Apakah PT. TELKOM masih kurang provit yang gede selama ini?
Dari tarif yang ditetapkan selama ini dan biaya interkoneksi kan udah
meraup banyak duit?

Malah sekarang berencana mengajukan penyesuaian tarif.. tentunya
operator seluler juga akan melakukan hal yang sama nih..

Lagi-lagi konsumen dan pengguna telekomunikasi dan posisi yang lemah...

Wassalam,
Agus P

-----------


Sabtu, 21 Jan 2006,
Telkom Naikkan Tarif Telepon

MALANG - Agar lebih kompetitif dalam persaingan bisnis telekomunikasi,
PT Telkom Tbk berencana menyesuaikan (rebalancing) sejumlah tarif
telepon. M. Awaludin, head corporate communication Telkom, menyatakan
bahwa tidak semua jasa telekomunikasi mengalami kenaikan tarif. Tetapi
hanya beberapa pos yang dilakukan penyesuaian.

"Soal tarif, dulu memang tidak menjadi masalah karena Telkom masih
menjadi pemain tunggal dalam bisnis komunikasi. Sedangkan saat ini,
yang terpenting dalam bisnis telekomunikasi adalah interkoneksi,"
jelas Awaludin di sela-sela press gathering and senior leader talk
2006 di Batu, kemarin.

Dengan adanya rebalancing, lanjut dia, zona percakapan akan
disederhanakan. Untuk lokal, tarif akan disamakan untuk semua zona
(flat). Sedangkan SLJJ akan menjadi dua zona dari tiga zona saat ini.
"Tarif SLJJ kemungkinan akan turun, sementara tarif lokal akan
dilakukan penyesuaian. Sehingga, pelanggan tidak perlu menunggu waktu
tertentu untuk SLJJ," katanya.

Dia menyebut, rencana rebalancing tersebut masih dikaji BRTI (Badan
Regulasi Telekomunikasi Indonesia) yang akan diteruskan ke Menkominfo
agar mendapatkan persetujuan DPR. Meski dengan rebalancing tarif
Telkom kemungkinan naik, tetapi bila dilihat secara agregat akan ada
penurunan. Seberapa besar penurunannya, masih belum bisa diketahui
karena masih dalam proses penggodokan di BRTI.

"Telkom bukan decision maker, jadi belum bisa memberi kepastian,"
sebutnya. Usulan tersebut telah diajukan sejak 5 Desember 2005.
Sedangkan Telkom tidak memiliki deadline penerapan rebalancing
tersebut. "Semua tergantung pemerintah," tambahnya.

Selain rebalancing, tahun ini Telkom juga berencana menerapkan tarif
berbasis biaya sesuai standar yang sudah ditetapkan pemerintah. Dia
mengaku, dengan penerapan tarif berbasis biaya, pendapatan Telkom
dalam short term akan menurun. Tetapi dalam long term, pasti ada
perbaikan. Sistem tersebut diterapkan untuk mengurangi persaingan
antar-operator yang semakin ketat.

Selain Telkom, sistem tersebut juga akan diimplementasikan semua
operator. Akibat yang ditimbulkan tarif berbasis biaya tersebut adalah
berkurangnya kompetisi antar-operator. Disamping itu, business to
business (B2B) antar-operator juga kian transparan. "Jadi yang
diinginkan pemerintah adalah basis perhitungan yang stadar," imbuhnya.
(ina)






------------------------------------------------------
Baca berita-2 terbaru seputar seluler via WAP:
http://tagtag.com/SMSMania

Untuk keluar dari milis, silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/SMSMania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke