cerita tentang kecerdikan orang di masa lampau....

-=-=-=-=-
 
http://madinatulilmi.com/?prm=posting&kat=2&var=detail&id=339 


 
Kecerdikan Abu Ja’far Al-Manshur  
Dikirim: [03/05/2011] 
  Suatu ketika Abu Ja'far, 'Abdullah bin Manshur, seorang khalifah, sedang 
duduk-duduk di salah satu kubah kota al-Manshur di 'Iraq. Tiba-tiba dia melihat 
seorang laki-laki yang sedang sedih dan bolak-balik ke sana- kemari di 
sepanjang jalan. Lalu dia mengirimkan utusan untuk menemuinya dan menanyakan 
kondisinya.

Maka orang tersebut menceritakan bahwa pernah suatu hari dia pergi berbisnis 
dan mendapatkan keuntungan yang besar sekali. Setelah itu, dia kembali membawa 
hasil keuntungan tersebut kepada sang isteri dan menyerahkan semua uang dinar 
kepadanya. Namun kemudian, kisahya, isterinya tersebut mengatakan kepadanya 
bahwa semua uang tersebut telah dicuri orang dari rumah, padahal setelah dia 
meneliti, tidak ada satupun bekas lobang atau sesuatu yang terbongkar di 
rumahnya.

Lantas berkatalah al-Manshur kepadanya, "Sejak kapan kamu menikah dengannya?" 
"Setahun yang lalu." Jawabnya 
"Saat kamu nikahi, dia masih perawan atau sudah janda?", tanyanya lagi 
"Sudah janda." Jawabnya
"Masih muda atau sudah berumur?." Tanya al-Manshur lagi 
"Masih muda." Jawabnya pula 

Tak berapa lama kemudian, al-Manshur mengambil sebuah botol berisi parfum yang 
demikian semerbak aromanya seraya berkata kepada orang tersebut, "Pakailah ini, 
pasti akan hilang semua kegelisahanmu." Lalu orang itu mengambilnya dan 
membawanya pulang. 

Setelah orang tersebut berlalu, al-Manshur berkata kepada para pengawal 
pilihannya, "Duduklah kalian di dekat pintu-pintu masuk kota ini. Siapa saja 
yang melintasi kalian dan tercium dari tubuhnya semerbak aroma parfum tadi, 
maka bawalah dia kemari.!!"

Sementara orang tadi sudah sampai di rumahnya dan segera menyerahkan parfum 
tersebut kepada sang isteri sembari berkata, "Ini ada parfum bagus, hadiah dari 
Amirul Mukminin!." 
Tatkala menciumnya, sang isteri ini demikian takjub dan terpikat dengannya, 
lalu sertamerta dia membawa parfum tersebut kepada seorang laki-laki, kekasih 
gelap yang dia cintai. Kepada orang inilah, dia menyerahkan semua uang dinar 
yang hilang itu. si perempuan ini berkata kepadanya, "Pakailah parfum yang 
bagus ini!." 

Tanpa rasa curiga dan pikir panjang lagi, kekasih gelapnya ini langsung 
memakainya, dan pergi melintasi sebagian pintu kota. Akhirnya, dari tubuhnya 
tersebut terciumlah semerbak aroma parfum sang khalifah itu. Karenanya, diapun 
kemudian diciduk oleh para pengawal istana dan dibawa menghadap al-Manshur. 

Setibanya di istana, al-Manshur bertanya kepadanya, 
"Dari mana kamu dapatkan parfum ini?." Ternyata orang ini tidak dapat bersikap 
tenang dan terbata-bata di dalam menjawabnya. Melihat gelagat seperti ini, maka 
al-Manshur langsung menyerahkannya kepada polisi sembari memberikan titah, 
"Jika dia mau menghadirkan sekian dan sekian dinar yang dicurinya, maka 
ambillah darinya. Bila dia tidak mau, maka cambuklah dia seribu kali 
cambukan!!!." 

Tak lama kemudian, pakaiannya dilucuti untuk dicambuk sembari diancam, hingga 
akhirnya dia mengaku dan berjanji akan mengembalikan uang dinar yang dicurinya 
itu. Kemudian dia menghadirkan uang tersebut seperti sediakala, tidak kurang 
sepeserpun.

Setelah itu, al-Manshur diberitahu perihal tersebut, lantas si empunya uang 
dinar tersebut dipanggil lagi untuk menghadap. Ketika dia sudah datang, 
al-Manshur berkata kepadanya, 
"Bagaimana pendapatmu, bila aku berhasil mengembalikan semua uangmu yang 
hilang, apakah kamu setuju aku yang akan menjatuhkan vonis terhadap isterimu?."

"Baiklah, wahai Amirul Mukminin." Katanya 
"Ini semua uang dinarmu tersebut dan aku juga telah menceraikan isterimu itu 
darimu.!" Kata Amirul Mukminin, al-Manshur. Setelah itu, sang khalifah yang 
cerdik ini mengisahkan kepada orang tersebut kronologis ceritanya.   


-=-=-=-=-=-=

http://xaesar.wordpress.com/tag/china-ebook/ 


Ada seorang raja yang mata kanannya buta dan kaki kirinya pincang. Pada suatu 
hari dia memanggil artis untuk melukis dirinya. Seorang artis melukis raja 
seperti seorang pejuang yang hebat. Matanya bercahaya dan bersinar dan kakinya 
berotot seperti atlet. Raja tidak senang dengan karyanya. “Kamu pembohong. Itu 
bukan saya.” Dia memerintahkan para tentaranya untuk menangkap artis ini dan 
melemparkan ke penjara.
Artis kedua dipanggil. Setelah mengetahui apa yang telah terjadi sebelumnya, 
artis ini melukis sang raja sama persis seperti apa adanya. Raja juga tidak 
senang. “Seni macam apa ini?” dia bertanya kepada artis ini dengan marahnya dan 
mengirimkan dia ke penjara juga.
Artis yang ketiga datang dan melihat raja dengan seksama. Dalam lukisannya, 
raja digambarkan sedang mengenakan pakaian berburu. Dia sedang menembak dengan 
posisi berlutut, kaki kanannya ditekuk dan kaki kirinya menopang pangkal 
senapan yang sedang dipegangnya. Hanya mata kirinya yang terbuka, karena ia 
sedang membidik seekor serigala di kejauhan. Raja sangat puas. Dia menghargai 
artis ini sekantong emas dan memujinya artis yang terbaik di negaranya.

-=-=-=-=-=-


Seseorang mempunyai kuda yang sangat baik untuk dijual. Selama tiga hari dia 
berdiri dengan kudanya di pasar, tetapi tidak seorangpun memperhatikannya. Maka 
dia memanggil seorang pelatih kuda yang terkenal, Bo Le. “Saya mempunyai kuda 
hebat untuk dijual tetapi saya sudah berdiri di pasar selama tiga hari dan 
tidak seorang pun tertarik.” katanya kepada Bo Le. “Dapatkah anda datang dan 
melihat kuda saya?” Mohon anda berjalan mengelilinginya, melihatnya dari dekat, 
lalu pergi. Tetapi pastikan untuk menengok ke belakang ketika anda berjalan 
pergi. Sebagai upahnya saya akan memberi anda untung saya selama sehari dari 
penjualan saya yang lain”
Keesokan harinya Bo Le datang. Dia berjalan mengelilingi kuda dan melihatnya 
dari atas sampai ke bawah. Ketika dia pergi, dia mengengok balik. Pada hari 
itu, kuda tersebut terjual dengan harga sepuluh kali lipat harganya dari harga 
semestinya.
-=-=-=-=-=

Kirim email ke