Sidik Jari Bisa Amankan Ponsel
Iin Wirdania Anwar - detikcom

Jakarta - Kalau nomor PIN dan password tidak lagi menjamin keselamatan 
pemilik ponsel, lantas kira-kira apa yang lebih canggih dari itu? 
Identitas sidik jari pun mulai dilirik.

Teknologi Biometrik sudah cukup dikenal dalam penggunaannya pada 
sistem ID card teranyar yang diajukan di Inggris. Isu ini dinilai 
cukup kontroversial. Akan tetapi penggunaan sensor sidik jari sebagai 
password ponsel, laptop dan personal computer (PC) masih terbilang 
baru.

Karenanya, banyak perusahaan berlomba-lomba menawarkan teknologi 
perlindungan sidik jari pada pasar ponsel yang dianggap memiliki 
potensi keuntungan besar.

Untuk merealisasikan hal ini, nantinya pengguna ponsel hanya tinggal 
menyentuhkan jari telunjuknya ke sebuah alat sensor kecil supaya sidik 
jarinya terekam dan terdaftar. Perlu beberapa kali pembacaan untuk 
mendapatkan hasil yang akurat.

Selanjutnya, setiap kali mereka akan menggunakan ponsel atau piranti 
teknologi lain, yang perlu mereka lakukan hanya menggesek-gesekkan 
jari telunjuk pada alat tersebut dan ajaib! mereka pun sudah dapat 
mengakses jaringan.



Sensor sidik jari juga akan dipakai pada mouse maupun alat navigasi 
lain. Kegunaannya untuk aktivitas web browsing, gaming, dan menu 
scrolling.

"Semakin banyak kasus yang dilaporkan seputar pencurian komputer yang 
berisikan data penting," ujar Alan Kramer dari UPEK--salah satu 
perusahaan yang mengembangkan teknologi terkait. "Pertumbuhan piranti-
piranti berteknologi canggih dan semakin banyaknya data-data penting 
yang terkandung, merupakan sinyal bahwa kebutuhan akan perlindungan 
data-data tersebut akan semakin meningkat," lanjutnya seperti dilansir 
BBC News dan dikutip detikinet Jumat (10/6/2005).

Dengan adanya teknologi perlindungan alat dengan metode sidik jari, 
akan membuat pencuri data semakin kesulitan. Begitu pula halnya dengan 
para pencuri identitas. Bahkan jika mau aplikasi ini dapat pula 
dimanfaatkan untuk melindungi hard drive dan aplikasi lain.

Aplikasi Luas

Sistem keamanan sidik jari ini akan menambah harga laptop menjadi 30 
poundsterling (Rp 525 ribu) lebih mahal. Namun diramalkan nilai itu 
akan menurun. Beberapa piranti berteknologi canggih di Jepang juga 
telah menggunakan sistem ini. Meski sebagian besar operator ponsel 
belum mengadopsi teknologi sidik jari yang dimaksud.

Kramer juga melihat potensi pemanfaatan sistem keamanan sidik jari ini 
pada konten-konten bersifat dewasa. Hal ini penting, misalnya, untuk 
menghindari anak-anak di bawah 18 tahun untuk mengakses situs judi.

Hingga saat ini sudah ada beberapa negara yang mengadopsi sistem 
keamanan terkait. Anggota militer Amerika Serikat sudah menggunakan 
sidik jari untuk mengakses markas mereka di Korea dan Jerman.

Kepolisian Malaysia juga tak mau kalah. Anggotanya kini menenteng PDA 
yang dilengkapi scanner sidik jari untuk memeriksa izin mengemudi. 
Bahkan pintu dan kotak-kotak penyimpanan barang berharga pun dibuka 
dengan menggunakan sidik jari.

Menurut Kramer, penggunaan teknologi ini secara lebih radikal sedang 
dalam proses. Semisal, menggantikan tandatangan dalam pembayaran 
secara kredit di toko-toko, dan kemungkinan penggunaannya untuk 
membuka dan menutup pintu mobil. Wah, yang selama ini cuma khayalan 
rupanya akan benar-benar terwujud!

Sepertinya orang banyak berharap sistem ini akan total menjamin 
keamanan mereka, namun pasti selalu ada cara dan alat untuk 
mengakalinya. "Para penjahat sangat kreatif dalam mencari celah-celah 
keamanan," Phil Robinson, Chief Technology Officer perusahaan keamanan 
IRM mengakhiri.
(wsh)




------------------------------------------------------
Baca berita-2 terbaru seputar seluler via WAP:
http://tagtag.com/SMSMania

Untuk keluar dari milis, silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/SMSMania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke