dari milis sebelah

----- Original Message ----- 
To: "Karisma_Honda" <[email protected]>
Sent: Friday, March 04, 2005 1:44 PM
Subject: [Honda-Karisma] OOT : Logika BBM

> dari milis sebelah. Menarik juga dicermati
> 
> 
> Kalo ane boleh nyimpulan,
> - Kalo Pertamina jual BBM ke LN, harganya pake harga pasar LN, jadi
> Pertamina bisa untung gede
> - Kalo dijual ke DN, untungnya kecil, ada OPPORTUNITY LOST buat
> Pertamina - Solusinya Pertamina nagih ke Pemerintah RI.
> - Pemerintah keluar duit buat bayar ke Pertamina untuk nalangi
> opportunity lost tersebut, oleh Pemerintah itu disebut SUBSIDI
> 
> Jadi semestinya
> menurut PERTAMINA = Opportunity lost
> menurut PEMERINTAH = Subsidi BBM
> 
> Sehingga kalo harga BBM di LN naik terus, pemerintah akan gelagapan
> nalangi opportunity lost-nya pertamina.
> Sementara karena Pertamina masih monopoli, maka harga BBM ditentukan
> oleh PEMERINTAH, tentunya dengan masukan/tagihan dari PERTAMINA.
> 
> Pemerintah posisinya sulit, soalnya kalo Pemerintah tidak menaikkan
> harga, maka Pertamina bisa ngambek, pasokan DN tidak dilayani dan
> Pertamina lebih memilih menjual ke LN.
> 
> Padahal Pertamina lupa, bahwa BBM diambil dari tanah Indonesia, berarti
> BBM itu sebenarnya milik Pemerintah RI sebagai perwakilan dari rakyat
> Indonesia. Semestinya harganya TIDAK LAYAK mengacu ke harga
> Internasional dong.....
> 
> Ibaratnya,
> Pemerintah = Ayah,
> DPR/Rakyat = Ibu
> BBM = tanah/rumah tinggal
> Pertamina, dan BUMN lainnya = Anak-anak
> 
> Sudah untung anak tinggal di rumah ortu secara gratis... lah Pertamina
> ini ibarat anak durhaka, nagih uang sewa/kontrak rumah ke ortu-nya
> sendiri... Soalnya kalo rumahnya dikontrakin ama orang luar tentunya
> bakal dapat duit lebih mahal..... begitu kan?
> Kalo di rumah punya sumur air, ditagihkan pula ke ortu biaya per
> liternya, soalnya kalo dijual ke tetangga, seliter air sumur bisa laku
> Rp.500,- Absurd bukan?
> 
> Masak sih kita sebagai "anak", rela nagih duit ke "ortu"? Kalo kagak ada
> "ortu", "anak" juga kagak ada....
> Masak sih kita sebagai "Pertamina", rela nagih duit ke
> "Pemerintah+Rakyat"? Kalo kagak ada "Pemerintah+Rakyat", "Pertamina"
> juga kagak ada....
> 
> BTW, ane sih kagak terlalu nentang kenaikan BBM, asal disertai dengan
> peningkatan mutu (tak ada lagi campur minyak tanah, tak ada lagi timbal,
> memenuhi standar EURO II, kontrol mutu pom bensin, dll), pengurangan
> korupsi terutama yg terkait dengan biaya subsidi pengganti subsidi BBM
> tersebut.
> 
> Di Malaysia, Petronas jualan BBM Ron97 Unleaded, seliter Rp. 3400,-
> (kurs Februari 2005)
> Di Indonesia, Pertamina jualan BBM Ron92 Unleaded (Pertamax), seliter
> Rp. 4000,-, Ron95 Unleaded Rp. 4200,- mahal kaleeee....
> Padahal denger-denger, produksi Pertamina jauh lebih besar daripada
> Petronas.
> Gimana nih, masak kalah sama encik negeri jiran?
>
> -snipped-




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/i8TXDC/5WnJAA/HwKMAA/4tWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--
--------------------------------------------------
Berhenti (Quit):  [EMAIL PROTECTED]
Arsip milis:  http://groups.yahoo.com/group/smun65
Arsip Files:  http://groups.yahoo.com/group/smun65/files
Website: http://smun65.blogspot.com
--------------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/smun65/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke