Nice Leason...
Forwarded message ----------
From: indah istamarabdiza <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Jan 5, 2006 8:18 AM
Subject: [cosmo] Bertengkar Dengan Indah
To: [EMAIL PROTECTED]
Damainya dunia kalau kita bisa seperti ini ... :)
---
Buat Yang Udah Nikah, Mau Nikah, Punya Niat Untuk
Nikah
Sebarkan kepada orang2 yang kalian
kenal........mudah2an bermanfaat.
Bertengkar adalah phenomena yang sulit dihindari dalam
kehidupan
berumah tangga, kalau ada seseorang berkata: "Saya
tidak pernah bertengkar
dengan isteri saya !" Kemungkinannya dua, boleh jadi
dia belum beristeri,
atau
ia tengah berdusta. Yang jelas kita perlu menikmati
saat-saat
bertengkar itu, sebagaimana lebih menikmati lagi saat
saat tidak
bertengkar. Bertengkar itu sebenarnya sebuah keadaan
diskusi, hanya saja
dihantarkan dalam muatan emosi tingkat tinggi.
Kalau tahu etikanya, dalam bertengkarpun kita bisa
mereguk hikmah,
betapa tidak, justru dalam pertengkaran, setiap kata
yang terucap
mengandung muatan perasaan yang sangat dalam, yang
mencuat dengan
desakan energi yang tinggi, pesan pesannya terasa
kental, lebih mudah
dicerna
ketimbang basa basi tanpa emosi.
Tulisan ini murni non politik, jadi tolong jangan
tergesa-gesa membacanya.
Bacalah dengan sabar, lalu renungi dengan baik,
setelah itu...terapkan
dalam keseharian kita.......setuju friend's???
.....Suatu ketika seseorang berbincang dengan orang
yang akan menjadi teman
hidupnya,
dan salah satunya bertanya; apakah ia bersedia berbagi
masa depan dengannya,
dan jawabannya tepat seperti yang diharap.
Mereka mulai membicarakan : seperti apa suasana rumah
tangga ke depan.
Salah satu diantaranya adalah tentang apa yang harus
dilakukan kala
mereka bertengkar. Dari beberapa perbincangan hingga
waktu yang
mematangkannya, tibalah mereka pada sebuah Memorandum
of Understanding,
bahwa kalaupun harus bertengkar, maka :
1. Kalau bertengkar tidak boleh berjama'ah
Cukup seorang saja yang marah-marah, yang terlambat
mengirim sinyal
nada tinggi harus menunggu sampai yang satu reda.
Untuk urusan marah pantang
berjama'ah, seorangpun sudah cukup membuat rumah jadi
meriah. Ketika seorang
marah dan saya mau menyela, segera ia berkata "STOP"
ini giliran
saya ! Saya harus diam sambil istighfar. Sambil
menahan senyum saya
berkata dalam hati : "kamu makin cantik kalau
marah,makin energik ..."
Dan dengan diam itupun saya merasa telah beramal
sholeh, telah menjadi
jalan bagi tersalurkannya luapan perasaan hati yang
dikasihi... "duh
kekasih .. bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu
menjadi lega, maka
dipadang kelegaan perasaanmu itu aku menunggu ...."
Demikian juga kalau pas kena giliran saya "yang olah
raga otot
muka", saya menganggap bahwa distorsi hati, nanah dari
jiwa yang
tersinggung adalah sampah, ia harus segera dibuang
agar tak menebar
kuman, dan saya tidak berani marah sama siapa siapa
kecuali pada isteri saya
:)
Maka kini giliran dia yang harus bersedia jadi
keranjang sampah.
pokoknya khusus untuk marah, memang tidak harus
berjama'ah, sebab ada
sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan secara
berjama'ah selain marah :)
2. Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit
yang telah terlipat
masa (maksudnya masa lalu kita)
Siapapun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti
terpojok, sebab
masa silam adalah bagian dari sejarah dirinya yang
tidak bisa ia ubah.
Siapapun tidak akan suka dinilai dengan masa lalunya.
Sebab harapan
terbentang mulai hari ini hingga ke depan. Dalam
bertengkar pun kita perlu
menjaga
harapan dan bukan menghancurkannya. Sebab pertengkaran
di antara orang
yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah
foreplay, sedang pertengkaran
dua hati yang patah asa, menghancurkan peradaban cinta
yang telah
sedemikian mahal dibangunnya.
Kalau saya terlambat pulang dan ia marah,maka
kemarahan atas
keterlambatan itu sekeras apapun kecamannya, adalah
"ungkapan rindu
yang keras". Tapi bila itu dikaitkan dgn seluruh
keterlambatan saya, minggu
lalu,awal bulan kemarin dan dua bulan lalu, maka itu
membuat saya terpuruk
jatuh.>
Bila teh yang disajinya tidak manis (saya termasuk
penimbun gula),
sepedas apapun saya marah,maka itu adalah "harapan
ingin disayangi
lebih tinggi". Tapi kalau itu dihubungkan dgn
kesalahannya kemarin dan tiga
hari lewat,plus tuduhan "Sudah tidak suka lagi ya
dengan saya", maka saya
telah menjepitnya dengan hari yang telah pergi, saya
menguburnya di
masa lalu, ups saya telah membunuhnya, membunuh
cintanya.
Padahal kalau cintanya mati, saya juga yang susah ...
OK, marahlah tapi
untuk kesalahan semasa, saya tidak hidup di minggu
lalu, dan ia pun
milik hari ini .....
3. Kalau marah jangan bawa-bawa keluarga
Saya dengan isteri saya terikat baru beberapa masa,
tapi saya dengan
ibu dan bapak saya hampir berkali lipat lebih panjang
dari itu, demikian
juga ia dan kakak serta pamannya. Dan konsep Quran,
seseorang itu tidak
menanggung kesalahan fihak lain (QS.53:38-40).
Saya tidak akan terpantik marah bila cuma saya yang
dimarahi, tapi
kalau ibu saya diajak serta, jangan coba coba.
Begitupun dia, semenjak saya
menikahinya, saya telah belajar mengabaikan siapapun
di dunia ini
selain dia, karenanya mengapa harus bawa bawa barang
lain ke kancah "awal
cinta yang panas ini".
Kata ayah saya : "Teman seribu masih kurang, musuh
satu terlalu banyak".
Memarahi orang yang mencintai saya, lebih mudah dicari
ma'afnya dari
pada ngambek pada yang tidak mengenal hati dan diri
saya..". Dunia sudah
diambang pertempuran, tidak usyah ditambah tambah
dengan memusuhi
mertua!
4. Kalau marah jangan di depan anak-anak
Anak kita adalah buah cinta kasih, bukan buah
kemarahan dan kebencian.
Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita, karena itu,
mengapa mereka
harus menonton komedi liar rumah kita. Anak yang
melihat orang tua nya
bertengkar, bingung harus memihak siapa.
Membela ayah, bagaimana ibunya. Membela ibu, tapi itu
'kan bapak saya.
Ketika anak mendengar ayah ibunya bertengkar :
* Ibu : "Saya ini cape, saya bersihkan rumah,
saya masak, dan kamu
datang main suruh begitu, emang
saya ini babu ?!!!"
* Bapak : "Saya juga cape, kerja seharian, kamu minta
ini dan itu dan
aku harus mencari lebih banyak untuk
itu,
saya datang hormatmu tak ada, emang
saya ini kuda ????!!!!
* Anak : "...... Yaaa ...ibu saya babu, bapak saya
kuda .... terus saya
ini apa ?"
Kita harus berani berkata : "Hentikan pertengkaran !"
ketika anak datang,
lihat mata mereka, dalam binarannya ada rindu dan
kebersamaan.
Pada tawanya ada jejak kerjasama kita yang romantis,
haruskah ia
mendengar kata bahasa hati kita ???
5. Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat
Pada setiap tahiyyat kita berkata : "Assalaa-mu
'alaynaa wa
'alaa'ibaadilahissholiihiin" Ya Allah damai atas kami,
demikian juga
atas hamba hambamu yg sholeh ....
Nah andai setelah salam kita cemberut lagi, setelah
salam kita tatap
isteri kita dengan amarah, maka kita telah mendustai
Nya, padahal
nyawamu ditangan Nya.
OK, marahlah sepuasnya kala senja, tapi habis maghrib
harus terbukti
lho itu janji dengan Ilahi .... Marahlah habis shubuh,
tapi jangan lewat
waktu dzuhur, Atau
maghrib sebatas isya ... Atau habis isya
sebatas....??? Nnngg .. Ah
kayaknya kita sepakat kalau habis isya sebaiknya
memang tidak
bertengkar ... :)
6. Kalau kita saling mencinta, kita harus saling
mema'afkan
Tapi yang jelas memang begitu, selama ada cinta,
bertengkar hanyalah
"proses belajar untuk mencintai lebih intens" Ternyata
ada yang masih
setia dengan kita walau telah kita maki-maki.
Ini saja, semoga bermanfa'at,
"Dengan ucapan syahadat itu berarti kita menyatakan
diri untuk bersedia
dibatasi".
*Selamat tinggal kebebasan tak terbatas yang
dipongahkan manusia pintar tapi
bodoh*
[EMAIL PROTECTED]
__________________________________________
Yahoo! DSL – Something to write home about.
Just $16.99/mo. or less.
dsl.yahoo.com
Yahoo! Groups Links
--
--------------------------------------------------
Berhenti (Quit): [EMAIL PROTECTED]
Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/smun65
Arsip Files: http://groups.yahoo.com/group/smun65/files
Website: http://smun65.blogspot.com
--------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/smun65/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/