Betapa seorang penguasa tidaklah ringan hisabnya kelak di hari kiamat. 
Dia menanggung beban yang tak terkira, walaupun dia adalah penguasa yang
 baik. Bagaimana jika penguasa itu adalah penguasa yang korup? Saya 
hubungkan kisah ini dengan penguasa adalah karena merekalah yang 
memiliki kesempatan luas mengeruk harta kekayaan negara dengan cara yang
 haram. 



Buku kecil “Kisah-Kisah Langka dan Ajaib” yang diterjemahkan oleh Abdul 
Kholiq dari penerbit Daarus Salaam Kertosono mengisahkan seorang 
laki-laki yang tidak tenang hatinya gara-gara sedulit makanan yang 
dimakan ibunya dulu. Bagaimana jika hal itu dilakukan para pejabat dan 
kroco-kroconya dalam menguras uang rakyat? 



Kisah ini dari Abu Yazid Al Basthomy, bahwa ia beribadah kepada Allah 
sudah beberapa tahun lamanya tetapi ia tidak merasakan kesenangan dan 
kemanisan dalam beribadah, lalu ia mengunjungi ibunya dan mengatakan 
padanya: 



“Wahai Ibuku! Sungguh aku dalam beribadah dan taat belum pernah 
merasakan kemanisan dan kesenangan, maka renungkanlah apakah bunda 
pernah makan sesuatu dari makanan haram ketika aku berada di perut ibu 
atau ketika aku menyusu?” 



Lalu ibunya merenung dalam waktu yang lama, kemudian mengatakan : 

“Wahai anakku, ketika kamu masih berada di perutku, aku naik ke rumah 
bertingkat, aku lihat bejana berisi keju, maka aku ingin memakannya, 
lalu aku makan keju itu kira-kira seujung jari tanpa seijin pemiliknya.”
 



Lalu Abu Yazid mengatakan: “Hal itu tidak lain kecuali ini, maka kumohon
 pergilah ibu pada pemiliknya dan beritahukan hal itu padanya.” 



Kemudian ibunya pergi pada pemiliknya dan memberitahukan hal itu padanya, maka 
pemiliknya mengatakan: “Itu halal bagi kamu.” 



Lalu ibunya mengabarkan padanya tentang hal itu, maka sejak itulah ia 
merasakan kesenangan dan kemanisan dalam taat dan beribadah. 



(Ali Shodiqin) 

Supported by Digitalexpo.Asia and DigitalExpo.Biz

Kirim email ke