Message
----- Original Message -----
From: John Smith
To: "Undisclosed-Recipient:;"@mx1.bukopin.co.id
Sent: Sunday, June 26, 2005 5:02 PM
Subject: [bukicb] [OOT] Informasi DNA / Ayat Qur'an Dalam Cromosom


Informasi DNA / Ayat Qur'an Dalam Cromosom
Keajaiban & Iptek Oleh : Redaksi 27 Nov 2004 - 2:05 am


Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo, Newton dan Einstein yang 
berhasil membuktikan tentang keterkaitan antara Al Qur'an dan rancang struktur 
tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah lulusan Summa Cumlaude dari 
Duke University. Walaupun ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat 
cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian genetiknya. Ruang kerjanya yang 
dihiasi kaligrafi, kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal dan 
kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan bahwa ia merupakan kombinasi dari 
ilmuwan dan pecinta kitab
suci.

Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah 
itemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yang dibangun dari 
kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat "Fussilat" 
ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore 
ahli embriologi dari Kanada.

Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat Jumat membacakan 
salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat tersebut 
adalah sebagai berikut:
"...Sanuriihim ayatinaa filafaaqi wa fi anfusihim hatta yatabayyana lahum 
annahu ul-haqq..."
Yang artinya; Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada alam 
dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran".

Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah kata "ayatinaa" yang 
memiliki makna "Ayat Allah", dijelaskan oleh Allah bahwa tanda- tanda 
kekuasaanNya ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khan ayat-ayat Allah 
ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida Acid) manusia.

Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat Alquran merupakan bagian 
dari gen manusia.

Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA yang hadir tanpa 
memproduksi protein sama sekali.

Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA sampah.

kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari makna sampah. 
Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian firman-firman 
Allah sebagai pencipta serta sebagai tanda kebesaran Allah bagi kaum yang 
berpikir.

Sebagaimana disindir oleh Allah: "Afala tafakaruun " (apakah kalian tidak mau 
bertafakur atau menggunakan akal pikiran?).

Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, seorang yang ahli dalam 
analisis sistem, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. 
Proyek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen kecerdasan pada manusia. 
Dengan kerja kerasnya Ahmad Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang 
mungkin dibentuk dari rantai Kodon pada kromosom manusia. Sampai kombinasi 
tersebut menghasilkan ayat-ayat Al Qur'an. Akhirnya pada tanggal 2 Januari 
tahun 1999 pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama "Bismillah ir Rahman ir 
Rahiim. "Iqra bismirrabbika ladzi Khalq", "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang 
menciptakan". Ayat tersebut adalah awal dari surat Al-A'laq yang merupakan 
surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya 
setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain muncul satu persatu secara 
cepat. Sampai sekarang ia telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.

Dalam wawancara yang dikutip "Ummi" edisi 6/X/99, Ahmad Khan menyatakan: "Saya 
yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini. 
Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya; Clive dan Martin seorang 
ahli genetika yang selama ini sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan 
lain yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan Larhammar dari 
Uppsala University Swedia dan Aris Dreisman dari Universitas Berlin.

Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya dalam beberapa lembar 
kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome 
manusia yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida akan menghasilkan 
huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat 
mengagumkan.

Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan "Semoga penerbitan buku saya 
"Alquran dan Genetik", semakin menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan 
hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, 
pendidikan atau seni. Semoga non muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya 
mempertentangkan ilmu dengan agama.

Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan.

Penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsip ilmu 
keperawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik 
para pemegang kebijakan (decission maker) yang beragama Islam baik di institusi 
pendidikan atau pada level pemerintah.

Mem-fasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan finansial.

Terbukanya tabir hati ahli Farmakologi Thailand Profesor Tajaten Tahasen, Dekan 
Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand, baru- baru ini menyatakan 
diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith 
Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisa 
ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan 
sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke 
Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya 
mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam.

Bunyi dari surat An-Nisa tersebut antara lain sebagai berkut :
"Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan kami 
masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus, kami 
ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan pedihnya azab. 
"Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri atas 3 lapisan global yaitu; 
Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung 
ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat terjadi Combustio grade III 
(luka bakar yang telah menembus sub cutis) salah satu tandanya yaitu hilangnya 
rasa nyeri dari pasien.

Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf 
afferent dan efferent yang mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah 
menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia menyiksa hambaNya yang kafir 
supaya hambaNya tersebut dapat merasakan pedihnya azab Allah tersebut.

Mahabesar Allah yang telah menyisipkan firman-firmannya dan informasi sebagian 
kebesaranNya lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb.

Rabbana makhalqta hada batila, Ya...Allah tidak ada sedikit pun yang engkau 
ciptakan itu sia-sia.

Dari bahtera menuju Islam Seorang pakar kelautan menyatakan betapa terpesonanya 
ia kepada Al Qur'an yang telah memberikan jawaban dari pencariannya selama ini.

Prof. Jackues Yves Costeau seorang oceanografer, yang sering muncul di televisi 
pada acara Discovey, ketika sedang menyelam menemukan beberapa mata air tawar 
di tengah kedalaman lautan. Mata air tersebut berbeda adar kimia, warna dan 
rasanya serta tidak bercampur dengan air laut yang lainnya. Bertahun-tahun ia 
berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban misteri tersebut.

Sampai suatu hari bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia 
menjelaskan tentang ayat Al Qur'an Surat Ar-Rahman ayat 19-20 dan surat 
Al-Furqon ayat 53. Awalnya ayat itu ditafsirkan muara sungai tetapi pada muara 
sungai ternyata tidak ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau sampai ia masuk Islam. Kutipan ayat tersebut antara 
lain sebagai berikut: "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir 
(berdampingan, yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit, dan Dia 
jadikan antar-keduanya dinding dan batas yang menghalang" (QS Al-Furqon: 53).

Berdasarkan contoh kasus di atas, dapat memberikan gambaran pada kita bahwa 
ayat suci Alquran mampu menjelaskan fenomena Cromosome, Anatomi, Oceanografi, 
Keperawatan dan antariksa (baca "Jurnal Keperawatan Unpad" edisi 4, hal 64-70). 
Sebenarnya masih banyak ayat- ayat Al Qur'an yang menerangkan fenomena 
evolution and genetic seperti QS As-Sajdah 4, QS al-A'raf 53, QS Yusuf 3, QS 
Hud 7, tetapi karena keterbatasan ruangan pada kolom ini, serta dengan segala 
keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki penulis, maka kepada Allah 
jualah hendaknya kita berharap dan hanya Allah-lah yang Mahaluas dan
Mahatinggi ilmunya.

Wallahu a'lam.***

--
--------------------------------------------------
Berhenti (Quit):  [EMAIL PROTECTED]
Arsip milis:  http://groups.yahoo.com/group/smun65
Arsip Files:  http://groups.yahoo.com/group/smun65/files
Website: http://smun65.blogspot.com
--------------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/smun65/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

<<attachment: image002.jpg>>

<<attachment: image003.jpg>>

<<attachment: image001.jpg>>

Kirim email ke