kafemuslimah  wrote:

    To: [EMAIL PROTECTED]
    From: "kafemuslimah"
    Date: Sun, 24 Apr 2005 22:51:52 -0000
    Subject: [kafe-muslimah] DOA YANG SELALU DIKABULKAN





    (Helvy Tiana Rosa)

    Pagi itu, 3 Mei 1998, dari Jakarta, saya diundang mengisi seminar di
    IAIN Sunan Gunung Djati, Bandung.  Saya duduk dibangku kedua dari depan
    sambil menunggu kedatangan pembicara lain, Mimin Aminah, yang belum saya
    kenal.

    Jam sembilan tepat, panitia menghampiri saya dan memperkenalkan ia yang
    baru saja tiba. Saya segeraberdiri menyambut senyumnya yang lebih dulu
    merekah.Ia seorang yang bertubuh besar, ramah, dalam balutan gamis biru
    dan jilbab putih yang cukup panjang. Kami berjabat tangan erat, dan
    saat itu tegas dalam pandangan saya dua kruk (tongkat penyangga yang
    dikenakan-nya) serta sepasang kaki lemah dan kecil yang ditutupi kaos
    kaki
    putih.

    Sesaat batin saya hening, lalu melafazkan kalimat takbir dan tasbih.

    Saat acara seminar dimulai, saya mendapat giliran pertama.Saya bahagia
    karena para peserta tampak antusias.Begitujuga ketika giliran Mimin
    tiba.Semua memperhatikan dengan seksama apa yangdisampaikannya. Kata-kata
    yang dikemukakannya indah dengan retorika yang menarik. Wawasannya
    luas, pengamatannya akurat.

    Saya tengah memandang wajah dengan pipi merah jambu itu saat Mimin
    berkata dengan nada datar. "Saya diuji Allah dengan cacat kaki ini seumur
    hidup saya."
    Ia tersenyum. "Saya lahir dalam keadaan seperti ini.
    Mungkin banyak orang akan pesimis menghadapi keadaan yang demikian,
    tetapi sejak kecil saya telah memohon sesuatu pada Allah. Saya berdoa
    agar
    saat orang lain melihat saya, tak ada yang diingat dan disebutnya
    kecuali Allah," Ia terdiam sesaat dan kembali tersenyum. "Ya, agar mereka
    ingat Allah saat menatap saya. Itu saja."

    Dulu tak ada orang yang menyangka bahwa ia akan bisa kuliah. "Saya
    kuliah di Fakultas Psikologi," katanyaseraya menambahkan bahwa
    teman-teman
    pria dan wanita di Universitas Islam Bandung-tempat kuliahnya
    itu-senantiasa bergantian membantunya menaiki tangga bila kuliah
    diadakan di
    lantai dua atau tiga. Bahkan mereka hafal jam datang serta jam mata
    kuliah
    yang diikutinya. "Di antara mereka ada yang membawakan sebelah tongkat
    saya, ada yang memapah, ada juga yang menunggu di atas," kenangnya.

    Dan civitas academica yang lain? Menurut Mimin ia sering mendengar
    orang menyebut-nyebut nama Allah saat menatapnya. "Mereka berkata: Ya
    Allah, bisa juga ya dia kuliah," senyumnya mengembang lagi. "Saya bahagia
    karena mereka menyebut nama Allah. Bahkan ketika saya berhasil
    menamatkan kuliah, keluarga, kerabat atau teman kembali memuji Allah.

    Alhamdulillah, Allah memang Maha Besar. Begitu kata mereka." 

    Muslimah bersahaja kelahiran tahun 1966 ini juga berkata bahwa ia tak
    pernah ber-mimpi akan ada lelaki yang mau mempersuntingnya. "Kita tahu,
    terkadang orang normal pun susah mendapatkan jodoh, apalagi seorang
    yang cacat seperti saya. Ya tawakal saja."

    Makanya semua geger, ketika tahun 1993 ada seorang lelaki yang saleh,
    mapan dan normal melamarnya. "Dan lagi-lagi saat walimah, saya dengar
    banyak orang menyebut-nyebut nama Allah dengan takjub. Allah itu maha
    kuasa, ya. Maha adil! Masya Allah, Alhamdulillah, dan sebagainya,"
    ujarnya penuh syukur.

    Saya memandang Mimin dalam. Menyelami batinnya dengan mata mengembun.

    "Lalu saat saya hamil, hampir semua yang bertemu saya, bahkan orang
    yang tak mengenal saya, menatap takjub seraya lagi-lagi mengagungkan asma
    Allah.

    Ketika saya hamil besar, banyak orang menyarankan agar saya tidak ke
    bidan, melainkan ke dokter untuk operasi. Bagaimana pun saat seorang ibu
    melahirkan otot-otot panggul dan kaki sangat berperan. Namun saya
    pasrah.  Saya merasa tak ada masalah dan yakin bila Allah berkehendak
    semua
    akan menjadi mudah. Dan Alhamdulillah, saya melahirkan lancar dibantu
    bidan," pipi Mimin memerah kembali. "Semua orang melihat saya dan mereka
    mengingat Allah. Allahu Akbar, Allah memang Maha Adil, kata mereka
    berulang-ulang."

    Hening. Ia terdiam agak lama.

    Mata saya basah, menyelami batin Mimin. Tiba-tiba saya merasa syukur
    saya teramat dangkal dibandingkannikmatNya selama ini. Rasa malu
    menyergap seluruh keberadaan saya.

    Saya belum apa-apa.  Yang selama ini telah saya lakukan bukanlah
    apa-apa.

    Astaghfirullah. Tiba-tiba saya ingin segera turun dari tempat saya
    duduk sebagai pembicara sekarang, dan pertamakalinya selama hidup saya,
    saya menahan airmata diatas podium. Bisakah orang ingat pada Allah
    saatmemandang saya, seperti saat mereka memandang Mimin?

    Saat seminar usai dan Mimin dibantu turun dari panggung, pandangan
    saya masih kabur. Juga saat seorang (dari dua) anaknya menghambur ke
    pelukannya.

    Wajah teduh Mimin tersenyum bahagia, sementara telapak tangan kanannya
    berusaha membelai kepala si anak. Tiba-tiba saya seperti melihat anak
    saya, yang selalu bisa saya gendong kapan saya suka. Ya, Allah betapa
    banyak kenikmatan yang Kau berikan padaku. 

    Ketika Mimin pamit seraya merangkul saya dengan erat dan berkata
    betapa dia men-cintai saya karena Allah, seperti ada suara menggema di
    seluruh rongga jiwa saya. "Subhanallah, Maha besar Engkau ya Robbi, yang
    telah memberi pelajaran pada saya dari pertemuan dengan hambaMu
    ini.Kekalkanlah persaudaraan kami di Sabilillah. Selamanya. Amin."

    Mimin benar.  Memandangnya, saya pun ingat padaNya. Dan cinta saya
    pada Sang Pencipta, yang menjadikan saya sebagaimana adanya, semakin
    mengkristal.





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/i8TXDC/5WnJAA/HwKMAA/4tWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--
--------------------------------------------------
Berhenti (Quit):  [EMAIL PROTECTED]
Arsip milis:  http://groups.yahoo.com/group/smun65
Arsip Files:  http://groups.yahoo.com/group/smun65/files
Website: http://smun65.blogspot.com
--------------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/smun65/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke