saya kurang tahu tingkat kebenaran dan keakuratan berita ini. namun demikian, mengingatkan saya pada prilaku saya pribadi dan beberapa rekan-rekan saya, yg pernah kecanduan thd Game Online, atau Game sejenis/mirip, dgn berbagai variasi nama dan modelnya, tergantung tempat dan zamannya.
sewaktu saya masih SD s/d SMA, ding dong dan game watch yg merajalela. dan saya pun sempat kecanduan. pd saat kecanduan Game, kontrol thd emosi dan prilaku rendah, fokusnya hanya bagaimana bisa bermain Game tsb. pada tingkatan ekstrim, kecanduan Game bisa merubah prilaku seseorang menjadi agresif dan destruktif. bisa sampai melakukan tindakan yg tak terbayangkan...termasuk headline berita di situs Detik yg saya copas di bawah ini. saya belum tahu, apa sudah ada penelitian dampak Game Online di Indonesia? khususnya di Jabodetabek. bila belum ada, akan lebih baik bila ada yg meneliti, dan mengembangkan terapi mengatasi kecanduan Game, sebagaimana saya pernah dengar berita tsb di China. Salam, Nugon Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!! http://nugon19.multiply.com/journal -=-=-=-=- http://news.detik.com/read/2012/04/05/160724/1886099/1148/kecanduan-game-online-wanita-korea-bunuh-bayinya-di-warnet?nd992203605 Kecanduan Game Online, Wanita Korea Bunuh Bayinya di Warnet Rita Uli Hutapea - detikNews Kamis, 05/04/2012 16:07 WIB Seoul, Mengerikan! Seorang wanita Korea Selatan (Korsel) tega membunuh bayinya yang baru dilahirkan. Bayi tersebut lahir saat wanita muda itu sedang bermain game online di warnet! Kepolisian Korsel telah menahan wanita berumur 26 tahun yang kecanduan game online itu. Juru bicara kepolisian setempat mengatakan, wanita yang dirahasiakan namanya itu melahirkan bayinya saat berada di sebuah warnet di Seoul pada 25 Maret lalu. Dia diduga memasukkan janin tersebut ke sebuah kantong plastik lalu membuangnya ke areal parkir dekat warnet tersebut. Kepolisian menyebutkan, wanita itu hampir setiap hari mendatangi warnet untuk bermain game online. "Dia sedang bermain game hingga sesaat sebelum dia melahirkan di kamar mandi warnet," kata juru bicara kepolisian di Distrik Songpa, Seoul kepada kantor berita AFP, Kamis (5/4/2012). "Dia bahkan tidak tahu kalau ketubannya sudah pecah," imbuh juru bicara tersebut. Kepolisian menyatakan, wanita tersebut akan segera diadili atas dakwaan pembunuhan anak. Kasus pembunuhan terkait kecanduan game internet belakangan kerap terjadi di Korsel. Pada tahun 2010, seorang ibu membunuh putranya yang berumur 3 tahun saat dirinya kecapekan usai bermain game online. Pada tahun yang sama pula, seorang anak laki-laki berumur 15 tahun bunuh diri setelah membunuh ibunya yang memarahinya karena terlalu sering bermain game komputer. Menurut data resmi pemerintah Korsel, diperkirakan sekitar dua juta warga Korsel kecanduan internet. (ita/nrl)
