|
----- Original Message -----
Sent: Monday, May 08, 2006 11:59 AM
Subject: FW: Artis AFI tidak seperti yang kita bayangkan
From:
Aris K Sent: Monday, May 08, 2006 10:59
AM Subject: FW:Artis AFI tidak
seperti yang kita bayangkan
----- Original Message -----
Sent: Sunday, May
07, 2006 1:14 PM
Subject: Fwd:
[KRLMania.com] OOT: FW:Artis AFI tidak seperti yang kita
bayangkan
kalaul bener gini... wah... hati-hati nih
moms & dads yang udah merencanakan balitanya buat jadi artis kalo udah
gede... hehehehe...
Dua hari yang lalu gw
ketemu dengan salah seorang personel AFI (Akademi Fantasi
Indosiar). Selain lepas kangen (he..he) gw juga dapat
cerita seru dari kehidupan
mereka.
Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung
atau ketika nongol di teve, kehidupan artis AFI
sangat memprihatinkan.
Banyak di antara mereka yang hidup
terlilit utang ratusan juta rupiah. Pasalnya, orang tua
mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms
putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun
kemenangan AFI itu yang berasal dari pilihan publik.
Kemenangan mereka ditentukan seberapa besar orang tua mereka
sanggup menghabiskan uang untuk sms. Orang tua
Alfin dan Bojes abis 1 M. Namun mereka orang kaya,
biarin aja.
Yang kasian mah, yang kaga punya
duit. Fibri (AFI 2005) yang tereliminasi di
minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta. Dia sekarang
hidup di sebuah kos sederhana di depan Indosiar.
Kosnya emang sedikit mahal RP 500.000. Namun itu
dipilih karena pertimbangan hemat ongkos transportasi. Kos itu sederhana (masih bagusan kos gw
gitu loh), bahkan kamar mandi pun di luar. Makannya
sekali sehari. Makan dua kali sehari sudah mewah buat
Fibri. Kaga ada dugem and kehidupan glamor, lha makan
aja susah.
Ada banyak yang seperti Fibri. Sebut
saja intan, Nana, Yuke, Eki,
dll.
Mereka teikat kontrak ekslusif dengan
manajemen Indosiar. Jadi, kaga bisa cari job di luar
Indosiar. Bayaran di Indonesiar sangat kecil. Lagian
pembagian job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI
seperti Jovita dan Pasya kebanjiran job,
sementara yang lain kaga dapat/jarang dapat job. Maklum
artisnya sudah kebanyakan. Makanya buat makan aja mereka
susah. Temen gw malah sering dijadiin tempat buat minjem
duit. Minjemnya bahkan cuma Rp 100.000. Buat
makan gitu loh. Mereka ga berani minjem banyak karena
takut ga bisa
bayar.
Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi.
Para orang tua dan anak
Indonesia dijanjikan ketenaran dan
kekayaan lewat sebuah ajang adu bakat di
televisi. Mereka dikontrak ekslusif selama dua tahun
oleh Indosiar. Namun tidak ada jaminan hidup sama
sekali. Mereka hanya dibayar kalo ada manggung. Itu pun
kecil sekali, dan tidak menentu. Buruh pabrik yang
gajinya Rp 900.000 jauh lebih sejahtera daripada
mereka.
Nah acara ini dan acara sejenis masih banyak,
Pildacil juga begitu. Kasian orang tua dan anak yang rela
antre berjam-jam untuk sebuah penipuan seperti ini.
Seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak
lolos dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung. Kalau
dia sampai masuk, bisa dibayangkan betapa dia akan
membuat orang tuanya punya utang yang melilit pinggang, yang
tidak akan terbayar sampai kontraknya
habis.
mungkin ada yang tertarik buat ngangkat cerita itu
ke media anda? Gw punya nomer kontak mereka. Gaya
hidup mereka yang kontras dengan image publik kayanya
menarik untuk diangkat. Ini juga penting
agar anak-anak dan orang tua di Indonesia kaga
tertipu lebih banyak
lagi.
=====
Gabung, Keluar, Mode Pengiriman: [EMAIL PROTECTED]
Forum Diskusi: http://www.sma2brebes.tk
JANGAN MENGELUH! dengan keadaan, temukan jawabannya di http://www.bsbplus.tk
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|