---------- Forwarded message ----------
From: Den Mas Arrie Faisal <>
Date: 2012/7/12
Subject:dimana rasa kemanusiaan itu kini berada ...?



suatu realita kehidupan...:
Mungkin benar seperti apa yang telah dianalisakan oleh the-diplomat,
kemajuan ekonomi yang melonjak tajam di Cina telah meninggalkan satu nilai
penting di negara sosialis tersebut:* Rasa kemanusiaan.*


Tragis. Pemuda Tewas Setelah Menyelamatkan Satu Keluarga yang Tidak Tahu
Diri<http://emang-aneh.blogspot.com/2012/07/tragis-pemuda-tewas-setelah.html>
Posted by Dokter Popular on 15:57.
<http://emang-aneh.blogspot.com/2012/07/tragis-pemuda-tewas-setelah.html#comment-form>

Tanggal 3 Juli kemarin, seorang pria di Cina mengorbankan nyawanya sendiri
demi menyelamatkan satu keluarga yang hampir tenggelam di sungai. Yang
mengenaskan, keluarga yang diselamatkan pergi begitu saja tanpa merasa
peduli sedikitpun.

<http://3.bp.blogspot.com/-5pudYe1RiO4/T_4BmzbzZyI/AAAAAAAAA54/efTXCNmSIJU/s1600/deng-jinjie-idbite-idnews.jpg>

Sore itu, masyarakat ramai berkumpul di pinggir Sungai kota Loudi untuk
melihat jasad seorang pemuda berusia 27 tahun yang tewas karena tenggelam.
Mereka berduka, bukan hanya karena hilangnya seorang pemuda berjiwa
pahlawan, tapi juga karena mereka baru saja menyaksikan kondisi
ketidakpedulian sosial yang amat menusuk hati.

Sejam sebelumnya, Deng Jinjie, yang saat itu sedang berada di taman dengan
dua ekor anjingnya, mendengar permintaan tolong dari sepasang orang tua
yang sedang berenang di dalam sungai. Menurut warga sekitar yang melihat
kejadian itu, dua sepasang tua tersebut panik karena anak mereka yang
berenang memakai ban pelampung terlihat semakin menjauh karena terbawa arus
sungai. Saat itu, anak berusia 5 tahun tersebut sudah terpisah hingga jarak
belasan meter dari orang tuanya.

Tanpa pikir panjang, Jinjie langsung melompat ke sungai untuk memberi
pertolongan. Dua orang warga lainnya juga ikut menyebur ke sungai membantu
usaha penyelamatan Jinjie. Berkat pertolongan mereka, ketiga anggota
keluarga tersebut berhasil sampai ke tepian sungai dengan selamat.

Namun, ketika semua terlihat sudah berakhir, orang-orang baru menyadari ada
satu hal yang tak beres. Jinjie, sang pemimpin usaha penyelamatan tidak
terlihat di mana-mana. Mereka akhirnya menyadari bahwa Jinjie kehabisan
tenaga saat berenang dan terbawa arus sungai. Warga lalu menghubungi polisi
dan petugas pemadam kebakaran, yang pada akhirnya berhasil menemukan Jinjie
yang sudah tewas karena terlalu lama berada di dalam air.

<http://3.bp.blogspot.com/-nGwqyiveMCc/T_4DSEmW7ZI/AAAAAAAAA6Q/ofqDlrYeKsk/s1600/deng-jinjie-idbite-voc.jpg>

Yang membuat semua orang terkejut, saat semua orang sibuk berusaha mencari
Jinjie, keluarga yang baru saja diselamatkan oleh pahlawan mereka dengan
taruhan nyawa itu malah melangkah pergi begitu saja dari lokasi. Tak
sedikitpun ucapan terima kasih terdengar dari mulut mereka. Dan pada saat
seseorang dari keramaian bertanya, "orang yang menyelamatkan kalian masih
berada di dalam air, mengapa kalian pergi?" Sang ibu dari keluarga tersebut
malah menjawab "Itu bukan urusan saya".

Saat berita ini menyebar ke media kabar dan internet, hasilnya dapat
ditebak. Keluarga yang belum diketahui identitasnya ini menerima hujan
hujatan. Diamanapun berita ini muncul, kolom komentar akan dipenuhi dengan
berbagai hujatan dan permohonan agar identitas keluarga tersebut dicari
hingga jelas dan diperlihatkan ke publik. Rasa kemanusiaan mereka kembali
tercabik, sama seperti pada kasus dulu ketika seorang anak kecil berusia 3
tahun terlindas mobil dan banyak orang yang lewat ketika itu tak peduli.

Mungkin benar seperti apa yang telah dianalisakan oleh the-diplomat,
kemajuan ekonomi yang melonjak tajam di Cina telah meninggalkan satu nilai
penting di negara sosialis tersebut: Rasa kemanusiaan.

SOURCE <http://dunia.lintas.me/>

Read more:
http://emang-aneh.blogspot.com/2012/07/tragis-pemuda-tewas-setelah.html#ixzz20NJ8ePPI


-- 

with best Regard,
--------------------------
Den Mas Arrie Faisal
Location: Riyadh, Saudi Arabia
---------------------------
visit my portfolio:

DMAF G+ <https://plus.google.com/u/0/116381848725683930030/posts>

Kirim email ke