http://www.studiohandphone.com/news_detail.php?id=4935&sub=all

Cyber Acces Komersialkan 3G Tahun Depan

PT Cyber Acces Communications optimistis mampu memberikan layanan
telekomunikasi generasi ketiga (3G) secara komersial pada kuartal pertama
2006 menyusul makin memadainya infrastruktur yang dibutuhkan. "Saat ini
[infrastruktur] sudah ada, memang belum semua. Pas 2006 nanti kami usahakan
Jawa-Bali bisa terjangkau," ungkap Leo Koesmanto, General Manager Commercial
Planning Cyber Access.

Menurut dia, layanan 3G yang kini tengah diuji coba di Jakarta bakal
ditawarkan kepada masyarakat dengan layanan generasi kedua-jasa
telokomunikasi seluler yang telah ada sekarang, secara bersamaan. "Sebab
selain memiliki lisensi 3G kami juga memiliki lisensi 2G."

Cyber Access merupakan operator seluler pertama yang menerima lisensi
layanan 3G pertama dari pemerintah pada 2003 setelah menyisihkan sebelas
peserta lainnya dalam sebuah beauty contest.

Perusahaan ini, yang pada Februari lalu sahamnya diambil alih oleh
Hutchinson-operator telekomunikasi asal Hongkong, mendapatkan alokasi pita
lebar 15 Mhz.

Berdasarkan catatan, pemberian lisensi untuk 3G melalui beauty contest
merupakan yang pertama sekaligus yang terakhir dalam sejarah industri
telekomunikasi di Tanah Air.

Hal ini karena pemerintah segera membuat kejutan pada kuartal pertama 2004
dengan memberikan lisensi kepada Lippo Telecom dengan pita lebar 10 Mhz
tanpa proses tender yang jelas.

Leo mengatakan uji coba 3G saat ini telah dinikmati lebih dari hampir 1.000
pengguna internal di beberapa kawasan Jakarta seperti Slipi Jakarta Barat,
Pondok Indah Jakarta Selatan, Ancol Jakarta Utara, dan Cipinang Jakarta
Timur, serta kawasan Senayan Jakarta Pusat.

Dia menolak merinci strategi macam apa yang hendak diambil oleh Cyber Access
sebagai pemain baru dalam menggelar layanan komersial perdananya. "? Itu
yang tidak bisa kami disclose sekarang."

Menurut dia, persiapan beroperasi secara komersial ini harus dilakukan Cyber
Access kendati pemerintah punya rencana baru terhadap lisensi frekuensi 3G
yang ada saat ini. Leo berharap masalah tersebut segera terselesaikan.

Pasca beralihnya Ditjen Postel di bawah Departemen Komunikasi dan
Informatika, pemerintah berniat menata ulang alokasi frekuesni. Caranya,
segera dilakukan pembersihan frekuensi sekaligus tender ulang frekuensi yang
telah telanjur dibagi.

Sebelumnya CEO Cyber Access Laurens Bulters mengatakan hingga saat ini
pihaknya telah melakukan investasi senilai US$60 juta. Dalam waktu dekat,
kata dia, operator yang dikelolanya bakal membelanjakan modalnya senilai
US$300 juta termasuk membangun 2.000 base tranceiver station (BTS) tahun
depan.

Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com 


------------------------------------------------------
Baca berita-2 terbaru seputar seluler via WAP:
http://tagtag.com/SMSMania

Untuk keluar dari milis, silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/SMSMania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke