http://id.berita.yahoo.com/pt-timah-benarkan-dugaan-babel-terpapar-radioaktif-043209286--finance.html



PT Timah Benarkan Dugaan Babel Terpapar Radioaktif





Pangkalpinang (ANTARA) - PT Timah (Persero) Tbk membenarkan dugaan adanya 
wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terpapar radioaktif, diduga 
akibat aktivitas pengolahan bijih timah yang tidak sesuai prosedur. 


"Paparan radioaktif di Babel utamanya diduga dari aktivitas pengolahan bijih 
timah yang tidak sesuai prosedur," kata Direktur Utama PT Timah, Sukrisno di 
Pangkalpinang, Kamis. 


Sukrisno menjelaskan, zat radioaktif terdapat pada mineral ikutan yang tergali 
saat dilakukan penambangan bijih timah. 


"Meski kadarnya masih di bawah ambang batas, tapi jika dibiarkan terus menerus 
seperti ini maka kadarnya akan naik terus dan membahayakan kesehatan 
masyarakat," kata Sukrisno. 


Salah satu cara yang dilakukan PT Timah untuk mengantisipasi terjadinya paparan 
radioaktif di Babel adalah dengan melakukan pengubahan sistem tata kelola 
penambangan di internal perusahaan. 


"Salah satu kebijakan yang kami lakukan adalah dengan membeli timah kadar 20-30 
persen, bukan lagi 70 persen dari para mitra," kata Sukrisno. 


Dengan pola tersebut dipastikan mineral ikutan yang mengandung radioaktif yang 
ada di lahan-lahan tambang akan terjual ke PT Timah. 


"Nantinya kami yang akan mengolah mineral tersebut dengan proses dan standar 
yang benar sehingga tidak membahayakan masyarakat," kata Sukrisno. 


Selama ini, kata Sukrisno, mineral-mineral galian yang diduga mengandung 
radioaktif tersebut hanya ditumpuk di lahan-lahan tambang oleh pelaku tambang 
skala kecil (TSK). 


"Kalau dibiarkan begitu saja akan sangat berbahaya karena radioaktifnya bisa 
menyebar," kata dia. 


Sebelumnya, surat kabar lokal menyebutkan tiga orang peneliti asal Jepang 
menemukan tingkat radiasi yang sangat mengkhawatirkan di Kota Muntok dan 
Pangkalpinang. 


Di Muntok, tercatat kadar radiasi 0,22 mikrosibel yang menurut catatan mereka 
merupakan suatu angka yang mengkhawatirkan di Jepang. 


Sementara itu, kadar radiasi di Kota Pangkalpinang sebesar 0,19 mikrosibel.(rr)

Kirim email ke