Sempat Dituding Gagal 
Chip Ponsel Intel Ada Peminat Juga 

Jakarta - Dua tahun silam Intel Corp. meluncurkan chip untuk telepon 
seluler. Sempet dilabel produk gagal, akhirnya Intel berhasil juga 
menjaring pelanggan. 

Pembuat chip terbesar di dunia ini mengatakan, mitra bisnisnya --
mmO2 Plc., pembuat piranti bergerak-- akan mulai memasarkan ponsel 
bermusik yang menggunakan chip ponsel Intel, Manitoba. Manitoba 
sebenarnya sudah dirilis sejak Februari tahun 2003 lalu. 

Sebelumnya produk keluaran Intel ini dianggap produk gagal. Dengan 
predikatnya yang disinyalir tidak mampu menjaring peminat dan 
menghadapi persaingan ketat dengan pemain-pemain lain, misalnya 
perusahaan pembuat prosesor telekomunikasi seluler, Texas Instrument 
Inc. 

Menurut penjelasan David Rogers marketing manager Intel, Intel sudah 
mereformasi chip-nya agar dapat menurunkan harga pasaran. Ini adalah 
salah satu alasan kenapa mmO2 tertarik untuk menggunakan chip intel. 
Nantinya ponsel yang memakai chip keluaran Intel ini akan dijual 
seharga 199 poundsterling (Rp 3,5 juta). Dan baru hanya akan 
tersedia di Inggris dan Jerman. Demikian menurut pemberitaan Reuters 
yang dikutip detikinet Jumat (3/6/2005). 

Sementara itu, Paul Ottelini, Chief Executive Intel berkomentar, 
Intel telah menjadi yang terdepan untuk urusan teknologi komunikasi 
dan komputer. Walau sebetulnya perjuangan Intel di dunia 
telekomunikasi seluler ibarat duri dalam daging bagi perusahaan yang 
lebih handal dengan produk prosesornya ini. 

Perusahaan tersebut memiliki banyak pelanggan untuk chip aplikasi 
keluarannya. Tapi chip telekomunikasi seluler teranyarnya, jumlah 
pelanggannya bisa dihitung dengan jari. Sedikit sekali. 

Kendati begitu, Intel dengan chip ponsel yang dinamai Hermon--yang 
akan dioperasikan untuk jaringan telekomunikasi generasi ketiga (3G)-
- mengatakan, pihaknya tengah menjalin kerjasama dengan perusahaan 
pembuat piranti bergerak. Meski nama perusahaan itu masih rahasia, 
Intel sudah merencanakan publikasi bisnis terkait pada semester 
kedua 2005. 

Disamping gembar-gembor Manitoba, ternyata masih ada hal menarik 
lainnya. Executive Vice President Intel Sean Maloney melihat ada 
kemungkinan permintaan komputer jinjing di kalangan industri 
meningkat. 

"Permintaannya akan terus meningkat," ujar Maloney dalam kesempatan 
pembicaraan mengenai komputer notebook dan produk-produk lainnya 
seperti chip PC bergerak terbaru keluaran Intel, Sonoma. 

Maloney, yang juga menjabat sebagai manajer umum Intel Mobility 
Group membahas pula seputar kerjasama Intel dengan TiVo Inc. 
Pasalnya layanan TiVo-to-Go yang memungkinkan sharing program TV 
lewat teknologi nirkabel Wi-Fi, mau tak mau akan memanfaatkan 
komputer notebook dengan prosesor inti Intel. 

Intel, meski sudah punya segala kelebihan yang membuatnya menjadi 
yang terdepan, masih juga ingin melibas posisi lain di era teknologi 
informasi yang sudah semakin rumit ini. 
(epi) 






------------------------------------------------------
Baca berita-2 terbaru seputar seluler via WAP:
http://tagtag.com/SMSMania

Untuk keluar dari milis, silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/SMSMania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke