Bang Fathur, ini link berita nya lebih lanjut..
pasti member jg dah pada baca berita ini, 
mgkn ada yg belum baca dan bahkan ada yg lebih tahu kebenarannya,
bisa sama2 di share lah.
 
 
soalnya kan banyak dari kita yg sekolah di LN (luar negeri atau lua nanggroe),
dan beasiswa itu tidak ada yg gratis tentunya, "no free lunch" ( ya iyyalah..;)
 
 
aku jg gak tau ini benar apa gak? namanya jg minta konfirmasi
  
 
 











 




FOWARD EMAIL BERIKUT KE TEMAN2 LAIN DAN MAILING LIST
 
Dear all
 
Berikut ini adalah blog atau forum yang membahas perkembangan David Hartanto 
Wijaya
 
1. http://leapon. net/en/curious- case-david-widjaja
2. http://www.gabriels ai.com/blog/ 2009/...hs-in-ntu. html
3. http://manusialempu ng.blogspot. com/
4. http://rudijuancarl os.blogspot. com/2...-tewasnya. html
5. http://www.kaskus. us/showthread. php?t=1503407
6. http://charleschris tian.wordpress. com/2009/ 03/05/a-tribute- to-david- 
hartanto- my-classmate/
 
Dapat kirimkan sebanyak-banyaknya posting untuk mendesak pemerintah Indonesia
mengusut kematian David Hartanto, Singapore
supaya nama David dan keluarga serta harkat dan martabat bangsa Indonesia tetap 
baik.
Bagaimana perasaan orang tua berharap anaknya dapat disekolahkan ke negeri 
singa tersebut
dengan beasiswa, sudah tinggal 2 bulan sidang, akhirnya sudah menjadi abu...
Terungkap bahwa David Hartanto tidak bunuh diri 
Sesudah meninggal, nama nya pun masih dijelekkan/dipojokk an
 
Sebelum meninggal, David ketemu seorang cleaning service yang memberikan 
kesaksian
bahwa David sempat ngomong " THEY want to kill me " bukan HE
berarti pelakunya lebih dari dari satu 
Belum tahu motif apa dibalik misteri pembunuhan di NTU ini
Kasus David Hartanto dan Zhou Zheng sangat berhubungan sekali.
Diyakini Zhou Zheng adalah saksi mata pada peristiwa berdarah 2 Maret 2009
 
Selain itu ditemukan banyak kejanggalan- kejanggalan seperti pisau yang tidak 
bergagang, 
tidak ada CCTV(kamera kecil) di NTU, Prof. Chan sudah keluar dari rumah sakit ( 
2 hari sejak kejadian ).
Orang-orang menyatakan kekuatirannya mengirimkan anaknya sekolah ke Singapore.
Hal ini membuat reputasi dunia pendidikan Singapore terpuruk
Bagaikan peribahasa : 'Karena satu titik senoda, rusak susu sebelanga'.
 
Kita harus mendukung perjuangan keluarga David dan KBRI di Jakarta&Singapore
 http://kontak. presidensby. info:8000/index.php
 
God bless Indonesia
 
 
Salam
 
Anton Wardaya
Indonesia
. 
















      

Kirim email ke