dpt artikel ini....pd saat nyambi nunggu komunikasi (email, telp) dari user di 
kantor....
artikel ini baru ane tahu. kaget juga sih bacanya.

bagaimana dgn dongeng/hikayat klasik nusantara?
apa sudah ada gerakan sistematis merevisi/remake dongeng/hikayat klasik 
nusantara, sehingga tdk mengerikan, tdk gelap/suram/negatif bagi anak kita?


Best Regards and Wassalam - Nugon
 
Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!  

-=-=-=-=-

http://dunia.news.viva.co.id/news/read/287942-studi--dongeng-klasik-mengerikan-untuk-anak



Studi: Dongeng Klasik Mengerikan untuk Anak
Ada 10 judul teratas dongeng klasik yang sudah tidak dibacakan lagi oleh banyak 
orangtua.
Selasa, 14 Februari 2012, 05:34Sandy Adam Mahaputra, Indrani Putr

VIVAnews - Selama ini banyak orang tua yang masih membacakan dongeng klasik 
seperti Putri Salju atau Rapunzel untuk menidurkan anak-anak mereka.

Namun siapa sangka, jumlah orang tua yang masih melakukan kebiasaan ini 
menyusut drastis karena banyak dongeng klasik yang dianggap menakutkan bagi 
anak-anak.



Menurut sebuah studi yang melibatkan 2000 orang tua di Amerika Serikat sebagai 
responden baru-baru ini, seperempat di antaranya mengaku tidak membacakan 
dongeng sebelum tidur untuk anak-anak mereka sebelum usianya mencapai lima 
tahun. Alasannya, mereka kewalahan menghadapi pertanyaan-pertanyaan canggung 
yang akan muncul dari anak-anak.



Dilansir Telegraph, Minggu 12 Februari 2012, sepertiga orang tua mengaku 
anak-anak mereka menangis dan bukannya tidur setelah dibacakan dongeng Gadis 
Kecil Berjubah Merah. Beberapa dongeng lain karya Hans Christian Andersen serta 
Grimm Bersaudara juga menimbulkan efek serupa pada anak-anak.



"Dongeng sebelum tidur seharusnya bisa menenangkan anak-anak dan membuat mereka 
tidur nyenyak. Namun seperti yang bisa kita lihat, beberapa cerita dapat 
menjadi begitu dramatis dan "gelap" sehingga bisa dimengerti mengapa banyak 
orang tua yang menolak mendongengi anak-anak mereka," kata Steven Homsey dari 
kanal televisi Watch.



Homsey tak menampik bahwa dongeng mengajarkan nilai-nilai moral. "Sebagai orang 
dewasa, kita tentu bisa melihat sisi polos dongeng, namun tidak demikian halnya 
dengan anak lima tahun dengan imajinasi ke lewat aktif yang biasanya memaknai 
segala sesuatu dengan harafiah," tambahnya.



Studi ini juga menemukan, dua per tiga orang tua menghindari dongeng yang bisa 
membuat anak-anak mimpi buruk. Kalaupun harus membacakan dongeng sebelum tidur, 
mereka lebih memilih dongeng modern yang memberi pesan moral kuat tanpa perlu 
menjadi menakutkan.



Berikut daftar 10 judul teratas dongeng klasik yang sudah tidak dibacakan 
kebanyakan orang tua dan alasannya:
1. Hansel dan Gretel - Kisah tentang dua anak kecil yang tersesat di hutan 
dinilai menakutkan untuk anak-anak.

2. Jack dan Pohon Kacang - Dinilai terlalu tidak nyata.

3. Si Kue Jahe - Banyak orang tua yang merasa tidak nyaman menceritakan si kue 
jahe yang akhirnya dimakan serigala.

4. Gadis Kecil Berjubah Merah - Banyak orang tua yang merasa detail nenek si 
gadis dimakan serigala kurang pantas diceritakan.

5. Putri Salju dan Tujuh Kurcaci - Istilah "kurcaci" dianggap kurang layak.

6. Cinderella - Cerita tentang gadis yang mengerjakan semua pekerjaan rumah 
dianggap ketinggalan zaman.

7. Rapunzel - Banyak orangtua yang khawatir menceritakan anak perempuan yang 
diculik.

8. Rumpelstiltskin - Bercerita tentang eksekusi dan penculikan.

9. Ikal Emas dan Tiga Beruang - Mengirim pesan yang salah tentang mencuri.

10. Ratu Lebah - Dinilai kurang pantas karena ada tokoh yang bernama Simpleton, 
atau berarti "Orang yang bodoh dan gampang ditipu."

Kirim email ke