Surat Terbuka Pekerja PERTAMINA Kepada Presiden RI Tentang Pengelolaan Blok 
Offshore West Madura  

Sehubungan dengan akan berakhirnya  kontrak PSC-JOA Offshore West Madura pada 
tanggal 06 Mei 2011, Pekerja PERTAMINA dalam wadah Federasi Serikat Pekerja 
Pertamina Bersatu (FSPPB) menyampaikan harapan dan tuntutan kepada Negara 
melalui Bapak Presiden sebagai Kepala Pemerintahan agar Pengelolaan blok 
Offshore West Madura diserahkan sepenuhnya kepada PERTAMINA dengan pertimbangan 
dan alasan sebagai berikut :

1.    Bahwa kebijakan dan komitmen strategis Pemerintah untuk menjadikan 
PERTAMINA sebagai pemegang kedaulatan dan kemandirian (to play a key role) 
migas Indonesia sudah seharusnya ditunjukkan dengan mengamanatkan PERTAMINA 
sebagai pengelola blok strategis di Indonesia sebagaimana dimaksud LOI 
Pemerintah Indonesia – IMF tanggal 20 Januari 2000 article no. 82, PP 35/2004 
Pasal 5, PP 34/2005 Pasal 14 dan 28, serta UU 22/2001 Pasal 2, Pasal 3, dan 
Penjelasan Pasal 61.

2.    Bahwa pengelolaan blok Migas dengan potensi cadangan minyak sebesar 22,22 
juta barrel dan gas sebesar 219,8 BCFG akan mempercepat PERTAMINA menjadi 
Perusahaan yang ideal dan kuat dengan adanya keseimbangan pengelolaan sektor 
hulu dan hilir PERTAMINA yang merupakan strategi bisnis migas dunia.

3.    Bahwa Offshore West Madura adalah blok dengan kategori berisiko "sedang" 
sehingga Pekerja PERTAMINA memiliki kemampuan dan pengalaman teknis - 
menajerial yang lebih dari cukup untuk pengelolaan Blok dimaksud.

4.    Bahwa Pekerja PERTAMINA sangat sadar dan bangga akan kemampuannya untuk 
menjadi salah satu pilar bangsa yang berkontribusi untuk kemakmuran rakyat 
Indonesia sehingga mengelola blok Offshore West Madura akan semakin 
meningkatkan kinerjanya seperti yang dibuktikan dengan kemampuan PERTAMINA 
meningkatkan produksi sepanjang tahun termasuk lapangan-lapangan yang diakusisi 
seperti Offshore North West Java (22.000 vs 32.000 bopd), Tarakan Kaltim (4.300 
vs 5.400 bopd ), dan Limau Sumsel (6.000 vs 12.000 bopd).

5.    Dalam hal Pemerintah memandang perlu adanya kerja sama pengelolaan blok 
Offshore West Madura dimaksud dengan pihak lain, maka pemberian share sampai 
50persen dari 100persen PI (kepemilikan) awal PERTAMINA atas blok dimaksud 
kepada pihak lain akan mendapatkan dana segar sebesar USD 1 Milyard yang jauh 
lebih besar daripada memperpanjang kontrak KODECO & CNOOC yang hanya memberikan 
USD 10 Juta kepada Negara sebagai signature bonus.

6.    Pemberian pengelolaan blok migas kepada pihak lain berpotensi tidak akan 
meningkatkan produksi karena mendapatkan selembar kertas kontrak/konsesi cukup 
untuk mendongkrak nilai saham perusahaannya sehingga peningkatan volume 
produksi yang riil menjadi tidak penting dan pada akhirnya target sektor migas 
menjadi salah satu pilar perekonomian Indonesia akan menjadi tidak berarti.

7.    Aroma "permainan" sangat kental dalam penetapan pengelolaan blok Offshore 
West Madura ini karena BPMIGAS sebenarnya telah menetapkan PERTAMINA sebagai 
OPERATOR sesuai dengan suratnya nomor 238/BP00000/2003-S0 tanggal 05 Mei 2003, 
namun kenyataannya pihak lain yang menjalankan tugas sebagai operator sehingga 
perlu diinvestigasi lebih lanjut.

8.    Bahwa konstelasi yang berkembang dalam pengelolaan blok Offshore West 
Madura ini terindikasi mengarah kepada permainan bisnis yang kotor dan jauh 
dari semangat untuk memenuhi kepentingan/kemakmuran Rakyat Indonesia karena 
bagaimana mungkin ada perusahaan yang mau mengambil saham pemegang kontrak yang 
waktunya hanya tersisa dua bulan lagi (terminasi 06 Mei 2011) tanpa adanya 
janji-janji dari pihak tertentu.

Demikian usulan ini disampaikan kepada Bapak Presiden RI untuk dapat menjadi 
pertimbangan pengelolaan blok Offshore West Madura sepenuhnya kepada PERTAMINA 
(PI 100persen) sebagai bentuk komitmen terhadap kemandirian pengelolaan energi 
nasional dalam rangka membangun bangsa dan negara yang berdaulat dan kuat.

Melalui surat terbuka ini juga FSPPB menyampaikan terima kasih atas dukungan 
yang diberikan oleh begitu banyak LSM/ORNOP, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), 
Serikat Pekerja di Lingkungan Migas, Serikat Pekerja di Lingkungan BUMN, dan 
Lembaga/Kelompok Masyarakat/Profesional lainnya terhadap perjuangan penguasaan 
blok Offshore West Madura ini. 

FSPPB percaya bahwa bentuk dukungan nyata dari semua pihak akan bermanfaat dan 
perlu dikonsolidasikan lebih lanjut untuk menghadapi tantangan di masa 
mendatang.

Demikian surat terbuka ini disampaikan sebagai amanah organisasi FSPPB untuk 
mampu menjadi salah satu bagian terpenting yang peduli terhadap nasib bangsa 
dan senantiasa waspada terhadap pihak manapun yang hanya ingin mendapatkan 
keuntungan di atas kerugian negara.

Terima kasih atas perhatiannya.

Jakarta, 20 April 2011

Presiden,                                                      Ketua Tim Delapan

Ugan Gandar                                               Faisal Yusra

 
http://www.faisalyusra.com/index.php?option=com_content&task=view&id=104&Itemid=28




------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [email protected]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke