opini dari rekan mualaf - Gene Netto.
menarik utk disimak.

saya pribadi punya saudara dokter, kebetulan kuliah s/d pasca sarjana dan 
spesialisasinya adalah bagian immunologi dan alergi.
beliau menjelaskan dgn rinci masalah sistem imunitas tubuh, issue vaksinasi dan 
hal lain yg terkait.
vaksin relatif aman dan banyak sekali manfaatnya.
kalau ada kasus orang divaksin lalu terkena masalah, biasanya karena beberapa 
sebab berikut:
# alergi
# sedang tidak fit atau lagi sakit
# vaksinnya sudah kurang baik/rusak. baik rusak pd saat distribusi (terutama ke 
daerah terpencil, apalagi tidak ada sistem pendingin, tdk ada listrik, atau 
jalan kurang bagus sehingga terguncang, dsb).... atau kadaluarsa.
# kesalahan cara injeksi/pemberian vaksin. ini misal yg melakukan vaksinasi tdk 
mahir menginjeksi/menyuntik, salah takaran, dsb

konspirasi? mungkin ada, tapi tdk seheboh yg digembar-gemborkan. bahkan lebih 
tepat dibilang kasus malpraktek ketimbang konspirasi..
yaitu penjualan dan pemberian vaksin yg sudah expired atau rusak.
dulu ada 1-2 kasus seperti ini, tapi incidental (kalau tdk salah, terkait dgn 
vaksin flu burung).
ane lupa detailnya, namun bisa disearch ke internet atau media massa.

bagi umat Islam, yg jadi issue justru bukan konspirasi,
namun proses pembuatan vaksin yg memakai bahan yg tidak halal.
ini sebenarnya issue terbesar.
perlu kepedulian dari produsen, konsumen, pemerintah selaku regulator,
utk mendorong usaha penyediaan vaksin dgn proses dan bahan baku yg halal.

Walloohu a'lam bis-showab.
Best Regards and Wassalam,




Nugon


 
Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!


http://nugon19.multiply.com/journal


-=-=-=-

http://groups.yahoo.com/group/mualafindonesia/message/15946


Jangan Menolak Vaksinasi Untuk Utamakan ASI
 
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Saya dapat pesan dari teman tentang adanya suatu pertemuan untuk membahas 
penolakan atas vaksinasi difteri, karena mau diganti dengan pengobatan ASI 
saja. Setelah saya balas, dia memberitahu saya bahwa dia tidak sengaja kirim 
pesan itu ke saya, karena niatnya hanya mau dikirim ke teman2 dalam sebuah 
organisasi Islam besar, yang sudah mengetahui adanya konspirasi global terhadap 
ummat Islam. Katanya, saya belum punya ilmu tentang konspirasi global itu, jadi 
saya tidak akan bisa paham.
 
Saya mungkin saja tidak punya “ilmu tentang konspirasi global” itu (yang 
anehnya, bisa diketahui oleh ibu rumah tangga di Jakarta), tetapi alhamdulillah 
saya telah dikasih AKAL yang insya Allah sehat. Coba tinggalkan semua kebencian 
anda terhadap negara2 barat dan orang non-Muslim untuk sejenak, dan mulai 
berfikir dengan akal yang Allah memberikan kepada anda.
 
Program vaksinasi (atau imunisasi) punya sejarah singkat di negara2 barat. 
Belum ada 100 tahun dari semua program vaksinasi massal yang sudah menjadi umum 
sekarang. Sebelum ada program vaksinasi itu di negara barat, adanya PENYAKIT! 
Dalam beberapa kasus, puluhan ribu sampai ratusan ribu orang kena penyakit 
keras dan WAFAT dari penyakit tersebut. Bahkan, bisa sampai lebih dari SATU 
JUTA manusia wafat dalam waktu beberapa bulan saja. Oleh karena adanya 
pengalaman seperti itu di negara barat, program vaksinasi dimulai secara luas 
dan komprehensif dengan niat MENYELAMATKAN nyawa manusia sebanyak-banyaknya.
 
Anehnya sekarang, di kalangan ummat Islam, ada sebagian orang yang dengan tegas 
sudah menolak vaksinasi (dan semua bentuk pengobatan asal barat), dengan 
melontarkan segala macam tuduhan dan penghinaan (dan fitnah?) terhadap 
perusahaan kimia yang berasal dari barat, dan juga pemerintahnya. Kebencian 
seperti itu, tanpa dilandasi riset, fakta dan data, ditelan secara mentah oleh 
orang Muslim yang awam di Indonesia, yang sudah siap saja menerima dan ikut 
membenci negara-negara maju, yang kebetulan punya penduduk non-Muslim.
 
Zaman dulu, SEMUA bayi di negara barat dapat ASI saja dari ibunya. Zaman dulu 
di negara barat (khususnya sebelum Perang Dunia Kedua), mayoritas dari Ibu 
justru tidak kerja, karena dianggap kerjaan utama mereka adalah menjadi ibu 
rumah tangga. Setelah perang mulai, baru ada banyak ibu yang mulai kerja, 
karena kaum pria sedang berperang. Dan hal itu juga dilawan dengan keras oleh 
banyak pria yang merasa tidak benar kalau ibu-ibu boleh kerja, daripada berada 
di rumah untuk mengurus bayi dan anak (sebagai tugas utama mereka).
Tidak ada makanan bayi siap saji seperti yang berada sekarang di toko. Jadi 
bayi dapat ASI terus dari ibunya. Dan ternyata, penyakit banyak sekali, dan 
banyak anak yang menjadi KORBAN, walaupun dapat ASI setiap hari. Kok bisa?
 
Kalau bayi di barat sudah dapat ASI setiap hari, kenapa masih bisa kena 
penyakit? Dan kenapa puluhan ribu sampai ratusan ribu orang bisa WAFAT dalam 
waktu singkat? Ternyata, ASI tidak merupakan perlindungan terhadap segala macam 
penyakit di dunia. ASI memang baik dan benar untuk bayi, dan ada manfaatnya 
dari sisi penyakit karena kalau ibunya pernah kena penyakit X, maka masih ada 
antibodi X di dalam darahnya dan ASI-nya, dan antibodi itu akan memberikan 
perlindungan ringan terhadap seorang bayi untuk sementara. (Silahkan anda 
bertanya kepada DOKTER tentang antibodi dari ibu yang didapatkan bayi  lewat 
ASI, dan daya tahannya antibodi itu dalam jangka panjang).
 
Tetapi, penyakit yang ada di dunia ini sangat banyak, sangat keras dan sangat 
serius, jadi ASI saja tidak cukup sebagai perlindungan. Teman-teman kita yang 
mengatakan sebaliknya (bahwa ASI sudah cukup) rata-rata tidak mempunyai ilmu 
kedokteran sama sekali, dan hanya sebatas mengucapkan apa yang mereka dengar 
dari pihak lain, tanpa didukung oleh riset kedokteran. (Perlu diingat bahwa 
mereka tidak bicara atas nama riset baru yang berlawanan dengan ilmu kedokteran 
yang lama, tetapi sebatas bicara atas nama KONSPIRASI saja).
 
Jadi, saya sangat imbau kepada ummat Islam untuk tidak mendengarkan dan tidak 
menyebarkan informasi yang mengatakan ASI sudah cukup sebagai penggantinya 
vaksinasi, karena pemikiran seperti itu sama sekali tidak bermanfaat bagi masa 
depan ummat Islam. Jangan sampai setiap kali terjadi masalah kesehatan di sini, 
sebagian orang Muslim yang membenci negara barat dan orang non-Muslim berhasil 
memanfaatkan keadaan itu untuk menyebarkan kebencian terhadap ilmu kedokteran 
juga.
 
Saya pernah baca dan diberitahu tentang seseorang di Indonesia yang masuk Islam 
beberapa tahun yang lalu, dan kemudian mulai melakuan kegiatan seperti yang 
digambarkan di atas. Tanpa gelar kedokteran, atau latar belakang apapun di 
dunia medis, dia membaca informasi di situs2 konspirasi di internet, 
mempercayai semunya, dan mulai menyebarkan informasi itu di sini dengan 
mengatakan bahwa program vaksinasi diciptakan oleh negara barat (negara kafir) 
untuk membuat ummat Islam lemah dan MANDUL. Saat saya bertanya kenapa jumlah 
penduduk di Indonesia (dan di dunia) meningkat terus, dan malah dibuat program 
KB untuk menguranginya, maka tidak ada yang bisa menjawab. Pokoknya vaksinasi 
adalah bagian dari konspirasi global dari orang kafir untuk membuat ummat Islam 
lemah, rawan penyakit dan mandul. Titik. Tidak perlu berfikir dengan akal yang 
sehat. Cukup dengarkan dan yakini saja. Tidak perlu minta bukti, atau bertanya 
kepada dokter dan ilmuan. Tidak perlu
 dilakukan riset apapun. Cukup orang bicara saja, dan harus diyakini dan 
disebarkan. Karena tentu saja orang kafir di negara kafir ingin membuat orang 
Islam lemah dan mandul, dan caranya hanya bisa lewat vaksinasi. Anehnya, orang 
kafir itu juga memberikan vaksinasi yang sama kepada anak kandung mereka, 
tetapi mereka tidak menjadi lemah dan mandul. Kok bisa? Di mana akalnya orang 
Muslim yang bisa meyakini omong kosong seperti itu dan menyebarkan kepada yang 
lain?
 
Sesungguhnya sikap seperti ini hanya membuat ummat Islam bodoh. Ummat Islam 
bisa bangkit sekarang dan menjadi ummat yang berjaya sekali. Tetapi upaya dari 
orang Muslim yang membenci orang barat ini tidak akan membawa manfaat sama 
sekali. Kalau anaknya orang Muslim ini kena penyakit nanti, maka bisa dijamin 
akan muncul teori gila baru untuk menjelaskannya. Setelah vaksinasi 
ditinggalan, dan anak tetap kena penyakit karena ASI tidak memberikan 
perlindungan, tunggu saja teori gila yang terbaru: Anak sudah minum ASI tetapi 
masih kena penyakit? Pasti disebabkan Coca Cola. Atau McDonalds. Atau radiasi 
dari satelit Amerika. Atau radiasi dari tivi. Atau air aqua yang diberikan 
kimia. Atau dari pasta gigi. Atau kemasan susu sapi yang ada racunnya. Atau 
dari baju dan celana yang diberikan bahan radioaktif. Atau dari mobil yang 
mengeluarkan kimia dalam AC-nya. Atau dari pesawat Boeing yang semprot kimia di 
atas kepala kita. Atau dari pupuk buatan barat yang membuat
 makanan terkontaminasi. Dan seterusnya.
 
Kebencian mereka begitu besar, sehingga mereka dengan senang hati melepaskan 
akalnya dan menyebarkan ide-ide yang gila, yang seringkali juga berasal dari 
orang yang tidak jelas di internet, tanpa didukung oleh riset ilmiah sama 
sekali. Mereka bicara seolah-olah hanya mereka yang mempunyai ilmu yang benar 
(tentang adanya sebuah konspirasi) dan semua orang yang lain di dunia sedang 
ditipu dan tidak paham, termasuk para dokter dan ilmuan di negara2 barat. 
Tetapi dokter dan ilmuan itu bisa meraih Piagam Nobel karena riset dan ilmu 
mereka begitu berkualitas di atas yang lain. Sedangkan untuk teman2 kita yang 
sedang sibuk menyebarkan kebencian, pembohongan, dan fitnah terhadap orang 
non-Muslim, tanpa bisa membuktikan apapun, tanpa punya riset atau data yang 
bisa diperiksa, maka tidak usah menunggu mereka mendapatkan Piagam Nobel. Untuk 
lulus D1 dengan omong kosong seperti itu juga tidak bisa, apalagi dapat gelar 
dan prestasi yang lebih tinggi.
 
Mohon dipikirkan secara baik sebelum anda menyebarkan informasi yang berasal 
dari orang yang tidak memiliki keahlian di bidang tersebut. Kalau anak orang 
lain kena penyakit disebabkan anda menyebarkan fintah terhadap program 
vaksinasi, maka anda sendiri yang kena dosa. Kalau mau tahu apa yang terbaik 
untuk anak Muslim, silahkan bertanya kepada DOKTER anda, dan bukan kepada orang 
yang hanya bisa dapat informasi dari situs2 orang gila di internet.
 
Saya cantumkan sebuah foto dari anak yang tidak dapat vaksinasi Variola atau 
cacar (atau smallpox dalam bahasa Inggris). Penyakit inisudah dikatakan musnah 
dari dunia kita ini oleh PBB pada tahun 1979. Sebelumnya bisa membunuh ratusan 
ribu orang per tahun. Penyakit ini hanya menjadi hilang karena ada program 
VAKSINASI. Penyakit ini tidak menjadi hilang di seluruh dunia karena adanya 
ASI. Silahkan melihat anak malang ini dan pakai akal yang sehat. Mau melihat 
bayi-bayi seperti ini di dunia lagi? Dokter dapat ilmunya dari Allah juga, 
apapun agamanya dokter itu. Tidak ada ilmu yang baik dan benar di dunia ini 
tanpa berasal dari Allah SWT. Mohon percaya kepada para dokter yang berilmu 
tinggi dan tinggalkan pendapat orang aneh yang bicara tentang konspirasi saja 
tanpa memiliki ilmu kedokteran.  
 
“Apabila suatu urusan diserahkan kepada orang bukan ahlinya maka kehancuranlah 
yang akan datang.” (HR. Imam Muslim no: 59).
 
“Bertanyalah kepada orang yang mempunyai ilmu jika kamu tidak mengetahui.” (QS. 
An-Nahl: 43).
 
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan 
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati kesemuanya itu akan 
ditanya.” (QS. Al-Israa’: 36).
 
Wabillahi taufik walhidayah,
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto
http://genenetto.blogspot.com/2011/10/jangan-menolak-vaksinasi-untuk-utamakan.html

Kirim email ke