dari situs yg ngaku anti hoax dan sebenarnya kurang pro dgn palestina.... di http://grevada.com/polhukam/benarkah-50-penduduk-palestina-beragama-yahudi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=benarkah-50-penduduk-palestina-beragama-yahudi disimpulkan bahwa 50% penduduk palestina beragama yahudi adalah tidak benar.
yg paling mantap di sini : http://syaharbanu.blogspot.com/2012/11/tanggapan-terhadap-berita-pedoman-news.html jelas dibantah berita dari forum kompas dan pedomannews tsb. dan dari googling, berita aneh ini cuma bersumber dari pedomannews saja. bahkan dari situs https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/we.html bisa dilihat, populasi Palestina 90% adalah muslim (cth kasus di Gaza) aya aya wae.... lagian hati nurani tdk bisa ditipu...zionis biang kerok masalah di timur tengah. wong orang yahudi saja mengecam aksi biadab zionis , pdhal sama-sama yahudi.... -=-=-=-=- Benarkah 50 Persen Penduduk Palestina Beragama Yahudi? Posted by Anindya Yumika Dewi Tadi pagi saya sungguh terkejut membaca sebuah berita dari PedomanNews mengenai pernyataan Fariz Mehdawi, Duta Besar Palestina untuk Indonesia yang mengatakan bahwa 50% penduduk Palestina beragama Yahudi. Terkejut karena tidak menyangka angkanya sedemikian tinggi, karena setahu saya sejak tahun 2000 Israel berusaha menarik orang-orang Yahudi keluar dari wilayah Palestina. Berikut adalah kutipannya: “Di Palestina 50% penduduknya beragama Yahudi dan sisanya beragama Kristen dan Muslim yang berada di daerah Tepi Barat dan Yerusalem,” Untuk mengetahui apakah pernyataan itu benar atau tidak setidaknya kita butuh data pembanding, dan untuk bisa membandingkannya kita harus tahu dengan jelas yang dimaksud daerah Palestina itu dimana. Pernyataan Fariz Mehdawi masih ambigu, menyebut Palestina di awal kalimat tapi mengakhirinya dengan menyebut daerah Tepi Barat, padahal jelas wilayah Palestina itu tidak hanya mencangkup Tepi Barat tapi juga Gaza. Persentase Penganut Agama di Palestina Palestina adalah negara hasil bentukan Israel yang dengan perjalanan sejarahnya memiliki wilayah yang cukup kecil, dan terbagi atas 2 wilayah, yaitu Tepi Barat (West Bank) di dekat Yordania yang dikuasai oleh Fatah, dan Gaza di dekat Mesir yang dikuasi oleh Hamas. Sekalipun Palestina sudah pernah melakukan sensus penduduk tahun 2008, namun publikasi online mengenai sensus tersebut belum saya dapatkan sehingga data mengenai jumlah penganut agama di Palestina sangat sulit untuk diperoleh. Satu-satunya sumber mengenai jumlah penganut agama di palestina hanya dari Palestinian Academic Society for the Study of International Affairs (PASSIA) yang dikutip oleh Wikipedia, dimana dikatakan bahwa penduduk di Tepi Barat dan Gaza terdiri dari 97% Muslim dan 3% Nasrani, sedangkan sisanya adalah kelompok minoritas yang jumlahnya tidak signifikan, sangat jauh dari apa yang dikatakan oleh Fariz Mehdawi. Persentase Penganut Agama di Tepi Barat Tepi Barat atau West Bank adalah daerah Palestina yang terletak di sebelah timur laut Israel dan berbatasan dengan Yordania. Daerah ini memiliki wilayah yang lebih besar dengan penduduk yang lebih banyak dibandingkan dengan Gaza, dimana berdasarkan laporan Jerusalem Post tahun 2008 jumlah penduduk Gaza adalah sekitar 1.416.000 jiwa sedangkan jumlah penduduk Tepi Barat adalah sekitar 2.345.000 Jika kita gabungkan data dari Jerusalem Post ini dengan data dari PASSIA maka apa yang dikatakan oleh Fariz Mehdawi secara matematis tetaplah tidak masuk akal. Penjelasannya adalah sebagai berikut: * Kita anggap benar bahwa 50% penduduk Tepi Barat beragama Yahudi, maka jumlah penduduk beragama Yahudi adalah 50% × 2.345.000 = 1.172.500 * Jika jumlah penduduk Palestina secara keseluruhan adalah jumlah penduduk Gaza ditambah jumlah penduduk Tepi Barat, yaitu 1.416.000 + 2.345.000 = 3.761.000 * Persentase umat agama Yahudi di Gaza dan Palestina menurut asumsi Fariz Mehdawi seharusnya adalah 1.172.500 / 3.761.000 = 31% dan hasil ini sangat jauh dari laporan PASSI. Oke, mari kita lupakan perhitungan matematis, kita mencoba mencari data laporannya, dan saya mendapati laporan dari CIA yang mengatakan bahwa persentase umat beragama di Tepi Barat adalah 75% Muslim, 17% Yahudi, sedang 8% sisanya adalah Nasrani dan umat agama yang lain. Kesimpulan Apa yang dikatakan oleh Fariz Mehdawi mengenai jumlah penduduk Palestina yang 50%nya beragama Yahudi adalah tidak benar. Ada kemungkinan beliau mengatakan hal tersebut untuk menarik simpati publik atas konflik yang sekarang terjadi di Gaza, sehingga konflik tersebut berkesan murni masalah politik, atau beliau melakukan hal ini untuk menghindari meluasnya konflik yang mulai menjurus pada sentimen agama. Kemungkinan terakhir, mungkin PedomanNews lah yang memberitakan berita bohong yang dengan sengaja memanfaatkan konflik yang sekarang terjadi untuk meningkatkan trafik. Entahlah.. -=-=-=-=- Tuesday, November 20, 2012 Tanggapan Terhadap Berita Pedoman News Tentang Agama Mayoritas Palestina Ada yang aneh di berita Pedoman News ini yang membuat saya tergelitik untuk melihat lebih jauh kedalaman beritanya. Saya pribadi cukup skeptis menyimak statement dari dubes Palestina untuk Indonesia yang dimuat di Pedoman News ini. Dia bilang, “Di Palestina 50% penduduknya beragama Yahudi dan sisanya beragama Kristen dan Muslim yang berada di daerah Tepi Barat dan Yerusalem.” Mungkinkah ini kesalahan Pedoman news dalam mengutip atau kekhilafan dari Kedubesnya? Karena statement itu bisa jadi blunder di tengah dukungan kepada Palestina saat ini. Setahu saya, sebagian besar penduduk Palestina adalah Muslim Sunni. bisa cek di berbagai situs spt http://bit.ly/WudXpU | http://bit.ly/UfCH1 | http://1.usa.gov/Te6LMs |http://bit.ly/WipBQ3 Kenyataan salah tersebut, ditambah parah dengan statement dengan sumber yang sama “Saya bingung dan heran dengan isu dan teriakan “Allahu Akbar” dari orang-orang terhadap yang terjadi antara Palestina dan Israel padahal mereka tidak tahu apa-apa dan tidak ada peran sama sekali untuk membantu kami, nol besar,” Jika sebagian besar Penduduk Palestina adalah Islam Sunni, Pejuang Palestina (HAMAS) juga Islam Sunni. Maka, wajar apabila anggapan bahwa hujan peluru di jalur Gaza itu adalah antara Israel Zionist melawan tentara atau negara Islam. Dan sangat wajar jika akhirnya, ada teriakan "Allahuakbar" di tengah Demo pro Palestina terutama dari barisan demo Muslim seluruh dunia. Bagi saya, tidak ada masalah apabila memang Solidaritas yang dibangun berdasarkan nilai agama. Karena Agama erat hubungannya dengan nilai kemanusiaan. Ya Karena Palestina Mayoritas Islam, maka Negara Islam harus membantu. Misal, seperti bantuan yang diberikan Iran kepada Palestina. Sebagai Republik Islam berpenduduk mayoritas Islam Syiah, Iran lah yang membantu persenjataan Hamas. Kata Juru Bicara Luar Negeri Iran "Ini merupakan kewajiban semua negara Islam untuk mendukung bangsa tertindas Palestina ketika rezim Zionis Israel menebar kejahatan dengan berbagai senjata yang dimilikinya."http://bit.ly/Q8BeLe. Nah... Ngomong-ngomong tentang negara berpenduduk Islam mayoritas, kita mesti bertanya, kemana Arab Saudi? Apakah Arab Saudi tidak melihat keterkaitan antara Pembelaan Palestina dengan kesamaan paham agama? Memang, bumi Palestina tidak hanya milik Islam. Masih ada Nasrani dan Yahudi di sana selain Islam. Sehingga seharusnya kita tidak bicara agama Islam melulu bila menyangkut pembelaan terhadap Palestina. Bila kita bicara tentang pembelaan terhadap Palestina, kita juga perlu menebar simpati pada saudara-saudara Nasrani dan Yahudi yang juga jadi korban di sana. Sangat disayangkan juga sih, sampai sekarang belum ada Media yang mengangkat tentang kelompok Nasrani dan Yahudi Palestina bergabung dengan Hamas untuk angkat senjata. Atau memang jangan-jangan memang belum ada gerakannya sehingga memang harus Hamas yang maju di front terdepan? Sehingga membuat unsur Keislaman di Palestina semakin kuat. Yang jelas, Konfliknya di Palestina sana bukan konflik agama. Ada kepentingan politik yang kompleks juga di dalamnya. Setidaknya, Jika kita punya agama, maka kita harus membawa misi kemanusiaan dimanapun, kapanpun dan untuk siapapun. Jika kita tidak punya agama, setidaknya junjunglah nilai-nilai universal kemanusiaan. Jadilah seperti Corrie yang rela mati demi pembelaannya pada Palestina. Bergabunglah juga dengan penduduk Jepang, Perancis, Inggris dan negara lain yang berdemo menyuarakan dukungannya pada Palestina walau berbeda agama. Setiap negara memang memiliki masalah interen nya masing-masing. Tapi kita tidak boleh apatis terhadap kejahatan Internasional pihak Zionist Israel terhadap Palestina. Bisa jadi kejahatan terorganisasi Israel yang di dukung penuh oleh Amerika ini menimpa negara lainnya. Termasuk ke Indonesia. Mari kita memanusiakan manusia. #FREEPALESTINE -- Pedoman News harus benar-benar bertanggung jawab terhadap dimuatnya berita ini :http://bit.ly/QsR4BW Diposkan oleh Syahar Banu di 12:49 PM -=-=-=-=- Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!! >________________________________ > From: Beto FLP <[email protected]> >To: Smu 1 Bekasi Milis <[email protected]>; "[email protected]" ><[email protected]> >Sent: Wednesday, November 21, 2012 10:58 AM >Subject: Re: [sma1bks] Fw: Re: [eramuslim] "Mengapa Menolong Gaza? Sementara >di negeri sendiri banyak m > > >Saya setuju lakukanlah apa yg bisa dilakukan tidak usah dipertentangkan antara >yg melakukan dgn yg tisak. Tapi bagaimana dengan yang ini? >http://forum.kompas.com/nasional/50955-pernyataan-dubes-palestina-yang >mengejutkan.html apakah yg melakukan juga paham dan mengerti situasi dan >kondisi yg sebenarnya? > >Sent from Yahoo! Mail on Android > >
