah Tinggi Humanisme.

Nah kalau begitu, ongkos negara juga semakin berkurang. Karena intelejen tidak 
perlu mengawasi kemana para dai dan mubaligh pergi. Mereka sama-sama bisa duduk 
santai mengawasi dari balik kantor sambil minum kopi. Tinggal pencet remote 
dari 
layar kaca sudah bisa melihat da’i-da’i yang tidak lagi bicara ideologi.

Yang perempuan juga boleh merasa merdeka dari kewajiban menutup kepala. Julia 
Perez tidak perlu lagi membuat syariat baru lewat istiulah menjilbabkan hati. 
Ia 
hanya perlu sedikit capek untuk sowan ke kantor Nong Darol Mahmada dan membaca 
artikel Nong dengan syahdu: “Benarkah jilbab itu adalah syariat Islam?”

Atau kasus ketika Umar menjebloskan “istrinya” ke penjara karena berkelamin 
“dua”? Laki-laki penikmat sejenis seperti Ica, ketika Islam liberal menjadi 
dasar negara tidak usah turut ambil pusing. Homoseksual dan lesbianisme nanti 
sah-sah saja. Jargonnnya, sepeti kata “Ustadzah” Musdah Mulia: Allah tidak 
menilai seorang hamba dari orientasi seksualnya, tapi dari amalnya.

Para calon Nabi palsu? Akan diberikan kesempatan untuk lebar-lebar mengklaim 
dirinya sebagai juru selamat bangsa dan nabi penutup. Tak perlu sungkan apalagi 
tertutup. Seperti kata Ahmad Sahal, pentolan JIL, di Koran Tempo bahwa 
Rasulullah SAW tidak pernah menyuruh untuk membunuh nabi palsu, lagi pula 
Musailamah Al Kadzab itu diperangi karena memecah belah keutuhan umat, bukan 
perkara akidah. Jadi sombong betul MUI mengambil peran Tuhan.

Nah kalau sudah begini, Kebebasan menasbihkan diri menjadi Nabi palsu akan 
dijamin Undang-undang. Mereka akan disediakan lapak untuk bersabda bahwa 
dirinya 
bukan orang sembarangan.

Sekalipun ada Nabi palsu yang diperangi, hhsshh…tenang saja, akan hadir 
berbagai 
fihak yang membela sampai mati. Ia akan muncul sebagai konsultan nabi-nabi 
palsu 
di kemudian hari dengan menyatakan Nabi Muhammad SAW juga diperangi saat 
berdakwah. Ya persis apa kata Luthfi Asysyaukanie pengasong liberal di Mahkamah 
Konstitusi (MK) dengan menyamakan kasus Lia Eden dengan baginda Nabi.

Para pelacur juga dari sekarang mesti bersiap-siap untuk terkaget-kaget. Niat 
mereka untuk taubat ternyata batal hanya karena perzinahan jadi fatwa halal. 
Seperti pertanyaan Sumanto Al Qurthuby, “Apa bedanya pelacur dengan dosen? 
Dosen 
mencari makan dengan menjual ilmunya, pelacur mencari makan dengan menjual 
tubuhnya.”

Sebentar..sebentar.. sudah jelas kalau begini?

Beralasan

Berbagai pengasong ini sepertinya sudah menyiapkan Islam Liberal menjadi dasar 
Negara yang sah sesuai konstitusi. Amnesty Internasional bersama dengan 
beberapa 
lembaga swadaya masyarakat di Indonesia meminta pemerintah untuk segera 
mencabut 
Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor 3 Tahun 2008 dan Nomor 199 Tahun 2008, yang 
ditandatangani oleh Menteri Agama, Jaksa Agung dan Dalam Negeri, yang dinilai 
membatasi kegiatan-kegiatan Ahmadiyah dan menumbuh-kembangkan iklim yang 
mendukung kekerasan, ungkap mereka.

Ulil sudah necis sebagai ketua DPP Partai Demokrat. Ia merasa berhasil membuat 
pengaruh lewat daulat: “Bom buku yang ditujukan kepada saya pasti karena motif 
politik.” Rizal Malarangeng setali tiga uang. Senyum sumringahnya sudah ditebar 
dengan kuat. Aktifis Neolib dari Freedom Institute itu telah didaulat menjadi 
Ketua DPP Golkar dua tahun yang lewat.

Zuhairi Misrawi? Jangan tanya, dari dulu alumni Al Azhar tapi “kurang ajar” ini 
sudah dekat dengan Banteng Merah. Posisi Baitul Muslimin PDIP juga 
“diamanahkan” 
kepadanya. Ada lagi Burhanuddin Muhtadi, kalau ia tidak perlu masuk partai. 
Anak 
muda itu sudah pintar mengutak-atik politik di layar kaca.

Partai Islam di pinggiran Jakarta saja ada yang makai jasa institusinya: 
Lembaga 
Survey Indonesia. Sebuah Lembaga Quick Count yang sengaja diciptakan untuk 
menyuburkan Demokrasi Liberal di Nusantara lewat sentuhan dingin William 
Liddle, 
seorang Yahudi Liberal di Ohio.

Nah jadi barisan kelompok JIL ini sepertinya tinggal menunggu waktu saja untuk 
semakin mendekat ke pusat kuasa untuk membuat Indonesia lebih hancur lagi dari 
sekarang ini. Inilah demokrasi sistem yang diagung-agungkan sebagian umat Islam 
itu.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu 
mengikuti agama mereka. Katakanlah : Sesungguhnya petunjuk Allah itulah 
petunjuk 
(yang sebenarnya). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah 
pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan 
penolong bagimu.(QS. Al Baqarah 120)

AriefK 

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone

------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [email protected]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[email protected]! Groups Links


 

Kirim email ke