Sebuah potret dari dunia pendidikan kita?

Kurangnya penghargaan terhadap juara olimpiade, benarkah?

http://m.detik.com/read/2011/06/07/130541/1654769/10/kamil-juara-olimpiade-geologi-yang-ditolak-ptn

Kamil, Juara Olimpiade Geologi yang Ditolak PTN
Ken Yunita : detikNews
detikcom - Jakarta, Menjadi juara olimpiade geologi tingkat internasional, 
ternyata tidak menjamin lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia, 
Serpong, ini mulus meneruskan pendidikannya. Kamil Ismail ditolak untuk 
mengikuti SMPTN jalur undangan (dulu PMDK) oleh sejumlah PTN di Indonesia.

Mengapa peraih medali perak di International Earth Science Olympiad 2010 itu 
ditolak? Penyebabnya adalah sebuah aturan ranking.

Humas MAN Insan Cendekia Serpong, Deni Samsudin, bercerita, Kamil tidak bisa 
mengikuti jalur undangan itu karena prestasi akademik Kamil tidak memenuhi 
syarat yang ditentukan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

"Kuota di PTN mensyaratkan 75 persen ranking terbaik untuk jalur undangan. Nah 
Kamil ini berdasarkan ranking akademik tidak termasuk ranking di kelasnya," 
cerita Deni Samsudin saat berbincang dengan detikcom, Selasa (7/5/2011).

Meski tidak masuk ranking, kata Deni, Kamil tentu saja bukan siswa kurang 
pintar. Nilai-nilai Kamil sempat merosot karena anak pedagang pisang goreng di 
Ciawi, Jawa Barat, itu sibuk mengikuti pelatihan untuk persiapan olimpiade 
geologi, baik di UGM maupun ITB.

"Meski nggak ranking tapi nilainya dia tetap bagus, karena di sekolah kami itu 
kan kumpulan anak-anak pintar. Jadi nilainya mungkin saja lebih unggul dari 
anak-anak dari sekolah lain yang mendapat ranking bagus," kata Deni.

Pihak sekolah sebenarnya sudah mengusahakan agar Kamil, yang telah mengharumkan 
nama bangsa, mendapat 'kekhususan'. Namun usaha itu akhirnya mentok karena 
seluruh perguruan tinggi yang didatangi oleh sekolah tetap bersikukuh pada 
aturan yang ada.

"Mereka tetap bilang kalau aturannya memang seperti itu, mereka, para PTN itu 
malah meminta sekolah untuk mengubah ranking Kamil agar bisa memenuhi syarat. 
Namun tentu saja itu tidak dapat dilakukan karena itu akan menzalimi anak lain 
kan?" ujar Deni.

Karena berbagai ikthiar sudah dicoba dan sia-sia, mau tidak mau, Kamil harus 
menempuh SMPTN jalur reguler. Kamil harus 'berebut' dengan ratusan ribu siswa 
lulusan SLTA lainnya untuk mendapatkan satu bangku kuliah.

Menurut Deni, sebenarnya bukan masalah bagi Kamil untuk menempuh jalur reguler 
itu. Biasanya, siswa lulusan MAN Insan Cendekia Serpong berhasil lolos masuk ke 
perguruan tinggi karena memang mereka siswa-siswi terpilih.

"Seperti lulusan lainnya, Kamil juga ingin melanjutkan kuliah meski orang 
tuanya termasuk tidak mampu. Dia ingin bisa kuliah di Fakultas Geologi salah 
satu PTN di Indonesia," kata Deni.

Namun Deni sangat menyayangkan mengapa tidak ada kemudahan sedikit pun untuk 
siswa berprestasi seperti Kamil untuk meneruskan pendidikan dengan mudah. Deni 
berharap, ke depan, pemerintah dapat mengakomodir siswa-siswi yang telah 
berjuang untuk Indonesia.

"Kita sangat sayangkan mengapa tidak ada pintu untuk anak-anak seperti Kamil 
ini. Kita harap nanti ada, supaya ada penghargaan untuk anak-anak yang telah 
berjasa untuk bangsa ini," kata Deni.

Bisa jadi, bukan hanya Kamil yang mengalami nasib seperti ini. Di luar sana, 
mungkin banyak anak Indonesia yang pintar dan berprestasi namun bernasib kurang 
beruntung. Adakah yang bisa dilakukan Kemendiknas sebelum negeri tetangga 
"mencuri" mereka?
AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone

------------------------------------

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [email protected]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke