Telepon Selular Presiden Terbuka 24 Jam bagi Masyarakat

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersedia menerima pesan singkat melalui 
telepon genggamnya (SMS) atau menerima telepon dari masyarakat yang 
menyampaikan pengaduan terhadap berbagai masalah.
   
"Kalau saudara merasa tidak ada kepedulian (dari pejabat), tidak pernah 
didatangi, masalah yang tidak terpecahkan, SMS saya terbuka 24 jam, nomor HP 
terbuka 24 jam," kata Yudhoyono dalam temu wicara dengan para petani dan 
nelayan pada acara Pencanangan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan 
Kehutanan, di Jatiluhur, Jabar, Sabtu (11/6/2005).
   
Presiden kemudian memberikan nomor telepon genggamnya yang bisa dihubungi, 
yakni 0811109949 (empat nomor terakhir sama dengan tanggal kelahirannya, 9 
September 1949).
   
Ia juga menceritakan beberapa waktu lalu ada seorang guru honorer dari Pati, 
Jateng, yang mengirimkan SMS dengan mengeluhkan  dirinya belum menerima honor 
selama empat bulan.
   
Lalu Yudhoyono mengecek langsung kepada Mendiknas Bambang Sudibyo mengapa 
masalah itu bisa terjadi. Diperoleh keterangan bahwa pada bulan Desember 2004 
honornya sudah dikirimkan, tetapi Januari hingga Maret 2005 belum dikirimkan 
karena dananya belum turun dari pusat.
   
Yudhoyono pun menyampaikan kepada guru tersebut dan guru itu bahkan berpesan 
agar honor tiga bulan terakhirnya dirapel (dibayar sekaligus untuk tiga bulan 
itu), tetapi ketika ia menerima honor tidak dirapel, lalu mengirimkan lagi SMS 
kepada Yudhoyono. "Pak katanya dirapel," cerita Yudhoyono disambut tawa hadirin.
   
Presiden menganggap SMS atau telepon yang ia terima dari masyarakat sebagai 
"mata dan telinga" baginya untuk mengetahui bagaimana persoalan yang ada. 
Namun, ia berpesan kepada masyarakat untuk tidak mengirimkan fitnah atau 
memberikan sesuatu yang tidak benar. "Fitnah itu lebih kejam daripada 
pembunuhan, teror tidak baik," katanya.
   
Presiden juga minta pejabat di jajaran pemerintahannya, baik di pusat ataupun 
daerah, untuk terus turun ke bawah (turba)  untuk mengetahui persoalan rakyat 
secara langsung. "Terus turun ke daerah, bertemu rakyat. Kalau perlu bermalam," 
katanya.
   
"Saya tidak senang bila pejabat itu malah berada di luar negeri. Ke luar negeri 
kadang-kadang perlu untuk kerja sama menarik investor, untuk sudi banding, 
menambah keterampilan, tetapi yang tidak benar kalau tidak pernah turun ke 
daerahnya bertemu rakyat," kata Yudhoyono menambahkan.
   
Presiden juga mengingatkan, pejabat tidak boleh berjarak dengan rakyat. "Tidak 
boleh asal presiden senang, asal gubernur senang, asal bapak senang. Yang betul 
itu rakyat harus senang," demikian Presiden. (Ant/Mbk)

Sabtu, 11 Juni 2005, 16:36 WIB
Copyright @ PT. Kompas Cyber Media



------------------------------------------------------
Baca berita-2 terbaru seputar seluler via WAP:
http://tagtag.com/SMSMania

Untuk keluar dari milis, silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/SMSMania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke