Subhanallah...

Gebrakan yang lain lagi...

Sekolah unggulan yang dibiayai Pemda DKI 3,7 milyar..
Tapi sekolah masih mungut dana dari orangtua murid.....

Kepala Sekolah dan KaDisdik kena challenge....

Maju terus...

Salam,
Morry Infra


http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/14/14382694/Basuki.Bapak.Hatihati.Saya.Ini.Auditor.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp


 *Basuki: Bapak Hati-hati, Saya Ini Auditor... *

*JAKARTA, KOMPAS.com* - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
kembali membuat bawahannya ketar-ketir. Bagaimana tidak, ia mengancam akan
menyelidiki dugaan penyimpangan yang terjadi di SMA Negeri Unggulan MH
Thamrin, Jalan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

"Bapak hati-hati, saya ini auditor. Kalau sebelumnya bisa lolos, sama saya
tidak bisa. Bukannya sombong, bapak mengelak terus dan saya bisa membaca
otak bapak," kata Basuki, Rabu (14/11/2012).

Pernyataan sinis itu dilontarkan Basuki lantaran dia geram dengan
penjelasan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta dan pihak sekolah
terkait kontrak kerjasama dengan Surya Institute tentang bantuan tenaga
pengajar.

Di satu sisi pihak sekolah dan komite menuding kesalahan ada di Dinas
Pendidikan karena tak mengurus perpanjangan kontrak kerjasama, sementara
Kadisdik melemparkan kekeliruan pada pihak sekolah lantaran tak membuat
konsep kerjasama yang jelas. Baik tentang pemberian honor, program, dan
lain sebagainya.

Basuki mencium terjadi praktik penipuan dalam kontrak kerjasama antara
SMANU MH Thamrin dengan Surya Institute. Hal itu terendus setelah ada
laporan masuk dari seorang anggota komite sekolah yang menyampaikan bahwa
kontrak kerjasama telah berakhir sejak Agustus 2012, namun anggarannya
masih tercantum dalam Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) tahun ajaran
2012-2013.

"Kontrak ini terancam sanksi pidana. Ini nipu Pemda dan DPRD. Kenapa
kontrak putus tapi masih dianggarkan? Dan apakah guru-guru itu sudah keluar
dari Surya Institute?" ungkapnya.

Kontrak kerjasama dengan Surya Institute telah berlangsung sejak 2009.
Kerjasama ini dirajut sesuai dengan visi dan misi SMANU MH Thamrin sebagai
sekolah berwawasan sains dan mencetak juara-juara olimpiade sains di kancah
internasional.

Setiap tahunnya, SMANU MH Thamrin harus menggelontorkan uang sekitar Rp 2
miliar untuk menggaji 11 guru yang berlabel Surya Institute. Masalah datang
ketika kontrak kerjasama berakhir tetapi program masih berlanjut dengan
anggaran yang berasal dari APBD.

Saat ditemui di sekolahnya, Kepala SMANU MH Thamrin Djumadi mengaku semua
kesalahan berada di pihak Dinas Pendidikan Jakarta. Pasalnya, ia telah
beberapa kali ia telah mengingatkan Dinas Pendidikan terkait masa kontrak
yang akan berakhir dan harus segera diurus perpanjangannya. Akan tetapi,
hal itu tak pernah digubris sampai jatuh masa akhir pada Agustus lalu.

"Kita beberapa kali sudah mengingatkan Dinas Pendidikan untuk mengurus
surat perpanjangannya tapi enggak pernah direspons," kata Djumadi.

Lain halnya dengan Kadisdik DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto yang justru
malah menyalahkan pihak sekolah terkait permasalahan ini. Ia menganggap
permasalahan ini di luar kelalaiannya karena pihak sekolah tidak aktif
menjelaskan program kerjasama yang diinginkan.

"Kita kan cuma memberikan payung hukum. Dan saya hanya menandatangani saja,
sisanya itu menjadi tugas sekolah bersama komite," tandasnya.

Berita terkait:

http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/14/13251331/Basuki.Ajak.Debat.Kepsek.MH.Thamrin.soal.Anggaran

Kirim email ke