Weekly Review (updated)
Carut-Marut .id dan IIX, It's All 'bout The Money?
Penulis: Donny B.U. - detikInet

Meja (ist.)
Jakarta, (Weekly Review). Pengelolaan domain .id dan Indonesia Internet 
eXchange (IIX) sebagai aset komunitas, menjadi morat-marit. Bisa saja 
pihak-pihak yang bertikai dalam pengelolaan aset komunitas tersebut 
menyebutkan sejuta alasan untuk membungkus diri. Yang jelas, komunitas tak 
butuh sejuta alasan, kalau ujung-ujungnya hanya untuk pembenaran atas 
tingkah polah yang merugikan banyak orang.

Ketika komunitas Internet di dunia mulai bergerak agar hidungnya tidak 
terus-menerus dicucuk oleh suatu institusi tertentu yang hanya tunduk pada 
aturan pemerintah negara tertentu, di Indonesia yang terjadi malah 
sebaliknya.

Betot-membentot kepengurusan domain .id antara Asosiasi Penyelenggara Jasa 
Internet Indonesia (APJII) dengan pengelola Country-Code Top Level Domain 
(cc-tld) .id waktu itu, akhirnya harus berujung pada pengalihan kewenangan 
ke tangan pemerintah.

Sudah berulang kali pemerintah, dalam hal ini Ditjen Telematika Depkominfo, 
bersama dengan APJII menegaskan, bahwa pengalihan ini hanyalah sementara. 
Masalahnya, seberapa sementarakah yang namanya 'sementara' itu? Sebulan? 
Tiga bulan? Setahun? Ataukah sementara jumlah pengguna Internet masih belum 
dapat memenuhi target World Summit Information Society (WSIS) yang entah 
sampai kapan?


Tamak?

Ketamakan memang mengarah ke irasionalitas, mengaburkan pikiran sehat. 
Akhirnya banyak hal yang bisa terjadi lantaran sesuatu tidak disiapkan 
secara matang. Bagaimana mungkin, domain .id yang dimiliki dan dibesarkan 
oleh komunitas tersebut, akhirnya harus 'dikandangkan' ke tangan pemerintah? 
Dan, bagaimana mungkin pengalihan tersebut tanpa ada hitung-hitungan yang 
cermat tentang masa berlakunya, hingga dikembalikan lagi ke tangan 
komunitas?

Bahkan pengalihan tersebut diwarnai dengan intrik-intrik. Puncaknya adalah 
ketika aparat kepolisian dicoba digandeng oleh APJII. APJII, karena 
kedekatannya dengan kepolisian berdasarkan sejarah masa lalu, melakukan 
sowan seakan minta perlindungan. Modus yang sama juga terjadi kembali ketika 
situasi sedang memanas saat pengalihan infrastruktur IIX beberapa waktu 
lalu.

Ketika IIX sempat dimatikan oleh pengelola Internetindo Data Centra (IDC) 
Indonesia, sebuah perusahaan sentra data tempat IIX bersemayam selama 
beberapa tahun, maka malam harinya di lantai yang berbeda pada gedung yang 
sama, ada pertemuan khusus antara para pengurus APJII dengan pemerintah dan 
aparat kepolisian.

Kata orang, modus tersebut, yaitu meminta backingan kepada penguasa dan 
petugas keamanan, adalah salah satu strategi untuk melakukan intimidasi 
kepada pihak lawan. Apakah (intimidasi) itu yang dilakukan oleh APJII dengan 
menggandeng pemerintah dan aparat kepolisian? Mudah-mudahan saja tidak, 
karena saya yakin APJII masih punya akal sehat dan tidak tamak.


Sembunyi Tangan?

Dan kini, komunitas sebagai pemegang kedaulatan tertinggi atas domain .id 
dan IIX sudah menyatakan sikapnya. Dari belasan ribu nama domain tingkat dua 
berakhir .id yang, tak lebih dari 600-an saja yang baru melakukan daftar 
ulang ke situs Depkominfo. Entah karena Depkomifo dan APJII tidak piawai 
dalam berkomunikasi dengan komunitas, ataupun komunitasnya yang sudah 
kepalang kecewa.

APJII pun tampaknya lebih suka lempar batu sembunyi tangan, setelah akhirnya 
kepengurusan (pendaftaran ulang) domain .id jauh untuk dapat dikatakan 
berhasil. Setelah sebelumnya getol mengadakan acara jumpa pers dalam rangka 
meminta simpati komunitas ketika akan melengserkan CC-TLD sebagai pengelola 
domain .id, kini APJII lebih memilih diam seribu bahasa. Padahal belum tentu 
pengelolaan yang sekarang dijalankan, adalah lebih baik ketimbang 
sebelumnya.

Pun, pengelola CC-TLD juga sebenarnya tak bisa lepas tangan begitu saja. 
Meskipun kini kewenangannya sudah dikebiri habis-habisan, tetap saja sebagai 
sebuah institusi yang (pernah) mengelola aset komunitas, pihaknya harus 
melaporkan secara terbuka dan tertulis kepada publik.

Dengan demikian maka anomali-anomali masa lalu, jika pun ada, dapat segera 
di-clear-kan. Apalagi perputaran uang pengelolaan domain .id yang jumlahnya 
cukup besar selama ini, sejatinya membutuhkan transparansi dan akuntabilitas 
terhadap publik.

Lalu bagaimana dengan pengelolaan IIX? Setali tiga uang. Toh menurut kabar 
terakhir, IIX yang terpaksa pindah dari IDC ke lantai 8 Gedung Cyber tempat 
APJII bercokol, tak banyak diminati oleh para pengelola Internet Service 
Provider (ISP).

Apakah benar bahwa IIX tersebut seakan dipindah-paksakan? Menurut kabar yang 
berkembang, memang demikian adanya. Kepindahan tersebut 'terpaksa' dilakukan 
oleh APJII lantaran pihak IDC tak ingin lagi tempatnya ditumpangi oleh IIX. 
Ini pun tak jelas apa alasannya.

Padahal, konon IDC sempat memperoleh keuntungan dengan adanya IIX ketika 
itu. Salah satu keuntungan tersebut, menurut beberapa sumber, adalah dari 
sisi peningkatan citra bisnisnya sebagai sebuah perusahaan pengelola data 
center, yang didalamnya terdapat pula sentral Internet Indonesia, alias IIX 
tersebut.

Faktanya kini, para ISP justru lebih berminat untuk menyambungkan 
jaringannya ke Open Internet eXchange Point (Open IXP), sebuah infrastruktur 
serupa IIX, yang dibangun secara swadaya dan gotong-royong oleh komunitas 
Internet Indonesia.

Lepas dari banyaknya dugaan bahwa Open IXP lahir lantaran adanya motif 
bisnis tertentu, yang jelas lokasi fisiknya tak beda jauh dengan tempat IIX 
sebelumnya, alias tetap di IDC.

Konon, hanya tinggal segelintir ISP saja yang belum terkoneksi ke Open IXP 
ini. Dan dikabarkan pula bahwa ISP tersebut adalah milik para pengurus APJII 
yang memang lantang meminta IIX dipindahkan dari IDC. Tetapi menurut kabar 
terakhir, secara perlahan memang mulai ada penambahan jumlah ISP yang 
terkoneksi dengan IIX. Meskipun demikian, hingga kini tetap saja pengguna 
Open IXP jumlahnya masih jauh di atas pengguna IIX


Langkah Mundur?

Jelas sudah, bahwa selama ini ternyata komunitas hanya dianggap aset yang 
berharga ketika mereka menyetor sekian rupiah ke pundi-pundi pihak tertentu. 
Komunitas menjadi tidak ada nilainya sama sekali, ketika ketamakan menutupi 
rasionalitas.

Benar-benar suatu langkah mundur ketika sebuah komunitas ternyata lebih 
memilih untuk menyerahkan pengelolaan asetnya kepada pihak lain, lantaran 
bukannya tak sanggup mengelola, tetapi karena antar sesama anggota komunitas 
lebih sibuk cakar-cakaran dan menggalang intrik.

Pun menjadi contoh yang menarik, ketika suatu keadaan dipaksakan dengan cara 
intimidasi dengan meminta backing dari pihak-pihak tertentu, maka komunitas 
akan berontak dengan caranya sendiri. Sesuatu yang dipaksakan memang pada 
akhirnya tidak akan populer.

Dan memang, komunitas telah menentukan sikapnya. Tercermin dengan minimnya 
para pendaftar ulang domain .id hingga saat ini dan terpilihnya Open IXP 
sebagai sentral Internet Indonesia secara 'de facto'.

Meskipun demikian, sulit rasanya untuk meyakinkan komunitas bahwa 
carut-marut pengelolaan domain .id dan IIX selama ini lepas dari persoalan 
fulus.


It's All 'bout The Money

Mungkin tak salah apabila kita simak uraian Meja, biduanita kenamaan dalam 
lagunya yang berjudul 'It's All 'bout The Money' :

Its all about the money,
its all about the dum dum duh dee dum dum.
I dont think its funny.
To see us fade away.
Its all about the money,
its all about the dum dum duh dee dum dum.
and I think we got it all wrong anyway.

We find stranges ways,
of showing them how much we really care.
When in fact we dont seem to care at all.
This pretty world is gettin out of hand.
So tell me how we failed to understand.

Pro atau Kontra?
Sampaikan pendapat pro ataupun kontra Anda mengenai tulisan opini ini 
melalui blog penulis di alamat: http://dekonstruksi.blogspot.com

Keterangan Penulis:
Penulis adalah peneliti di ICT Watch, pengajar pada perguruan tinggi di 
Jakarta dan Redaktur Pelaksana Detikinet.com. Tulisan ini tidak 
menggambarkan sikap / pendapat tempat institusi penulis bekerja. Penulis 
dapat dihubungi melalui e-mail donnybu[at]ictwatch.com.(dbu) 


        
        
                
___________________________________________________________ 
Yahoo! Messenger - NEW crystal clear PC to PC calling worldwide with voicemail 
http://uk.messenger.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/4tWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--
--------------------------------------------------
Berhenti (Quit):  [EMAIL PROTECTED]
Arsip milis:  http://groups.yahoo.com/group/smun65
Arsip Files:  http://groups.yahoo.com/group/smun65/files
Website: http://smun65.blogspot.com
--------------------------------------------------
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/smun65/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke