Perlu Garis Keras di Blok Ambalat
http://www.mediaindo.co.id/editorial.asp?id=2005030501282405
ADA tanda-tanda Malaysia akan menjadi negara yang berwatak ekspansionistis.
Yaitu, memperluas batas wilayahnya dengan cara seenaknya mencaplok daerah
yang kaya sumber daya energi.
Celakanya, yang hendak dicaplok itu bagian Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Contohnya, sekarang Malaysia mengklaim kawasan Laut Sulawesi merupakan
wilayahnya. Malaysia menyebut wilayah pertambangan minyak lepas pantai itu
sebagai Blok XYZ, dan mereka memberi konsesi pengeboran minyak kepada Shell.
Indonesia menyebut wilayah itu sebagai Blok Ambalat dan Blok East Ambalat.
Blok pertama konsesinya diberikan kepada ENI (Italia), sedangkan blok kedua
diberikan kepada Unocal (AS).
Setelah sukses mengambil Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan, agaknya Malaysia
mengembangkan sikap anggap enteng kedaulatan Indonesia. Malaysia berpikir
sangat gampang merampok Tanah Air Indonesia, yaitu dengan memenangkan
sengketa di Mahkamah Internasional.
Blok Ambalat menjadi sasaran berikutnya karena kekayaan minyak yang
dikandungnya. Dalil yang dipakai adalah "Malaysia memiliki hak dan
yurisdiksi untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber alam yang berada
dalam kontinennya terkait dengan konvensi PBB mengenai Hukum Laut 1982".
Bukan sembarang klaim, karena Malaysia mengejar dan menembak kapal ikan
jenis {trawl] Indonesia di kawasan itu. Angkatan laut Malaysia pun menangkap
dan menyiksa karyawan PT Asiha Samudra yang sedang memperbaiki lampu suar di
Karang Unarang.
Singkatnya, Malaysia dengan gagah dan berani menduduki daerah itu.
Apa reaksi Indonesia? Dua pesawat intai maritim diberangkatkan dari Bandara
Juwata, Tarakan, Kalimantan Timur. Dua kapal perang yang berpangkalan di
Surabaya bergabung dalam operasi di Laut Sulawesi. Singkatnya, memang ada
pengerahan pasukan TNI di situ untuk mempertahankan kedaulatan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Presiden sendiri telah memerintahkan TNI untuk menjaga Blok Ambalat. Tetapi,
kita khawatir perintah itu masih terlalu lembek untuk menghadapi sebuah
negara yang sedang dirasuk kerakusan. Terlalu 'halus' untuk menyikapi tabiat
Malaysia, yang menganggap enteng kemampuan Indonesia memelihara
kedaulatannya.
Pemerintah Indonesia sebenarnya telah mengajak Malaysia menyelesaikan
sengketa itu melalui jalur diplomatik. Tetapi, hal itu tidak digubris
Malaysia. Setelah Indonesia mengerahkan kekuatan angkatan perang, Malaysia
mencoba meredakan ketegangan itu dengan meninabobokan Indonesia bahwa kedua
negara memiliki hubungan sangat dekat dan akrab.
Malaysia memang bisa berwajah manis tetapi berkelakuan yang sebaliknya.
Itulah yang terjadi dengan tenaga kerja Indonesia. Anak bangsa ini
diperlakukan sebagai budak belian, bahkan sampai derajat tertentu,
diperlakukan sebagai binatang. Perlakukan tenaga kerja itu serta diambilnya
Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan, mestinya memberikan pelajaran sangat
berharga bagi Indonesia dalam memandang hubungan Indonesia-Malaysia.
Hubungan itu harus dilihat dan diperlakukan secara rasional dengan membuang
dan mengubur romantisme sesama puak Melayu. Bahkan, dalam hal menyangkut
kedaulatan negara, harus berani mengambil garis keras. TNI tidak usah
ragu-ragu menghajarnya. Pukulan mematikan diperlukan agar Malaysia tidak
semaunya di Blok Ambalat.
Yang pasti, kita memerlukan angkatan perang yang lebih kuat. Karena itu,
pemerintah dan DPR mestinya menambah anggaran angkatan perang, sehingga kita
bisa menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara dengan lebih gagah dan
terhormat.
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/KZzaMD/.WnJAA/HwKMAA/4tWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
--
--------------------------------------------------
Berhenti (Quit): [EMAIL PROTECTED]
Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/smun65
Arsip Files: http://groups.yahoo.com/group/smun65/files
Website: http://smun65.blogspot.com
--------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/smun65/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/