"Waktu tempuh naik ojek dengan berjalan kaki dari dan menuju Pinogu sama
saja dengan berjalan kaki, yakni sekitar 9 hingga 10 jam."



http://regional.kompas.com/read/2011/12/29/10024458/Tarif.Ojek.Seharga.Tiket.Pesawat

*Tarif Ojek Seharga Tiket Pesawat*
 Aris Prasetyo | Nasru Alam Aziz | Kamis, 29 Desember 2011 | 10:02 WIB


Kompas/Aris Prasetyo
 Tukang ojek yang mengantar penumpang menuju Kecamatan Pinogu, Kabupaten
Bone Bolango, Gorontalo, yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bogani
Nani Wartabone, harus bersusah-payah menaklukkan medan yang berat, Minggu
(25/12/2011). Dari desa terluar, yakni Desa Tulabulo, Kecamatan Suwawa
Timur, memerlukan waktu hingga 10 jam menggunakan sepeda motor. Ongkos ojek
mencapai Rp 500.000 sekali antar.

*TERKAIT:*

   - Pinogu, Surga yang
Terpencil<http://regional.kompas.com/read/2011/12/29/0947303/Pinogu.Surga.yang.Terpencil>
   - Pembangunan Jalan ke Pinogu
Dilematis<http://regional.kompas.com/read/2011/12/29/04345530/Pembangunan.Jalan.ke.Pinogu.Dilematis>

 *GORONTALO, KOMPAS.com* -- Bisa jadi ongkos ojek ke Pinogu, sebuah
kecamatan di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, adalah ongkos ojek
termahal. Betapa tidak, dengan jarak sekitar 40 kilometer dari Desa
Tulabulo, Kecamatan Suwawa Timur, yang menjadi satu-satunya pintu masuk
menuju Pinogu, ongkosnya Rp 500.000 sekali jalan. Tarifnya sudah menyamai
harga tiket pesawat dari Gorontalo ke Makassar (Sulawesi Selatan).

Sebenarnya, ada cara lain selain naik ojek menuju Pinogu, yaitu berjalan
kaki. Jarak yang ditempuh juga lebih pendek 10 kilometer ketimbang jalur
yang dilewati ojek. Hanya saja, berjalan kaki memerlukan ketahanan fisik
yang prima serta mental yang kuat. Selain warga Pinogu yang hanya perlu 6
atau 7 jam saja, kebanyakan orang memerlukan waktu 9 hingga 10 jam berjalan
kaki menuju Pinogu, termasuk *Kompas* yang berkunjung ke sana akhir pekan
lalu.

"Jika musim hujan begini, ongkos ojek memang mahal. Sebab, kondisi jalan
rusak berat penuh lumpur. Kalau musim kemarau, biasanya lebih murah, yaitu
Rp 300.000 untuk sekali jalan," tutur Tamin (30), salah satu petani di
Pinogu yang berprofesi sampingan sebagai tukang ojek.

Tingginya ongkos ojek di Pinogu saat musim hujan seperti sekarang turut
mendongkrak harga bensin eceran. Seliter bensin di Pinogu saat ini seharga
Rp 15.000. Untuk sekali jalan, ojek di Pinogu membawa jeriken berisi bensin
lima liter. Artinya, mereka menghabiskan sembilan liter bensin seharga Rp
135.000. Harga bensin eceran di Desa Tulabulo adalah Rp 7.000 per liter.

Jadi, pulang pergi dari Pinogu sudah habis ongkos hampir Rp 200.000 hanya
untuk bahan bakar. "Itu belum termasuk risiko rantai sepeda motor putus
atau ban pecah di jalan. Hal-hal seperti itu biasa kami alami saat
mengantar penumpang," ungkap Tamin.

Perlengkapan tukang ojek Pinogu memang serba ada. Selain kunci untuk
membuka mur atau baut, mereka juga membawa pompa angin termasuk ban dalam
sebagai cadangan jika sewaktu-waktu bocor.

"Warga di Pinogu sangat jarang naik ojek. Biasanya mereka berjalan kaki
saat keluar atau kembali ke Pinogu. Umumnya, yang naik ojek adalah para
tamu pejabat saja dan itu pun jarang-jarang," kata Tamin.
Waktu tempuh naik ojek dengan berjalan kaki dari dan menuju Pinogu sama
saja dengan berjalan kaki, yakni sekitar 9 hingga 10 jam. Jika di musim
kemarau, menuju Pinogu bisa memerlukan waktu sampai 6 jam saja dengan ojek.

Kirim email ke