Artikel ini diambil dari situs www.studiohandphone.com
Akhirnya situs ini mencantumkan sumber beritanya
Mungkin karna membaca "protes" dari Bung Herry SW di milist ini ya? :)

----------------------------------------

Teknologi 3G Diminati di Ajang Pameran ICS 

PAMERAN Festival Komputer Indonesia (FKI) dan Indonesia Cellular Show (ICS) 
2005 sejak pembukaannya sudah mulai dipadati pengunjung yang ingin mengetahui 
teknologi dan produk terbaru di dunia komputer dan seluler.
Teknologi seluler yang ramai peminatnya tersebut antara lain teknologi 
telekomunikasi generasi ketiga (3G). Jaringan yang mampu mengantarkan data 
berkecepatan tinggi ini nantinya akan menggantikan sistem GSM sekarang.

"FKI dan ICS 2005 memang sengaja diselenggarakan secara paralel supaya 
masyarakat lebih mengetahui masalah pemanfaatan teknologi terbaru seperti 3G," 
ungkap Dirjen Postel Basuki Yusuf Ibrahim dalam pembukaan FKI dan ICS 2005 di 
Jakarta Convention Center.

Contoh layanan berbasis 3G ini adalah percakapan video (video calling). Para 
pengguna ponsel 3G dapat saling melihat lawan bicaranya di layar ponsel dengan 
memanfaatkan kamera ganda di ponselnya. Selain itu masih ada layanan video on 
demand dan akses internet berkecepatan tinggi.

Menurut Suryo Hadiyanto, Manager Corporate Communications PT Telkomsel, 
percakapan video kemungkinan akan menjadi layanan 3G pertama yang lebih dulu 
banyak penggunanya. Alasannya, pengguna bisa langsung melihat dan merasakan 
manfaat video calling. Telkomsel sendiri kini tengah memperluas uji coba 
layanan 3G-nya dari awalnya Jakarta lalu ke Surabaya dan Batam sehingga 
diharapkan sudah bisa dipakai secara komersial tahun depan.

"Jumlah pelanggan Telkomsel yang aktif memakai data berbasis GPRS (sebelum 3G) 
sekarang sudah sekitar 3,5 juta hingga 4 juta. Karena itu kami optimistis 
layanan 3G nanti bisa disambut pasar," kata Suryo.
Operator lainnya tak mau ketinggalan. Mobile-8 dengan produk Fren misalnya 
mengetengahkan layanan data berkecepatan tinggi yang berbasis sistem CDMA 
2000-1x EV-DO. Sedangkan Indosat dan XL mengajak pengunjung mencoba berbagai 
layanan nilai tambah yang akan memperkaya pengalaman berponsel.

Sumber : Media Indonesia
----------------------------------------------------------

Menelpon Dengan 3G Bisa Lebih Murah 

Layanan Generasi 3 (3G) sudah ada di depan mata. Banyak yang berharap, tak 
sedikit yang optimis. Apakah tidak terlalu cepat datangnya? Apakah masyarakat 
akan bisa menjangkaunya? Segala hal tentang 3G terasa begitu menarik, terutama 
bagi kita di Indonesia yang belum bisa menikmatinya secara langsung. Meski 
begitu, sebenarnya belum banyak yang paham betul apa itu 3G atau bahkan belum 
ngeh sama sekali. Bagi yang sudah ngeh, ada yang tidak sabar kepingin segera 
mencicipi teknologi ini, tapi tak sedikit pula yang cenderung pesimis. GPRS 
saja masih ngos-ngosan, apa iya 3G bisa lari kencang?

Apa pun aspirasi Anda, bersiap-siaplah menyambut serbuan teknologi ini. Korea 
Selatan sudah memulainya sejak Oktober tahun 2000 melalui operator SK Telecom 
yang memakai jaringan CDMA2000 1X. Tak mau kalah, NTT DoCoMo dari Jepang 
menyusul setahun kemudian menggunakan WCDMA. Pada awal tahun 2005 saja, 
terhitung ada 125 operator di 56 negara yang sudah memanfaatkan 3G. Ini suatu 
bukti bahwa 3G sudah layak diadopsi di seluruh dunia sebagai teknologi seluler 
masa depan. Bagaimana dengan Indonesia?

Operator CDMA Mobile-8 sebenarnya sudah bermain di arena 3G lewat aplikasi real 
time video streaming. Layanan semacam ini adalah salah satu produk andalan 3G. 
Telkomsel juga sudah sejak lama menawarkan teknologi EDGE yang kecepatan akses 
datanya mampu menyaingi 3G. Soal lisensi, sudah ada dua operator yang 
memegangnya meskipun ramai menuai kritikan yakni PT. Cyber Access 
Communications dan PT. Natrindo Telepon Seluler (Lippo Telecom). Jadi bisa 
dibilang baik pemerintah maupun operator kita sudah siap menyongsong 3G 
meskipun entah kapan bisa segera terealisasi.

3G adalah singkatan dari generasi ketiga, suatu istilah untuk standar teknologi 
internasional yang punya tujuan meningkatkan efisiensi dan memperbaiki kinerja 
jaringan seluler. Jadi intinya, 3G menawarkan peningkatan aplikasi yang ada 
sekarang sehingga aktivitas browsing di internet bisa lebih ngebut, kualitas 
panggilan suara lebih oke, kirim-kiriman data lebih instan, dan masih banyak 
lagi.

Apakah 3G itu hanya khusus milik operator GSM? Tentu tidak. Standar ini juga 
berlaku bagi jaringan CDMA. Sekadar informasi, teknologi canggih 3G yang 
asalnya dari GSM (Global System for Mobile Communications) disebut W-CDMA 
(Wideband-Code Division Multiple Access), sedangkan yang terlahir dari CDMA 
(Code Division Multiple Access) diberi nama CDMA2000-1xEV-DO (Code Division 
Multiple Access2000-1xEvolution Data Only).
GSM sendiri sering disebut sebagai generasi kedua atau 2G. Standar ini 
diperkenalkan pertama kali di Eropa pada awal tahun 1990. Meskipun cukup sukses 
dengan fitur seperti telepon dan SMS, orang kemudian mulai mendambakan 
kepraktisan browsing internet lewat ponsel. Dari sinilah lahir layanan GPRS 
(General Packet Radio Service). Untuk membedakannya dengan 2G yang biasa, 
teknologi GSM ini kemudian disebut 2,5G.

Tidak puas dengan GPRS yang koneksinya dianggap masih lemot (kecepatan 
maksimalnya sekitar 115 kbps dengan kecepatan rata-rata browsing 20-30 kbps), 
muncul lagi harapan lahirnya 3G untuk menjawab segala kebutuhan akses data dan 
multimedia yang masih banyak bolongnya. Tapi tidak mudah bagi GSM untuk segera 
menuju ke sana, perlu alokasi frekuensi jaringan yang baru maupun infrastruktur 
yang harus dibenahi di sana-sini. Sebagai jalan tengah, supaya pelanggan tetap 
mendapatkan layanan yang prima dan operator juga punya waktu mempersiapkan 
diri, lahirlah EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Environment) yang kemudian 
mendapat julukan 2,75G. EDGE ini disebut-sebut sebagai jembatan ke 3G, bahkan 
kecepatannya sanggup menyaingi generasi paling canggih tersebut. Benarkah 
demikian?

"EDGE memang jaringannya sudah baik, hanya saja tidak ada jaminan quality of 
service atau kualitas layanan. Maksudnya, koneksinya tidak menentu, naik-turun, 
kadang cepat, kadang lambat. Misalkan ketika sedang browsing internet, bisa 
saja tiba-tiba akses yang tadinya cepat menjadi lemot sekali atau bahkan 
terputus. Sedangkan pada WCDMA, ada jaminan quality of service. Jadi dijamin 
koneksinya stabil terus dari awal browsing sampai selesai," ungkap Yoseph Garo, 
GM Technology & Strategic Network Telkomsel. Soal kecepatan, bapak yang satu 
ini menyebutkan bahwa EDGE bisa dikebut hingga 384 kbps (kilobyte per detik), 
meskipun pada praktiknya sekitar 215 kbps. Sedangkan W-CDMA bisa mencapai 
kecepatan maksimum 2 Mbps.

Karena kecepatannya yang tinggi, orang menduga bahwa kedigdayaan 3G memang 
terletak pada fitur tersebut. Memang ada benarnya, tapi kelebihannya bukan itu 
saja. "3G tidak hanya soal kecepatan tinggi, tapi lebih kepada efisiensi 
spektrum," tutur Yoseph Garo dari Telkomsel. "Misalnya, ketika melakukan 
panggilan suara, pada saat kecepatan kurang dari 100 kbps, paling efisien 
menggunakan EDGE. Antara 100 hingga 384 kbps, CDMA lebih efisien. Nah, ketika 
kecepatannya lebih dari 384 kbps, W-CDMA yang paling efisien. Selain itu, 
W-CDMA juga punya kemampuan memisah-misahkan noise sehingga kualitas suara yang 
dihasilkan jauh lebih baik."

Selain kualitas, 3G juga berdampak cukup positif dalam hal tarif, terutama 
untuk layanan panggilan atau suara. Ini bisa terjadi karena jaringan 3G 
menyediakan kapasitas suara yang lebih besar pada tarif yang lebih rendah. 
Sebagai gambaran, pada GSM 2G tiap carrier-nya hanya menyediakan 3 kanal untuk 
suara (voice), sedangkan GSM 2,5G bisa membawa 7 kanal dari 8 kanal per 
carrier. Nah, kapasitas W-CDMA bisa sampai 10 kali lipatnya yakni 80 kanal 
sehingga jauh lebih efisien.

Telkomsel agaknya melihat bahwa seluler generasi ketiga ini tidak cuma 
dibutuhkan untuk transmisi data kecepatan tinggi. Penerapan layanan 3G akan 
berdampak pada makin banyaknya kanal yang dapat disiapkan, jadi kasarnya tiap 
BTS bisa melayani pelanggan sepuluh kali lebih banyak dari sekarang. 
Frekuensinya juga tinggi sehingga jarak antar BTS (Base Transceiver Station) 
bisa lebih rapat dan lalu lintas percakapan (trafik) yang dapat dilayani juga 
makin banyak. Itu sebabnya, mula-mula operator akan menempatkan jaringan W-CDMA 
di kawasan yang padat lalu lintas percakapannya seperti di daerah bisnis, 
segitiga emas, dan beberapa tempat potensial lainnya.

Indosat juga sepakat dalam hal ini. "Operator memang membutuhkan biaya yang 
lebih sedikit untuk suara jika memakai 3G. Jadi kalau biaya operasinya bisa 
dipangkas, tentu tarif panggilan juga akan lebih murah," ujar Hasnul Suhaimi, 
Director Consumer Market Indosat.

Berita ini tentu saja sangat menggembirakan mengingat suara merupakan layanan 
yang paling laris dipakai pelanggan. Menurut Hasnul, hanya sekitar 0,5% 
pelanggan Indosat yang menggunakan layanan data seperti GPRS, 2,5%-nya ramai 
memanfaatkan SMS content yang kini sedang marak di stasiun televisi untuk 
mendukung peserta suatu ajang kontes, SMS person to person atau antar pelanggan 
laku sekitar 27%, dan sisanya sebanyak 70% dipakai untuk layanan suara. Jadi 
berdasarkan hasil survei tersebut, sedikit sekali pelanggan yang bakal 
benar-benar memanfaatkan fitur akses data kecepatan tinggi dari 3G. Layanan 
yang dianggap paling menarik justru akan datang dari miringnya tarif suara.

Operator 3G di luar negeri biasanya menawarkan tarif untuk panggilan ini dalam 
bentuk paket. Di Amerika misalnya, paket suara dihitung dalam satuan menit tiap 
bulannya, dan rata-rata pelanggan memakai 700 menit per bulan. Harapannya 
nanti, orang akan lebih memilih menelepon memakai ponsel dan tidak lagi 
memanfaatkan telepon rumah. Ini bisa dibilang solusi baru bagi operator selular 
yang selama ini selalu kalah dari telepon tetap soal pasang tarif. Kalau biaya 
percakapan lewat ponsel bisa sama murahnya atau bahkan lebih murah, perusahaan 
telepon tetap bisa gigit jari dan mesti mencari alternatif baru yang lebih 
memikat pelanggan.

Berbagai aplikasi 3G terasa begitu menarik, tapi kapan sebenarnya bisa 
benar-benar terealisasi di Indonesia? "Saat ini kami sudah mendapat izin 
prinsip, tinggal menunggu alokasi frekuensi dari pemerintah. Pilot project atau 
uji operasionalnya paling cepat akan dilangsungkan pertengahan tahun ini," 
ungkap Hasnul Suhaimi dari Indosat.
Selain 3G, Indosat juga akan meluncurkan layanan EDGE kepada pelanggannya. 
"Kami selalu memberikan yang terbaik untuk pelanggan. Salah satu caranya adalah 
dengan memberikan banyak pilihan. Karena itu selain 3G, EDGE juga akan kami 
sediakan," lanjut Hasnul.

Hal yang sama juga diungkapkan pihak Telkomsel. Bedanya, operator dengan jumlah 
pelanggan terbanyak di tanah air ini sudah meluncurkan EDGE sejak Februari 2004 
lalu.

Dirut Telkomsel, Kiskenda Suriahardja, menyatakan bahwa mereka adalah operator 
yang paling siap menerapkan layanan 3G untuk pelanggannya. Saat ini Telkomsel 
sudah mendapat frekuensi untuk trial dari pemerintah. Di rentang frekuensi yang 
mana, Kiskenda tidak menyebutkan.

Saat ini, penataan frekuensi di Indonesia bisa dibilang kacau-balau. Ada 
rentang 45 MHz dan 15 MHz yang tidak bisa dipakai karena tidak ada pasangannya. 
Pemerintah telah memberikan frekuensi 1900 MHz untuk Flexi dan StarOne memakai 
standar PCS (Personal Communication System) yang uplink dan downlink-nya 
berdekatan sehingga harus dibuatkan pita penyangga (guard band) selebar 15 MHz. 
Frekuensi sisanya lalu diserahkan kepada beberapa operator dan calon operator 
dengan downlink dan uplink yang tidak berpasangan. Akibatnya, ada frekuensi 
sebesar 45 MHz yang mubazir karena tidak bisa digunakan.

Apabila ada tiga operator GSM yang diberi lisensi 3G, harus dilakukan penataan 
ulang frekuensi. Jika frekuensi tersebut diberikan kepada perusahaan yang belum 
beroperasi, tidak ada masalah. Tapi kalau yang menerimanya TelkomFlexi atau 
Indosat StarOne, bakal terjadi migrasi ke frekuensi lainnya. Nah, ini yang 
runyam.
Daya tarik 3G yang paling kuat adalah content-nya yang serba canggih. Coba saja 
tengok berbagai layanan 3G yang marak di Jepang dan Korea Selatan seperti 
download musik, kartu kredit ala ponsel, dan nonton televisi. Apakah provider 
di Indonesia sudah mampu menyediakannya?

Yoseph Garo mengungkapkan bahwa sudah ada beberapa content provider dalam 
negeri yang siap ke arah sana. "Saat ini sudah ada sekitar 170 content provider 
dan 1800 content. Mungkin kami akan bekerja sama dengan content provider dari 
luar negeri juga. Tapi pada masanya nanti, content provider kita akan terus 
meningkatkan diri," tutur Yoseph.

Soal tarif, belum ada operator yang berani buka kartu. Yang pasti, karena 
produk yang dijual masih fresh from the oven alias baru, harganya tidak bisa 
dipasang terlalu tinggi. Tetapi kalau terlalu rendah, operator juga bisa rugi. 
Apalagi kalau sampai perang banting harga yang marak terjadi belakangan ini 
terulang lagi.

Salah satu taktik jitu adalah menawarkan layanan dalam bentuk paket dengan 
segmentasi yang jelas. Misalnya, layanan browsing kecepatan tinggi di dunia 
maya tentunya paling cocok bagi pelaku bisnis yang haus informasi. Sedangkan 
video telephony atau telepon tatap-muka mungkin lebih sesuai bagi muda-mudi 
atau orang tua-anak yang butuh melihat wajah mereka yang dikasihinya.

Mengingat operator masih butuh banyak waktu dan handset-nya juga terbatas dan 
mahal, tampaknya kita masih harus sabar menunggu.

----------------------------------------------------------

Jangan Gusur Flexi dan StarOne 

Mungkin ini yang namanya solidaritas Telkom bersaudara. Bambang Riyadhi Oemar, 
salah satu Direktur Telkomsel, berpendapat Flexi dan StarOne tidak perlu 
digusur dari frekuensi 3G. Justru frekuensi CAC dan NTS yang perlu dikaji.

Hal itu diungkapkan Bambang, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel, 
kepada wartawan di sela-sela Seminar 3G dalam rangkaian Indonesia Celullar Show 
di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (23/7/2005). Menurutnya frekuensi 
StarOne dan Flexi tidak perlu digeser karena frekuensi yang ada masih cukup 
untuk lima tahun ke depan.

Tentang penataan ulang itu, menurutnya saat ini tidak perlu dilakukan. Justru 
yang perlu dibenahi, ia melanjutkan, adalah sistim tender yang membagi-bagi 
frekeunsi ke Natrindo Telepon Selular (NTS) dan Cyber Acces Communication (CAC).

Bambang agaknya menyiratkan keberatannya pada kedua perusahaan yang 
masing-masing memegang frekuensi 10 dan 15 Megahertz (Mhz). "Operator di luar 
cukup dengan 5 Mhz untuk resource 3G, sedangkan di sini ada yang 10 - 15," 
ujarnya.

NTS dan CAC mendapatkan izin penggunaan frekuensi telekomunikasi seluler 
generasi ketiga (3G) melalui penunjukkan dan beauty contest. Frekuensi yang 
digunakan adalah pada pita 1920-1980 Megahertz. "Itu yang dibenahi, jangan 
Flexi yang digusur," ujarnya.

Penataan ulang frekuensi tersebut, ujar Bambang, perlu dilakukan jika pita 
frekuensi yang ada sudah tidak cukup lagi untuk 3G. "Kalau begitu, baru 
penataan ulang itu dilakukan," ujarnya.

Telkomsel juga termasuk pihak yang menginginkan frekuensi 3G. Saat ini anak 
perusahaan Telkom itu telah memegang 5Mhz untuk uji coba di Jakarta.

Menurut Bambang Telkomsel akan melanjutkan uji coba 3G di dua kota, Surabaya 
dan Batam. Pada tahun 2006, lanjutnya, Telkomsel berencana menghadirkan 3G di 
lima kota besar. Yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Batam, dan Bali.

Namun ketika ditanya kapan tepatnya, Bambang mengaku belum tahu pasti. Hanya ia 
menegaskan tahun 2006 layanan itu akan hadir.

Dari uji coba di Jakarta selama ini, Bambang menyatakan Telkomsel sudah siap 
dengan jaringan 3G-nya. Bahkan ia mencontohkan Sofyan Djalil saja kerap 
memakainya untuk menelepon (dengan tampilan video) dari Helsinski, Finlandia.
Sumber : detikinet
----------------------------------------------------------



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------------------------
Baca berita-2 terbaru seputar seluler via WAP:
http://tagtag.com/SMSMania

Untuk keluar dari milis, silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/SMSMania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke