di Indonesia memang marak muncul aliran sesat.
bukan hanya Islam sebagai agama mayoritas saja yg mengalaminya.
tapi juga dihadapi oleh agama lain, termasuk Kristiani.

utk Kristen sendiri, sebenarnya juga banyak, namun kurang terekspos.
dan mungkin juga agak sulit terdeteksi, terutama utk Kristen Protestan.
karena banyak variant tafsir Bible, yg biasanya berujung pd pembukaan gereja 
aliran baru (hal ini juga kadang yg memicu salah paham, kok minoritas, tapi 
banyak jumlah tempat ibadahnya....yg mayoritas kok sedikit jumlah tempat 
ibadahnya).
sehingga sulit mengontrol dan mendeteksinya.

lalu utk umat Islam, harus berhati-hati, jangan sampai kasus Syiah serta 
Ahmadiyah, mirip dgn kasus aliran Saksi Yehova.
ane pribadi tahu kegetiran/kepahitan keluarga dan rekan yg Kristiani, tatkala 
Saksi Yehova dilegalkan dan diakui negara.
padahal dari sudut pandang keyakinan Kristiani, banyak yg bertentangan secara 
fundamental.

mohon maaf bila kurang berkenan.
Best Regards and Wassalam - Nugon

-=-=-=-=-=-

 

http://www.hidayatullah.com/read/24610/04/09/2012/kristen-ntt-hadapi-aliran-sesat,-orang-gila-dimintai-tandatangan.html 


Kristen NTT Hadapi Aliran Sesat, Orang Gila Dimintai Tandatangan



Selasa, 04 September 2012 

Hidayatullah.com—Aliran sesat tidak hanya meresahkan kaum Muslim. Bahkan 
kalangan Kristen pun juga merasakannya. Belum lama ini, Forum Kerukunan Umat 
Beragama (FKUB) Kabupaten Sikka, Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT) 
menyampaikan kepada Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, tentang  adanya beberapa 
aliran sesat yang menjamur dan berkembang di daerah ini dan dianggap 
menyesatkan serta menganggu kerukunan antar  rumat beragama di daerah itu.

"Ada beberapa denominasi aliran gereja yang diduga menyesatkan karena belum 
diakui keberadaannya di Negara ini. Kami sangat mengharapkan kepada pihak 
pemerintan dan aparat kepolisian harus mampu membendung masalah tersebut," kata 
Anggota FKUB Kabupaten Sikka, Pater Wilem Julei Konterius, SVD pada pertemuan 
pimpinan agama se-NTT di Kupang, Jumat, (31/08/2012) dikutip Suarapembaruan.com.

Denominasi atau aliran yang dianggap menyesatkan umat beriman di NTT khususnya 
di  Maumere, Kabupaten Sikka itu adalah, aliran Visi, Gereja Batel Indonesia 
(GBI) Rock, Gereja Kemenangan Iman Indonesia, dan Kelompok Doa Nepu. 
"Denominasi ini punya kebiasaan merekrut anggota baru sehingga meresahkan 
masyarakat di NTT," kata Wilem.

Keberadaan aliran ini, menurut pater Wilem,
 Kehadiran Aliran iitu  sangat mengganggu kerukunan antar umat beragama di 
daerah itu. Bahkan, GBI Rock pernah mengusulkan untuk pembangunan gereja di 
Maumere, Sikka, namun ditolak, karena tidak penuhi syarat dukungan 90 kepala 
keluarga (KK) seperti yang diamanatkan dalam peraturan dua menteri.

"Pembangunan rumah ibadah itu juga sangat tidak layak, karena berada di kawasan 
perumahan penduduk. Tercatat juga ada orang gila yang diminta tandatangan 
dukungan," kata pater Wilem..

Pemerintah daerah (Pemda) Sikka sudah melakukan pertemuan beberapa kali 
pertemuan tentang keberadaan aliran-aliran ini, namun belum ada hasil. "Kami 
dari Gereja Katolik siap memfalitisai pertemuan dengan aliran-aliran ini," kata 
pater Wilem.

Sementara itu, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, mengatakan keberadaan 
aliran-aliran ini ditengah masyarakat di daerah ini bisa mempengaruhi dan 
mengganggu, sehingga dipersoalkan oleh pimpinan agama. "Masalah seperti ini
 sudah pernah disampaikan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) ke Pemerintah 
Provinsi," katanya.

Namun, menurut Frans Lebu Raya,, keberadaan aliran-aliran, seperti Yehova ini 
dulunya pernah dilarang, kini telah diakui, karena Kejaksaan Agung (Kejagung) 
sudah mencabut larangan itu. "Larangan itu akan sulit, karena terbentur dengan 
aturan yang berlaku," kata Frans Lebu Raya.

Frans Lebu Raya, meminta agar semua tokoh Agama yang ada di daerah ini harus 
mampu memberikan sebuah nuansa aman damai dan saling kerjasama dalam membangun 
hubungan baik untuk menunjang kerjasama  serta untuk tercapainya kedamaian dan 
pemenuhi kebutuhan hidup Umat.

Secara terpisah menurut Kapolda NTT. Brigjen Pol Ricky HP Sitohang, menegaskan, 
Kami masih menunggu penyampaian dari tokoh agama atau tokoh masyarakat tentang 
penyebaran beberapa Aliran Sesat di NTT. "Kami siap menertipkan  kapan saja. 
Saya belum mendapat laporan dari Maumere. Namun saya akan
 perintahkan untuk  melakukan investigasi dan segera menertipkan. Kalau aliran 
tersebut mengganggu kerukunan antar umat beragama di NTT," kata Ricky Sitohang.

"Saya baru mengetahui masalah ini. Hari ini juga saya akan koordinasi dengan 
Kapolres Sikka di Maumere untuk segera melakukan penertiban dan pengawasan 
secara intensif untuk menghindari gejolak yang akan terjadi di daerah ini," 
jelas Ricky Sitohang.*Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar 

Kirim email ke