Satu hal yang aye tahu tentang karakter orang India selama ane berhubungan 
dengan mereka dalam dunia kerja.
Mereka memang Pintar dan Confidence dalam berbicara. Walaupun tidak sedikit 
dari mereka yang hanya pintar berbicara saja.
Tapi karakter mereka yang pro aktif dan pintar dalam berkomunikasi memang patut 
kita tiru.

Regards,
Achmad Sutriadi
Sent from Achmad de Ibrahimovic BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, 
Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Arief Kurniawan" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 16 May 2012 10:30:26 
To: Milis SMA 1 Bekasi<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [sma1bks] FW: Strategi mencari kerja di USA ala komunitas India

Mantep nih artikelnya

Kejar bola


AriefK

Sent from my NerdBerry® freakz smartphone

-----Original Message-----
From: Morry Infra <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 16 May 2012 12:48:13 
To: Serba_KL Serba_KL<[email protected]>; <[email protected]>; 
iatmi-saudi<[email protected]>; Ahlan 
Riyadh<[email protected]>; ex-cii<[email protected]>; ARII 
Drlg Milist<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [sma1bks] FW: Strategi mencari kerja di USA ala komunitas India

Strategi mencari kerja di USA ala komunitas India
Posted by: Irsal Imran
Fri Dec 17, 2010 1:40 pm (PST)

Sedikit cerita mengenai orang2 India, krn saya dulu kuliah di jurusan sipil
yg 80 persen mahasiswanya adalah India, sehingga sempat merasa jadi orang
India:). Walaupun di hampir semua pelajaran mereka lebih banyak bertanya
pelajaran ke saya dari pada saya nanya ke mereka, umumnya mereka bisa
mendapatkan pekerjaan dalam waktu yg sangat singkat (hanya 1-2 bulan).

Setelah tamat saya sempat mencari kerjaan kemana-mana dan jadi pengangguran
lebih dari 6 bulan. Selain karena kondisi amrik yg pada saat itu masih dlm
resesi awal tahun 90-an, juga masih membawa gaya Indonesia dlm mencari
pekerjaan, yaitu ngirim resume dan menunggu:).

Akhirnya setelah hampir nyerah dan uang cuman tinggal beberapa ratus perak
(sudah hampir rencana minta bokap buat ngirim tiket pesawat), salah satu
teman India yg dulunya sering saya bantu dlm ngerjain tugas, dll., ngajak
saya utk menginap di apartemennya di Houston, dan nggak perlu khawatir ttg
biaya hidup.

Teman saya ini sewa apartemen 2 kamar dimana satu kamar dipakai buat dia,
istrinya serta 2 anaknya yg masih kecil, dan kamar satunya lagi kemudian
saya pakai berdua dg teman kuliah juga yg baru tamat dan sedang nyari
kerja. Dari situ saya udah kagum demi temannya dia rela bersempit2an dg
keluarganya.

Di sana saya di ajak ke beberapa India lain yg sudah kerja, dan apartemen
mereka penuh dg India2 yg sedang nyari kerja yg datang dari segala penjuru
amerika. Mereka yg sudah punya kerja, walaupun single, menyewa apartemen 2
kamar yg besar, sehingga bisa menampung India2 lain yg umumnya belum
dikenal utk sama2 tinggal di sana.

Hari pertama tinggal di rumah teman, saya disodorkan list nama serta nomor
telepon manager2 perusahaan2 konsultan sipil di Houston. Teman saya bilang
hanya mengirim resume tidak ada gunanya krn mereka menerima puluhan resume
sehari dan bisa2 langsung dibuang ke tong sampah:). Saya disuruh menelpon
satu2 manager2 yg ada dilist.

Dengan memaksakan diri saya coba telepon di list yg paling atas, dan
dijawab...kita lagi nggak perlu karyawan baru..dan saya cuman bisa bilang
ok...dan menutup telepon. Teman India saya geleng2 kepala mendengar cerita
saya, dan dia mulai mengajarkan bagaimana menghadapi penolakan. Saya
diajarkan utk mengatakan bahwa saya tertarik dg perusahaan anda, dan ingin
mengetahui lebih lanjut ttg perusahaan tsb. Kalau dia bilang dia nggak
punya waktu, tanyakan dimana dia makan siang dan ajak makan siang bareng
sambil ngomong ttg bisnis.

Akhirnya saya praktekan ajaran India tsb...dan benar urutan komunikasinya
kurang lebih sama dg yg disimulasikan oleh si India. Kemudian si manager
bilang dia akan telepon saya. Ternyata benar..besoknya saya diundang
langsung ke kantornya dan dapat kerja hanya hitungan 1-2 minggu di
perusahaan konsultan yg termasuk multinasional. Dari situ saya mengerti
bagaimana India2 bisa sukses walaupun berada dimana saja.



salam,

-Irsal

Kirim email ke