--- In [email protected], Mujaya Hertadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Menkominfo:
> Sebelum SMS Dipajaki, Tarif Perlu Diturunkan
Jakarta, Menkominfo Sofyan Djalil akan mempelajari usulan agar layanan
pesan singkat (SMS) dikenai pajak. Tapi menurutnya ada yang lebih
penting, yaitu menurunkan tarif telekomunikasi di Indonesia yang
terbilang masih tinggi.

Saya sepakat dengan tangkisan Mengkominfo atas permintaan anggota DPR
"yang terhormat" berencana mengusulkan pengenaan pajak SMS.

Sesuaikan dulu tarif percakapan yang masih sangat mahal untuk kawasan
ASEAN bahkan Asia.

Tarif SMS  sebesar Rp 250 atau Rp 350 sudah termasuk pajak... kalau
masih harus menanggung pajak berarti kita kena 2 kali dong.. kan saat
invoice diterima tagihan sebesar tertulis udah termasuk pajak...

Tolong anggota DPR "yang terhormat" itu dicermati... apa mereka gak
tahu itu... (karena pulsa selalu dikasih, mungkin ye... hehehe)



 
> "Tentu kita pelajari dulu. Kita akan lihat dulu. Kalau ada best
practice-nya saya sih nggak menutup kemungkinan (mengenakan pajak
SMS-red)," kata Sofyan Djalil di sela-sela raker dengan Komisi I DPR
di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/9/2005).
> 
> Usulan untuk mengenakan pajak terhadap pengguna SMS ini disampaikan
anggota Komisi I DPR RI Ade Daud Nasution. Langkah terobosan ini,
menurut Ade, perlu diambil pemerintah untuk mengurangi defisit APBN,
sekaligus meningkatkan pendapatan negara dari sektor telekomunikasi.

Begitu tahu pendapatan dari SMS sekian trliyun dalam sehari... anggota
DPR "yang terhormat" akan langsung menyesuaikan dengan mengajukan
kenaikan gaji dan tunjangan mereka.... hahahaha... (saya langsung
su'udzon aja... biarin deh...)

 
> Ketika ditanyakan bahwa pembeli pulsa telepon seluler selama ini
sudah dikenai pajak, Sofyan membenarkan. Menurut Sofyan, saat ini yang
terpenting adalah menurunkan biaya penggunaan telekomunikasi di
Indonesia. Sebab jika mengacu pada negara-negara lain, biaya
telekomunikasi di Indonesia masih cukup tinggi.

Harusnya komisi yang membidangi Telekomunikasi mengajukan tarif yang
sesuai.. bukan malah minta naikin tarif telekomunikasi...

DPR kita ini emang "Genheng" kali ya...
Oktober aja BBM bakalan naik... dan hampir pasti...

 
> "Yang paling penting sebenarnya kita turunkan biaya yang terkenal
sangat mahal. SMS kita, telepon kita. Di India SMS itu hanya Rp 90,
sedang di kita Rp 350. Itu yang perlu kita turunkan," katanya sambil
menambahkan rencana penurunan biaya telekomunikasi ini akan segera
dikaji. (nks)

Hidup Sofyan Djalil..... Hidup Sofyan Djalil..... huehehehehe...


Salam hangat dari Jogja..
Wassalam,
a-ghuspe




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get Bzzzy! (real tools to help you find a job). Welcome to the Sweet Life.
http://us.click.yahoo.com/A77XvD/vlQLAA/TtwFAA/5AhqlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------
Baca berita-2 terbaru seputar seluler via WAP:
http://tagtag.com/SMSMania

Untuk keluar dari milis, silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/SMSMania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke