http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Seluler&id=90934

Pairing Bluetooth Tak Jamin Keamanan

Dua peneliti asal Universitas Tel Aviv, Israel, menemukan titik lemah
keamanan perangkat dalam hal ber-bluetooth, termasuk pada ponsel.
Vishai Wool dan Yaniv Shaked mengatakan mereka menemukan teknik untuk
memaksa dua perangkat bluetooth melakukan pairing kapan saja.

Bluetooth merupakan sebuah protokol yang memungkinkan perangkat
berbeda seperti ponsel, laptop, headset, dan printer untuk
berkomunikasi nirkabel yang akan berlangsung pada jarak 10 hingga 100
meter.

Serangan pada ponsel bluetooth sebelumnya bisa terjadi jika fitur
keamanannya dimatikan. Tapi pada temuan terbaru dua ilmuan ini,
serangan tetap bisa dilancarkan meski fitur keamanannya tetap aktif.

Selain itu, serangan biasanya terjadi pada saat proses pairing
berlangsung. Ini adalah proses di mana dua perangkat mempersiapkan
komunikasi via bluetooth untuk pertama kalinya. Tapi dalam teknik yang
didemonstrasikan Wool dan Yaniv, penyerang tidak harus menemukan
proses pairing untuk melangsungkan serangan. Mereka bisa memaksakan
agar proses ini berlangsung pada saat yang diperlukan tanpa harus
memasukkan kunci rahasia berupa PIN empat digit ke perangkat seperti
pada umumnya.

"Serangan yang kami demonstrasikan memungkinkan untuk menyadap setiap
proses komunikasi antar perangkat. Dan hal itu bisa dilakukan tidak
hanya ketika proses pairing berlangsung," tutur Shaked.

Pairing berlangsung saat dua perangkat berkomunikasi bluetooth pertama
kali. Wool dan Shaked mengatur untuk memaksakan pairing dengan
pura-pura menjadi salah satu dari kedua perangkat tersebut. Ketika
ditanya kunci rahasia, dia berlagak lupa. Hal ini memacu perangkat
lain untuk memutus kunci. Kemudian keduanya memulai proses pairing
baru. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh hacker untuk mengetahui kunci
rahasia yang baru.

Hacker juga hanya perlu mengetahui nomor ID perangkat karena semua
perangkat bluetooth menyebarkan informasi ini ke semua perangkat
bluetooth yang ada dalam jangkauannya. Shaked dan Wool menunjukkan,
begitu seorang hacker memaksa dua perangkat berkomunikasi, maka
keduanya dapat menemukan kunci rahasia hanya dalam waktu 0,06 detik
pada komputer berprosesor Pentium IV dan 0,3 detik di Pentium III.

"Pairing memungkinkan kita untuk mengambil alih kendali. Tak hanya
itu, bahkan dapat melakukan panggilan dari ponsel kita dan menimpakan
biayanya seolah-olah panggilan tersebut dilakukan dari ponsel orang
lain," ucap Bruce Schneier, pakar keamanan dari California. Ia
berpendapat temuan Wool dan Shaked bukan sekedar teori, namun terbukti
dalam praktek.(ros)





------------------------------------------------------
Baca berita-2 terbaru seputar seluler via WAP:
http://tagtag.com/SMSMania

Untuk keluar dari milis, silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/SMSMania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke