'Penundaan 3G Bisa Tumbuhkan Wimax'
Kontributor: Achmad Rouzni Noor II

detikcom - Bandung, Perusahaan telekomunikasi Siemens menyatakan siap untuk 
bertarung di arena Wimax dan 3G. Belum adanya layanan 3G diperkirakan bisa 
menumbuhkan Wimax dengan lebih pesat.

Hal itu dikemukakan Markus Strohmeier, Head Division Fix Network 
Communication Siemens Indonesia. "Kesempatan Wimax besar, kalau 3G ditunda 
terus pertumbuhan Wimax akan lebih besar," ujarnya kepada wartawan di Hotel 
Malya, Bandung, Rabu (27/04/2005). 

Saat ini pemerintah telah menunjuk beberapa perusahaan yang berhak 
menggunakan frekuensi 3G untuk layanan telekomunikasi seluler generasi 
ketiga itu. Namun hingga saat ini belum ada satupun operator yang 
terang-terangan mengoperasikan layanan 3G.

Menurut Markus, kecenderungan untuk pertumbuhan Wimax bisa lebih besar dari 
3G karena Wimax merupakan teknologi nirkabel berkapasitas besar yang bisa 
digunakan untuk backbone. Banyak perusahaan sudah mulai melirik teknologi 
tersebut.

Namun jika 3G berkembang tanpa tertunda, lanjut Markus, konsentrasi 
perusahaan besar di Indonesia akan terpecah antara keduanya. Akibatnya, 
angka pertumbuhan Wimax dan 3G menurutnya akan cenderung sama. 

Baik Wimax maupun 3G sama-sama mampu menyediakan layanan data dan suara 
nirkabel. Wimax adalah teknologi internet nirkabel berkapasitas besar. 
Sedangkan 3G mengacu pada teknologi telekomunikasi seluler berkapasitas 
besar. 

Siemens, menurut Markus, siap untuk bersaing di kedua pasar yang sedang 
berkembang itu. "Siemens siap untuk kedua-duanya. Tapi sayangnya, dua-duanya 
belum matang," kata Markus. 

Regulasi Tak Menentu

Selain belum adanya perusahaan yang menjalankan 3G atau Wimax secara 
komersial, Markus juga melihat faktor regulasi menghambat kedua teknologi 
itu. Contohnya, papar Markus, dalam hal frekuensi. 

"Frekuensi untuk wimax sementara ini ada di 3,3 dan 3,5 GHz. Tapi tampaknya 
pemerintah akan menggeser ke 5 GHz," tutur Markus.

Hal itu agaknya membuat vendor teknologi di Indonesia bersikap wait and see. 
"Bila membeli perangkat Wimax sekarang akan rugi, belum ada satu supplier 
pun yang bisa memastikan perangkat wimax, karena kebijakan pemerintah yang 
berubah-ubah," Markus menambahkan.

Tapi Markus masih berharap semua operator telekomunikasi besar akan 
mendapatkan lisensi 3G dan Wimax. Hampir semua operator, ujarnya, sudah 
mencoba 3G di lingkungan internal. 

Saat ini pemerintah sedang melakukan audit terhadap pemberian lisensi 3G. 
Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil bahkan sempat menuturkan 
bahwa idealnya semua operator yang sudah operasional bisa mendapatkan 
lisensi 3G.
(wsh)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------------------------
Baca berita-2 terbaru seputar seluler via WAP:
http://tagtag.com/SMSMania

Untuk keluar dari milis, silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/SMSMania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke