Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!  
http://nugon19.multiply.com/journal

-=-=-=-

http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-759-detail-penelitian-penting-untuk-melahirkan-inovasi-baru-bukan-hanya-soal-bombastis.html


Penelitian Penting Untuk Melahirkan Inovasi Baru, Bukan Hanya Soal 
BombastisRabu, 01-02-2012
Dibaca: 30


 
Yogyakarta- Hasil penelitian tidak harus maha dahsyat. Yang terpenting adalah 
munculnya inovasi-inovasi baru yang merupakan ide murni dari para mahasiswa. 
Hakikat penelitian adalah mencari nilai-nilai kebenaran, yang pada akhirnya 
akan dapat diukur dan dibuktikan secara ilmiah. Selain itu, harus ada 
internalisasi nilai-nilai ke-Islaman. Jangan sampai menjadi orang pintar yang 
moralnya dipertanyakan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMY,  Sri 
Atmaja P. Rosyidi, Ph.D, pada acara “Penjelasan Teknis Anggaran PKM 
oleh Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat(LP3M) UMY”, di 
Kampus Terpadu UMY, Rabu (1/2) pagi. Penjelasan ini dilakukan dalam rangka 
membimbing mahasiswa agar penelitian yang dilakukan semakin terarah, sehingga 
bisa optimal.

Menurut Sri Atmaja, kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah ujian 
bagi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), untuk membuktikan sejauh mana 
bisa membuat perencanaan yang baik, inovatif, serta berpegang pada nilai-nilai 
ke-Islaman. “Targetnya bukanlah kuantitas, tapi kualitas. Sehingga lolosnya 
proposal mahasiswa bukan menjadi hal yang aji mumpung, tetapi merupakan 
perencanaan matang yang disusun untuk setiap tahunnya,” terangnya. 
 
Sri Atmaja menjelaskan, mahasiswa akan diberi log-book, sebagai buku harian 
penelitian. “Log-book akan segera diberikan kepada tim penelitian mahasiswa 
sebagai buku rekam jejak selama penelitian. Hal ini penting, agar segala macam 
temuan-temuan data di lapangan dapat terdokumentasikan dengan baik. Laporan 
penelitian harus dapat disusun dengan rinci dan rapi, sehingga semua data yang 
dimiliki lengkap,” ujarnya.

Walaupun demikian, masih menurut Sri Atmaja, pencapaian dalam bentuk dokumen 
atau laporan saja belum cukup. “Apalah artinya laporan, bila hanya akan 
berakhir di rak saja”, tambahnya. Lebih lanjut Sri Atmaja menuturkan, 
penelitian harus memiliki value (nilai). Banyak nilai yang harus dicapai, 
antara lain atmosfer akademis yang harus ikut terbentuk seiring proses 
penelitian ini. “Nilai tersebut misalnya, adanya komunikasi yang intensif antar 
mahasiswa dengan dosen, terutama dosen pembimbingnya. Muncul kreativitas dan 
inovasi yang baru, yang merupakan ide murni dari mahasiswa,” 
jelasnya.(www.umy.ac.id)

Kirim email ke