artikel daru gatra.com: Telah Menikah: WiFi/WiMax dan GSM/CDMA
Shenzhen, 29 November 2006 16:00 Tak ada pesta meriah dan undangan bejibun, namun, Selasa (28/11), dua perusahaan Cina (HuaWei dan E28) mengumumkan perkawinan antara jaringan WiFi/WiMax dengan GSM/CDMA/3G (UMTS). Perkawinan itu membuat pembicaraan telepon anda tidak terputus walau anda keluar dari dari jaringan WiFI/WiMax dan masuk ke jaringan telepon seluler (ponsel). Jadi bila anda sedang berbincang dengan sejawat di luar negeri di kantor (mungkin menggunakan Skype maupun Yahoo! Messenger) dan harus segera pergi ke sebuah pertemuan di luar, pembicaraan anda tidak perlu diputus. Anda tidak perlu berganti menggunakan ponsel, agar perbincangan penting anda bisa berlanjut. Teknologi yang memungkinkan itu adalah perkawinan jaringan tetap dan bergerak atau biasa disebut Fixed-Mobile Convergence (FMC). Gagasan ini memang bukan baru, dan sudah lama digarap para ahli telekomunikasi seluruh dunia. Nah Huawei menjadi perusahaan pertama sejagat yang menyediakan secara komersil solusi IMS (IP Multimedia Subsystem) VCC (Voice Call Continuity). "IMS adalah infrastruktur dasar untuk perkawinan jaringan tetap dan bergerak. Sedangkan VCC merupakan penyedia kunci untuk membuat FMC bisa terwujud," kata Zha Jun, Director produk IMS dari Huawei. "Kami terus mengembangkan kerjasama dengan vendor seluruh dunia untuk membangun dan membuat ekosistem IMS kami kompetitif," tambah Zha Jun dalam siaran persnya yang diterima Gatra.com. Dalam kerjasama itu, Huawei akan menyediakan kelengkapan jaringan, termasuk core IMS, DTF dan DSF untuk domain IMS, serta aplikasi CAMEL, sementara bagi pengguna akhir dipakai telepon dual-mode yang disiapkan oleh E28. Perusahaan berbasis di Shanghai merupakan penyedia telepon pintar dual mode (GSM/WiFi) yang cukup ternama di dunia. "Merger wireless dan internet adalah sebuah tranformasi revolusioner, yang kita sebut sebuah 'masyarakat internet bergerak'," kata Roger I Kung, pendiri, Chairman & CEO dari E28 Limited. Dengan fusi teknologi ini, lanjut Roger Kung, kita akan mampu menggapai cita-cita seamless mobility. "Dengan keberhasilan kolaborasi E28 dengan Huawei menyediakan secara komersial IMS VCC pada pasar, akan memberi pelanggan pengalaman pertama seamless mobility itu," kata Roger Kung. Huawei selama beberapa tahun belakangan memangtelah menjalin kerjasama intensif dengan banyak pihak untuk mensosialisasikan layanan IMC/FMC-nya. Awal 2004 Huawei membangun laboratorium khusus bagi para koleganya yang mau mencoba teknologi IMS-nya. Huawei, perusahaan yang baru dibangun tahun 1988 di Shenzhen itu, merupakan penyedia jaringan telekomunikasi terbesar di Cina. Kini teknologinya telah diterapkan di 100 negara dan melayani 28 dari 50 operator top dunia. Di Indonesia kini Huawei menyediakan teknologi 3G dan menyerap 1200 pekerja. Kapan hasil perkawinan WiFI dengan GSM/CDMA itu bisa dirasakan di Indonesia? Rilis dari Huawei tidak menyinggung soal itu. Jadi, kita tunggu saja para operator telekomunikasi kita menyediakan layanan tersebut. Dani Hamdani
