Interesting.... lain dari yang udah2 nich....
Mungkin ada dokter yang bisa di-konfirm soal kebenaran artikel di bawah.

Salam,
Morry Infra

---------- Forwarded message ----------
From: Red <[email protected]>
Date: 2011/11/17

  Dari kamar sebelah. Interesting.

Red
 ------------------------------
From: [email protected]
Date: Wed, 16 Nov 2011 18:47:30 +0700
Subject: Fw: Cholestrol, Mithos n Kenyataan


 _______________________________
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, November 16, 2011 4:36 AM

Subject: Cholestrol, Mithos n Kenyataan
Cholesterol, Mitos dan Kenyataan"

Pada umumnya kita “ketakutan” kalau dengar “cholesterol” lantas
 menghubungkannya dengan “serangan jantung” dan “stroke”. Lalu kita
buru-buru
 check lab.


 Atau ada juga yang pantang kuning telur, kalau dikasih telur lantas cuma
 putihnya yang dimakan, kuningnya dibuang. Atau tidak mau makan telur puyuh
 karena konon cholesterolnya tinggi...


 Ini ada beberapa cukilan dari tulisan Uffe Ravinskov, dari bukunya The
 Cholesterol Myths, updated by Ben Kim, 14 July, 2011Dengan beberapa
tambahan
 dari saya untuk menyesuaikan dengan kondisi kita umumnya.


 1) Cholesterol bukan racun yang berbahaya; sebaliknya cholesterol adalah
zat
 yang sangat penting untuk berbagai proses dalam tubuh.


 2) Anda mau makan banyak cholesterol atau pantang, tidak ada  bedanya.
 Karena harus ada kadar tertentu dalam tubuh, maka jika anda berpantang
 cholesterol, hati andalah yang akan memproduksinya untuk mencukupi
 kebutuhan; jika anda makan banyak cholesterol, hati anda tidak menambah
 dengan memproduksinya sendiri.


 3) Cholesterol tinggi tak terbukti menaikkan serangan jantung, sebab
 frekuensi serangan jantung sama banyak dengan yang cholesterolnya rendah.


 4) Obat yang khusus menurunkan cholesterol tidak terbukti menurunkan angka
 serangan jantung secara bermakna, malah pada beberapa kejadian meningkatkan
 potensi kanker dan batu empedu. Statin (Lipitor dan lain-lain), misalnya,
 memang bisa menurunkan angka serangan jantung tapi bukan karena ia
 menurunkan cholesterol tapi karena efek mengencerkan darahnya.


 5) Bagaimana dengan LDL dan HDL? Jangan salah artikan dengan cholesterol
 jahat dan cholesterol baik sebab keduanya bukan cholesterol.
 Keduanya adalah lipoprotein yang fungsinya mengangkut cholesterol dalam
 aliran darah. Keduanya mengangkut jenis cholesterol yang sama.
 Yang potensial berbahaya bukan LDL dan HDL tapi cholesterol yang rusak
 (damaged cholesterol).

 Rusaknya cholesterol antara lain karena:

 a) pemanasan berlebihan atas daging dan minyak, misalnya melebihi suhu 120
 Celcius dalam jangka lama seperti pada menggoreng dan membakar jangka lama.
 b) tercampurnya protein dan lemak hewani oleh zat-zat yang merusak, seperti
 pada minyak goreng yang sudah dipakai berkali-kali atau gosong.
 c) kondisi mental yang stres yang menyebabkan meningkatnya hormon kortisol
 dan turunannya menyebabkan metabolisme cholesterol yang menyimpang sehingga
 menghasilkan sisa cholesterol yang rusak. Stres memicu diproduksinya
 trigliserida secara berlebihan, padahal sisa kelebihannya itulah yang
 merusak.


 Nah, LDL adalah yang bertugas membawa semua jenis cholesterol, termasuk
 cholesterol rusak ini untuk difungsikan. Cholesterol rusak inilah yang
 menyebabkan penimbunan plak dan mengakibatkan serangan jantung, jadi bukan
 salahnya LDL.


 HDL berfungsi membawa balik semua jenis cholesterol, temasuk cholesterol
 rusak, yang tak terpakai dalam proses energi, kembali ke hati. Jadi
 tampaknya HDL punya tugas 'mulia' sebab menurunkan cholesterol dalam darah.


 Karena itu yang sangat esensial bukanlah 'berapa besar kadar cholesterol'
 tapi 'berapa banyak cholesterol rusak yang masuk tubuh anda' serta seberapa
 banyak trigliserida diproduksi oleh hati.


 Pedoman LDL minimal dan HDL maksimal hanya demi mencegah cholesterol rusak
 dan trigliserida terlalu lama berada dalam aliran darah. LDL minimal:
 secukupnya asal proses metabolisme energi bisa jalan, HDL maksimal agar
 segera setelah proses energi selesai, sisa cholesterol segera dibawa balik
 masuk hati.

 Idealnya dianggap aman jika kadar HDL berbanding cholesterol > 25%, dan
 Trigliserida berbanding HDL < 2.
 Jadi bukan kadar mutlak cholesterol atau trigliserida tapi perbandingannya
 dengan HDL.


 Jika cholesterol anda rendah, anda potensial terserang depresi dan malah
 potensial serangan stroke serta gangguan hormon lain sebab bahan baku
hormon
 adalah cholesterol. Cholesterol rendah juga mengakibatkan kekurangan
vitamin
 D sebab efek sinar ultraviolet matahari baru bisa membangun vitamin D jika
 badan kecukupan cholesterol di kulit, maka juga potensial pengeroposan
 tulang dan gangguan syaraf.
 Umumnya cholesterol berkisar antara 150 - 350 masih aman sejauh
perbandingan
 dengan HDL terpenuhi.
 Anjuran membatasi kadar LDL dibawah 100 tidak didukung fakta penurunan
angka
 serangan jantung. Ini dicurigai merupakan akal-akalan pabrik farmasi saja.


 Trigliserida esensial untuk sumber energi. Jika trigliserida anda terlalu
 rendah, potensial timbul kekacauan metabolisme sebab badan akan
 'kebingungan' mendapatkan sumber energi, akibatnya akan membongkar sumber
 energi darurat badan sehingga malah menimbulkan benda-benda keton yang
 meracuni syaraf dan otak. Sejauh perbandingan trigliserida berbanding HDL
 kurang dari 2, itu sudah memadai.


 Bagaimana meningkatkan HDL dan mempertahankan perbandingannya dengan
 cholesterol dan trigliserida yang ideal?


 1) makanlah mayoritas sumber protein dan lemak asal tanaman: sayur berwarna
 hijau tua, wortel, tomat, buah (alpukat), kacang-kacangan, polong-polongan,
 biji-bijian, beras dan gandum yang masih berkulit ari, kelapa. Dari sumber
 hewani: telur lengkap (putih dan kunin telur), ikan air. Hati-hati, yang
 berbahaya dari telur dan ikan adalah jika diternakkan dengan pakan pellets,
 sebab umumnya mempunyai kandungan antibotika dan hormon pertumbuhan.
 Yakinkan bahwa sumber pakannya organik.


 2)  Hindari makanan gosong, penggunaan minyak goreng yang sudah gosong,
 daging yang diolah pada suhu tinggi dan proses pemasakan lama dan juga
 sumber makanan yang sudah membusuk walau hanya sebagian.


 3) Tetap  beraktivitas dan latihan fisik teratur dan terukur, cukup tidur
 malam, 'nap' yang memadai, kelola stres dengan bijak, hiduplah
bermasyarakat
 secara sehat. Dan jangan kuatir terpapar sinar matahari asal tidak
 berlebihan.

 4) Hiduplah harmonis bersama alam, tidak usah mencoba melakukan modifikasi
 atas apa yang sudah diberikan alam: makanlah telur, kuning dan putih
 bersama. Memang sebaiknya jangan diolah sampai matang betul (hard boiled)
 atau digoreng (jika hendak diceplok atau didadar, pakai minyak baru atau
 mentega dan segera diangkat), tapi masaklah bersama lauk biasa yang digodok
 atau rebus 3/4 matang saja.


 Untuk anda ketahui saja, jika kita makan hanya putih telurnya, anda
terpapar
 zat kimia anti-vitamin B6 badan anda akan defisit vitamin ini. Pada kuning
 telurlah terdapat zat kimia yang menetralkan anti vitamin B6 itu.

 Makanlah ikan atau daging apapun sejauh berasal dari peternakan organik
(bukan pellets atau 'fur') dan hendaknya dimasak dengan suhu sedang (kurang
 dari 120 Celsius, artinya bukan digoreng atau dipanggang, tapi dimasak
dalam
 kuah: digodok).

 Sekali lagi yang menentukan bukan macam ikan atau daging atau telur,
 melainkan bagaimana ia diolah, yaitu dengan menghindari rusaknya
cholesterol
 karena suhu tinggi atau efek pakan ternak yang penuh suplemen yang mengubah
 sifat alami cholesterolnya.


 Aslinya kiriman Drg. Andreas Adyatmaka
 dalam bahasa Inggris

Kirim email ke