Aa' Dewa ( Ada apa dengan Wahabi )
Bagi yg pernah membaca 'Sekilas Tentang Wahabi
(Salafy)' posting dari Bang Lutfi, ini saya reposting
lagi. Mengingat kacong Said dan kacong Yahya belum
memberikan jawabannya.

Menanggapi banyaknya permintaan pembaca tentang
sejarah berdirinya
Wahabi maka
kami berusaha memenuhi permintaan itu sesuai dengan
asal usul dan sejarah
perkembangannya semaksimal mungkin berdasarkan
berbagai sumber dan rujukan
kitab-kitab yang dapat dipertanggung- jawabkan,
diantaranya, Fitnatul
Wahabiyah
karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan I'tirofatul Jasus
AI-Injizy pengakuan Mr.
Hempher, Daulah Utsmaniyah dan Khulashatul Kalam karya
Sayyid Ahmad Zaini
Dahlan, dan lain-lain.

Nama Aliran Wahabi ini diambil dari nama pendirinya,
Muhammad bin
Abdul Wahab
(lahir di Najed tahun 1111 H / 1699 M). Asal mulanya
dia adalah
seorang pedagang
yang sering berpindah dari satu negara ke negara lain
dan diantara
negara yang
pernah disinggahi adalah Baghdad, Iran, India dan
Syam. Kemudian pada
tahun 1125
H / 1713 M, dia terpengaruh oleh seorang orientalis
Inggris bernama
Mr. Hempher
yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di Timur
Tengah. Sejak itulah
dia menjadi
alat bagi Inggris untuk menyebarkan ajaran barunya.
Inggris memang telah
berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan agama baru di
tengah umat Islam
seperti
Ahmadiyah dan Baha'i. Bahkan Muhammad bin Abdul Wahab
ini juga
termasuk dalam
target program kerja kaum kolonial dengan alirannya
Wahabi.

Mulanya Muhammad bin Abdul Wahab hidup di lingkungan
sunni pengikut
madzhab
Hanbali, bah­kan ayahnya Syaikh Abdul Wahab adalah
seorang sunni
yang baik,
begitu pula guru-gurunya. Namun sejak semula ayah dan
guru-gurunya
mempunyai
firasat yang kurang baik tentang dia bahwa dia akan
sesat dan menyebarkan
kesesatan. Bahkan mereka menyuruh orang-orang untuk
berhati-hati
terhadapnya.
Ternyata tidak berselang lama firasat itu benar.
Setelah hal itu terbukti
ayahnya pun menentang dan memberi peringatan khusus
padanya. Bahkan kakak
kandungnya, Sulaiman bin Abdul Wahab, ulama' besar
dari madzhab
Hanbali, menulis
buku bantahan kepadanya dengan judul As-Sawa'iqul
Ilahiyah Fir Raddi Alal
Wahabiyah. Tidak ketinggalan pula salah satu gurunya
di Madinah, Syekh
Muhammad
bin Su­laiman AI-Kurdi as-Syafi'i, menulis surat
berisi nasehat:

"Wahai Ibn Abdil Wahab, aku menasehatimu karena Allah,
tahanlah
lisanmu dari
mengkafirkan kaum muslimin, jika kau dengar seseorang
meyakini bahwa
orang yang
ditawassuli bisa memberi manfaat tanpa kehendak Allah,
maka ajarilah dia
kebenaran dan terangkan dalilnya bahwa selain Allah
tidak bisa memberi
manfaat
maupun madharrat, kalau dia menentang bolehlah dia kau
anggap kafir,
tapi tidak
mungkin kau mengkafirkan As-Sawadul A'dham (ketompok
mayoritas)
diantara kaum
muslimin, karena engkau menjauh dari kelompok
terbesar, orang yang
menjauh dari
kelompok terbesar lebih dekat dengan kekafiran, sebab
dia tidak
mengikuti jalan
muslimin".

Sebagaimana diketahui bahwa madzhab Ahlus Sunah sampai
hari ini adalah
kelompok
terbesar. Allah berfirman : "Dan barang siapa yang
menen­tang
Rasul sesudah
jelas ke­benaran baginya, dan mengikuti jalan yang
bukan jalan
orang-orang
mukmin, kami biarkan ia

leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu
(Allah biarkan
mereka
bergelimang dalam kesesatan) dan kami masukkan ia ke
dalam jahannam, dan
jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali (QS: An-Nisa
115)

Salah satu dari ajaran yang (diyakini oleh Muhammad
bin Abdul Wahab,
adalah
mengkufurkan kaum muslim sunni yang mengamalkan
tawassul, ziarah
,kubur, maulid
nabi, dan lain-lain. Berbagai dalil akurat yang
disampaikan
ahlussunnah wal
jama'ah berkaitan dengan tawassul, ziarah, kubur serta
maulid, ditolak
tanpa
alasan yang dapat diterima. Bahkan lebih dari itu,
justru berbalik
mengkafirkan
kaum muslimin sejak 600 tahun sebelumnya, termasuk
guru-gurunya sendiri.

Pada satu kesempatan seseorang bertanya pada Muhammad
bin Abdul Wahab,
"Berapa
banyak Allah membebaskan orang dari neraka pada bulan
Ramadhan?"
Dengan segera
dia menjawab, "Setiap malam Allah membebaskan 100 ribu
orang, dan di
akhir malam
Ramadhan Allah membebaskan sebanyak hitungan orang
yang telah
dibebaskan dari
awal sampai akhir Ramadhan" Lelaki itu bertanya lagi
"Kalau begitu
pengikutmu
tidak mencapai satu person pun dari jumlah tersebut,
lalu siapakah
kaum muslimin
yang dibebaskan Allah tersebut? Dari manakah jumlah
sebanyak itu?
Sedangkan
engkau membatasi bahwa hanya pengikutmu saja yang
muslim." Mendengar
jawaban itu
Ibn Abdil Wahab pun terdiam seribu bahasa.

Sekalipun demikian Muhammad bin Abdul Wahab tidak
menggubris nasehat
ayahnya dan
guru-gurunya itu. Dengan berdalihkan pemurnian ajaran
Islam, dia terus
menyebarkan ajarannya di sekitar wilayah Najed.
Orang-orang yang
pengetahuan
agamanya minim banyak yang terpengaruh. Termasuk
diantara pengikutnya
adalah
penguasa Dar'iyah, Muhammad bin Saud (meninggal tahun
1178 H / 1765 M)
pendiri
dinasti Saudi, yang dikemudian hari menjadi mertuanya.
Dia mendukung
secara
penuh dan memanfaatkannya untuk memperluas wilayah
kekuasaannya. Ibn Saud
sendiri sangat patuh pada perintah Muhammad bin Abdul
Wahab. Jika dia
menyuruh
untuk membunuh atau merampas harta seseorang dia
segera
melaksanakannya dengan
keyakinan bahwa kaum muslimin telah kafir dan syirik
selama 600 tahun
lebih, dan
membunuh orang musyrik dijamin surga.

Sejak semula Muhammad bin Abdul Wahab sangat gemar
mempelajari sejarah
nabi-nabi
palsu, seperti Musailamah Al-Kadzdzab, Aswad Al-Ansiy,
Tulaihah
Al-Asadiy dll.
Agaknya dia punya keinginan mengaku nabi, ini tampak
sekali ketika ia
menyebut
para pengikut dari daerahnya idengan julukan
Al-Anshar, sedangkan
pengikutnya
dari luar daerah dijuluki Al-Muhajirin. Kalau
seseorang ingin menjadi
pengikutnya, dia harus mengucapkan dua syahadat di
hadapannya kemudian
harus
mengakui bahwa sebelum masuk Wahabi dirinya adalah
musyrik, begitu
pula kedua
orang tuanya. Dia juga diharuskan mengakui bahwa para
ulama' besar
sebe­lumnya telah mati kafir. Kalau mau mengakui
hal tersebut dia
diterima
menjadi pengikutnya, kalau tidak dia pun langsung
dibunuh. Muhammad
bin Abdul
Wahab juga sering merendahkan Nabi SAW dengan dalih
pemurnian akidah,
dia juga
membiarkan para pengikutnya melecehkan Nabi di
hadapannya,
sampai-sampai seorang
pengikutnya berkata :

"Tongkatku ini masih lebih baik dari Muhammad, karena
tongkat-ku masih
bisa
digunakan membu­nuh ular, sedangkan Muhammad telah
mati dan tidak
tersisa
manfaatnya sama sekali. Muhammad bin Abdul Wahab di
hadapan
pengikutnya tak
ubahnya seperti Nabi di hadapan umatnya. Pengikutnya
semakin banyak
dan wilayah
kekuasaan semakin luas. Keduanya bekerja sama untuk
memberantas
tradisi yang
dianggapnya keliru dalam masyarakat Arab, seperti
tawas­sul,
ziarah kubur,
peringatan Mau­lid dan sebagainya. Tak
mengherankan bila para pengikut
Muhammad bin Abdul Wahab lantas menyerang makam-makam
yang mulia.
Bahkan, pada
1802, mereka menyerang Karbala-Irak, tempat
dikebumikan jasad cucu
Nabi Muhammad
SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib. Karena makam
tersebut dianggap
tempat munkar
yang berpotensi syirik kepada Allah. Dua tahun
kemudian, me­reka
menyerang
Madinah, menghancurkan kubah yang ada di atas kuburan,
menjarah
hiasan-hiasan
yang ada di Hujrah Nabi Muhammad. Keberhasilan
menaklukkan
Madinah berlanjut.

Mereka masuk ke Mekkah pada 1806, dan merusak kiswah,
kain penutup
Ka'bah yang
terbuat dari sutra. Kemudian merobohkan puluhan kubah
di Ma'la,
termasuk kubah
tempat kelahiran Nabi SAW, tempat kelahiran Sayyidina
Abu Bakar dan
Sayyidina
Ali, juga kubah Sayyidatuna Khadijah, masjid Abdullah
bin Abbas.
Mere­ka
terus menghancurkan masjid-masjid dan tempat-tempat
kaum solihin sambil
bersorak-sorai, menyanyi dan diiringi tabuhan kendang.
Mereka juga
mencaci-maki
ahli kubur bahkan sebagian mereka kencing di kubur
kaum solihin tersebut.

Gerakan kaum Wahabi ini membuat Sultan Mahmud II,
penguasa Kerajaan
Usmani,
Istanbul-Turki, murka. Dikirimlah prajuritnya yang
bermarkas di Mesir,
di bawah
pimpinan Muham­mad Ali, untuk melumpuhkannya. Pada
1813, Madinah
dan Mekkah
bisa direbut kembali. Gerakan Wahabi surut. Tapi, pada
awal abad
ke-20, Abdul
Aziz bin Sa'ud bangkit kembali mengusung paham Wahabi.
Tahun 1924, ia
berhasil
menduduki Mekkah, lalu ke Madinah dan Jeddah,
memanfaatkan kelemahan Turki
akibat kekalahannya dalam Perang Dunia I. Sejak itu,
hingga kini,
paham Wahabi
mengendalikan pemerintahan di Arab Saudi. Dewasa ini
pengaruh gerakan
Wahabi
bersifat global. Riyadh mengeluarkan jutaan dolar AS
setiap tahun untuk
menyebarkan ideologi Wahabi. Sejak hadirnya Wahabi,
dunia Islam tidak
pernah
tenang penuh dengan pergolakan pemikiran, sebab
kelompok ekstrem itu
selalu
menghalau pemikiran dan pemahaman agama Sunni-Syafi' i
yang sudah mapan.

Kekejaman dan kejahilan Wahabi lainnya adalah
meruntuhkan kubah-kubah
di atas
makam sahabat-sahabat Nabi SAW yang berada di Ma'la
(Mekkah), di Baqi'
dan Uhud
(Madinah) semuanya diruntuhkan dan diratakan dengan
tanah dengan
mengunakan
dinamit penghancur. Demikian juga kubah di atas tanah
Nabi SAW dilahirkan,
yaitu di Suq al Leil diratakan dengan tanah dengan
menggunakan dinamit dan
dijadikan tempat parkir onta, namun karena gencarnya
desakan kaum Muslimin
International maka dibangun perpustakaan. Kaum Wahabi
benar-benar
tidak pernah
menghargai peninggalan sejarah dan menghormati
nilai-nilai luhur
Islam. Semula
AI-Qubbatul Khadra (kubah hijau) tempat Nabi Muhammad
SAW dimakamkan
juga akan
dihancurkan dan dira­takan dengan tanah tapi
karena ancaman
International 
maka orang-orang biadab itu menjadi takut dan
mengurungkan niatnya.
Begitu pula
seluruh rangkaian yang menjadi manasik haji akan
dimodifikasi termasuk
maqom
Ibrahim akan digeser tapi karena banyak yang
menentangnya maka
diurungkan.

Pengembangan kota suci Makkah dan Madinah akhir-akhir
ini tidak
mempedulikan
situs-situs sejarah Islam. Makin habis saja bangunan
yang menjadi saksi
se­jarah Rasulullah SAW dan sahabatnya. Bangunan
itu dibongkar karena
khawatir dijadikan tempat keramat. Bahkan sekarang,
tempat
kela­hiran Nabi
SAW terancam akan di­bongkar untuk perluasan
tempat parkir.
Sebelumnya,
rumah Ra­sulullah pun sudah lebih dulu digusur.
Padahal, disitulah
Ra­sulullah berulang-ulang menerima wahyu. Di
tempat itu juga
putra-putrinya
dilahirkan serta Khadijah meninggal.

Islam dengan tafsiran kaku yang dipraktikkan wahabisme
paling punya
andil dalam
pemusnahan ini. Kaum Wahabi memandang situs-situs
sejarah itu bisa
mengarah
kepada pemujaan berhala baru. Pada bulan Juli yang
lalu, Sami Angawi,
pakar
arsitektur Islam di wilayah terse­but mengatakan
bahwa beberapa
bangunan
dari era Islam kuno terancam musnah. Pada lokasi
bangunan berumur
1.400 tahun
Itu akan dibangun jalan menuju menara tinggi yang
menjadi tujuan
ziarah jamaah
haji dan umrah.

"Saat ini kita tengah menyaksikan saat-saat terakhir
sejarah
Mak­kah. Bagian
bersejarahnya akan segera diratakan untuk dibangun
tempat parkir," katanya
kepada Reuters. Angawi menyebut setidaknya 300
bangunan bersejarah di
Makkah dan
Madinah dimusnahkan selama 50 tahun terakhir. Bahkan
sebagian besar
bangunan
bersejarah Islam telah punah semenjak Arab Saudi
berdiri pada 1932.
Hal tersebut
berhubungan dengan maklumat yang dikeluarkan Dewan
Keagamaan Senior
Kerajaan
pada tahun 1994. Dalam maklumat tersebut tertulis,
"Pelestarian bangunan
bangunan bersejarah berpotensi menggiring umat Muslim
pada penyembahan
berhala."

Nasib situs bersejarah Islam di Arab Saudi memang
sangat menyedihkan.
Mereka
banyak menghancurkan peninggalan- peninggalan Islam
sejak masa Ar-Rasul
SAW.
Semua jejak jerih payah Rasulullah itu habis oleh
modernisasi ala Wahabi.
Sebaliknya mereka malah mendatangkan para arkeolog
(ahli purbakala)
dari seluruh
dunia dengan biaya ratusan juta dollar untuk menggali
peninggalan- peninggalan
sebelum Islam baik yang dari kaum jahiliyah maupun
sebelumnya dengan
dalih obyek
wisata. Kemudian dengan bangga mereka menunjukkan
bahwa zaman pra
Islam telah
menun­jukkan kemajuan yang luar biasa, tidak
diragukan lagi ini
merupakan
pelenyapan bukti sejarah yang akan menimbulkan suatu
keraguan di
kemudian hari.

Gerakan wahabi dimotori oleh para juru dakwah yang
radikal dan
ekstrim, mereka
menebarkan kebencian permusuhan dan didukung oleh
keuangan yang cukup
besar.
Mereka gemar menuduh golongan Islam yang tak sejalan
dengan mereka dengan
tuduhan kafir, syirik dan ahli bid'ah. Itulah ucapan
yang selalu
didengungkan di
setiap kesempatan, mereka tak pernah mengakui jasa
para ulama Islam
manapun
kecuali kelompok mereka sendiri. Di negeri kita ini
mereka menaruh
dendam dan
kebencian mendalam kepada para Wali Songo yang
menyebarkan dan
meng-Islam-kan
penduduk negeri ini.

Mereka mengatakan ajaran para wali itu masih
kecampuran kemusyrikan
Hindu dan
Budha, padahal para Wali itu telah meng-Islam-kan 90 %
penduduk negeri
ini.
Mampukah wahabi-wahabi itu meng-Islam-kan yang 10 %
sisanya?
Mempertahankan yang
90 % dari terkaman orang kafir saja tak bakal mampu,
apalagi mau
menambah 10 %
sisanya. Justru mereka dengan mudahnya mengkafirkan
orang-orang yang
dengan
nyata bertauhid kepada Allah SWT. Jika bukan karena
Rahmat Allah yang
mentakdirkan para Wali Songo untuk berdakwah ke negeri
kita ini, tentu
orang-orang yang menjadi corong kaum wahabi itu masih
berada dalam
kepercayaan
animisme, penyembah berhala atau masih kafir. (Naudzu
Billah min Dzalik).

Oleh karena itu janganlah dipercaya kalau mereka
mengaku-aku sebagai
faham yang
hanya berpegang teguh pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Mereka berdalih
mengikuti
keteladanan kaum salaf apalagi mengaku sebagai
golongan yang selamat dan
sebagainya, itu semua omong kosong belaka. Mereka
telah menorehkan
catatan hitam
dalam sejarah dengan membantai ribuan orang di Makkah
dan Madinah
serta daerah
lain di wilayah Hijaz (yang sekarang dinamakan Saudi).
Tidakkah anda
ketahui
bahwa yang terbantai waktu itu terdiri dari para ulama
yang sholeh dan
alim,
bahkan anak-anak serta balita pun mereka bantai di
hadapan ibunya. Tragedi
berdarah ini terjadi sekitar tahun 1805. Semua itu
mereka lakukan
dengan dalih 
memberantas bid'ah, padahal bukankah nama Saudi
sendiri adalah suatu nama
bid'ah? Karena nama negeri Rasulullah SAW diganti
dengan nama satu
keluarga
kerajaan pendukung faham wahabi yaitu As-Sa'ud.

Sungguh Nabi SAW telah memberitakan akan datangnya
Faham Wahabi ini dalam
beberapa hadits, ini merupakan tanda kenabian beliau
SAW dalam
memberitakan 
sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits-hadits ini
adalah shahih,
sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI &
MUSLIM dan lainnya.
Diantaranya: "Fitnah itu datangnya dari sana, fitnah
itu datangnya
dari arah
sana," sambil menunjuk ke arah timur (Najed).

(HR. Muslim dalam Kitabul Fitan)

"Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang
membaca Al-Qur'an
namun
tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak
sampai ke hati), mereka
ke­luar dari agama seperti anak panah keluar dari
busurnya, mereka
tidak
akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan
kembali ketempatnya,
tanda-tanda mereka ialah bercukur (Gundul)."

(HR Bukho-ri no 7123, Juz 6 hal 20748). Hadis ini juga
diriwayatkan
oleh Ahmad,
Ibnu Majah, Abu Daud, dan Ibnu Hibban

Nabi SAW pernah berdo'a: "Ya Allah, berikan kami
berkah dalam negara
Syam dan
Yaman," Para sahabat berkata: Dan dari Najed, wahai
Rasulullah, beliau
berdo'a:
Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan
Yaman, dan pada
yang ketiga
kalinya beliau SAW bersabda: "Di sana (Najed) akan ada
keguncangan
fitnah serta
di sana pula akan muncul tanduk syaitan.", Dalam
riwayat lain dua tanduk
syaitan.

Dalam hadits-hadits tersebut dijelaskan, bahwa
tanda-tanda mereka adalah
bercukur (gundul). Dan ini adalah merupakan nash yang
jelas ditujukan
kepada
para penganut Muhammad bin Abdul Wahab, karena dia
telah memerintahkan
setiap
pengikutnya mencukur rambut kepalanya hingga mereka
yang mengikuti tidak
diperbolehkan berpaling dari majlisnya sebelum
bercukur gun­dul. Hal
seperti ini tidak pernah terjadi pada aliran-aliran
sesat lain sebelumnya.
Seperti yang telah dikatakan oleh Sayyid Abdurrahman
Al-Ahdal:

"Tidak perlu kita menulis buku untuk menolak Muhammad
bin Abdul
Wa­hab,
karena sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits
Rasulullah SAW itu
sendiri yang
telah menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah
bercukur (gundul),
karena ahli
bid'ah sebelumnya tidak pernah berbuat demikian".
Al-Allamah Sayyid
AIwi bin
Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub Abdullah AI-Haddad
menyebutkan dalam
kitabnya
Jala'udz Dzolam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh
Abbas bin Abdul
Muthalib
dari Nabi SAW: "Akan keluar di abad kedua belas nanti
di lembah BANY
HANIFAH
seorang lelaki, yang tingkahnya bagaikan sapi jantan
(sombong),
lidahnya selalu
menjilat bibirnya yang besar, pada zaman itu banyak
terjadi kekacauan,
mereka
menghalalkan harta kaum muslimin, diambil untuk
berdagang dan
menghalalkan darah
kaum muslimin..." AI-Hadits.

BANY HANIFAH adalah kaum nabi palsu Musailamah
Al-Kadzdzab dan
Muhammad bin
Saud. Kemudian dalam kitab tersebut Sayyid AIwi
menyebutkan bahwa
orang yang
tertipu ini tiada lain ialah Muhammad bin Abdul Wahab.
Adapun mengenai
sabda
Nabi SAW yang mengisyaratkan bahwa akan ada
keguncangan dari arah
timur (Najed)
dan dua tanduk setan, sebagian, ulama mengatakan bahwa
yang dimaksud
dengan dua
tanduk setan itu tiada lain adalah Musailamah
Al-Kadzdzab dan Muhammad
Ibn Abdil
Wahab.

Pendiri ajaran wahabiyah ini meninggal tahun 1206 H /
1792 M, seorang
ulama'
mencatat tahunnya dengan hitungan Abjad: "Ba daa
halaakul khobiits"
(Telah nyata
kebinasaan Orang yang Keji)

(Masun Said Alwy)

Diambil dari rubrik Bayan, majalah bulanan Cahaya
Nabawiy No. 33 Th.
III Sya'ban
1426 H / September 2005 M



 
____________________________________________________________________________________
It's here! Your new message!  
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/lOt0.A/hOaOAA/yQLSAA/HFfwlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Dapatkan:
- Berita Aktual Dunia Islam di www.eramuslim.com
- Unlimited Mail Storage di Gmail.com (Featured w/ Conversation View)
  (http://mail.google.com/mail)

Kirim email kosong untuk:
- subscribe : [EMAIL PROTECTED]
- no mail     : [EMAIL PROTECTED]
- daily digest: [EMAIL PROTECTED]
- individual email: [EMAIL PROTECTED]

Mailing List ini kita jaga agar senantiasa bersih dari:
- Spam, Virus, Trojan, Spyware, dlsb

Email mengandung attachment, sebaiknya dikirim dulu ke:
- [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1pamekasan/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1pamekasan/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke