salam sobatkental bung Andi,
   
  nasehat yang bagus, 
  dari nasehat Anda, ada beberapa hal yang perlu tak tanyakan :
   
  1. dari beberapa acuan yang disebutkan, apakah semua acuan itu memiliki bobot 
      yang sama ? ataukah ada yg lebih penting dari acuan lainnya
      misal :
      (a) kemampuan menghafal.... mempunyai bobot lebih daripada 
      (b) sholat jamaah .....
   
  2. dari beberapa acuan yang disebutkan, apakah itu sudah urut sesuai 
prioritas ?
      misalnya kita harus mempertimbangkan (a) dulu baru mempertimbangkan (b)
   
  3. untuk poin (a). kemampuan menghafal.....
      ---apakah yang harus dihafal itu ayat alqur'an nya saja, ataukah 
         harus beserta terjemahnya ?
      ---trus apakah ada pembobotan (lagi) mengenai surat / juz yg dihafal
         misal : hafal juz 28 lebih baik daripada hafal juz 30 ? ato
                    hafal surat yaasin lebih baik dari surat lainnya ?
   
  itu aja dulu bung, 
  nanti kalo ada pertanyaan lagi, tak upload lagi
   
  terima kasih atas tanggapannya
   
  regards, 
     

Andi Lapa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          NASEHAT UNTUK SAUDARIKU

Sedikit nasehat yang ingin saya sampaikan untuk saudariku yang barang kali 
perlu acuan standart untuk memilih pasangan hidup. Satu hal yang pasti acuan 
ini terlalu sederhana tapi paling tidak bisa jadi pegangan sebelum di 
tambahklan dengan syarat syarat lain yang lebih sesuai dengan keadaan.Sebuah 
pernikahan adalah pintu gerbang menuju kehidupan baru yang sangat berbeda 
dengan kehidupan sebelumnya. Pernikahan adalah upaya mengikatkan diri pada 
ikatan yang berat namun indah. 
Mengikatkan diri dalam ikatan yang berat adalah keinginan semua orang , akan 
tetapi satu hal yang pasti bahwa ketika pilihan telah di jatuhkan maka efek 
dari pilihan itu adalah sangat besar atas hidup seseorang.
Karena itu pilihan kalau harus di jatuhkan harus memperhatikan dengan secermat 
mungkin kualitas orang yang akan kita serahi tanggung jawab untuk memimpin 
biduk rumah tangga. Paling tidak ada beberapa hal yang harus di perhatikan 
secara standart untuk memilih seseorang untuk menjadi amirul baith :

a. Kemampuan menghafal Alqur&#8217;an.

Seseorang yang bagus dalam hafalan Alqur&#8217;an insyaAllah dia punya Ahlak 
yang baik, semakin banyak hafalannya secara umum akan semakin baik, walaupun 
ini bukan jaminan. Paling tidak atau seminim minimnya hafal juz 30, namun 
sesungguhnya kalau hanya hafal juz 30 nilainya masih rendah sekali.

b. Aktifitas sholat jamaah di masjid.

Yang terpenting adalah sholat subuh, kalau seseorang kuat dalam dakwah, aktif 
dalam kegiatan, tapi ternyata jarang atau susah sholat subuh berjama&#8217;ah 
di masjid, maka sungguh akan susah baginya menghadapi medan dakwah yang semakin 
komplek, dan imannya masih perlu di pertanyakan.Bahkan rosulullah sangat keras 
peringatannya atas hal ini sampai akan membakar rumah orang orang yang tidak 
sholat shubuh di masjid, bahkan hamper hamper saja di masukan dalam golongan 
orang munafik.




Perdana mentri Israel yang jelas jelas memusuhi umat islam bahkan berpesan : 
selama orang islam yang sholat subuh di masjid belum sebanyak sholat 
jum&#8217;at maka mereka ( islam ) tidak akan pernah menang melawan kita.( 
Israel ) 




c. Suka menggendong anak kecil.

Seseorang yang suka menggendong anak kecil biasanya punya perasaan yang lembut 
dan penuh kasih sayang, ia akan menyayangi anak dengan baik, dan benar benar 
menjadi pengayom bagi anak anaknya. 

d. Suka memberi pada pengemis.

Indikator ini menggambarkan seseorang punya empati yang cukup besar ke 
masyarakat, hati dan perasaanya halus, punya rasa kepekaan social dan bis 
amemimpin rumah tangga dengan bijaksana, bukan otoriter. Sifat ini penting 
untuk menumbuhkan tingkat kepedulian suami kepada istri, kalau ke orang lain 
aja perhatiannya sudah besar apalagi ke istri tercinta.

e. pakaiannya selalu di setrika sendiri (masih bujangan ).

Orang yang selalu menyetrika seluruh pakaiannya saendiri menggambarkan ia tipe 
yang selalu ringan tangan dan akan selalu membantu pekerjaan rumah tangga, tapi 
kalau hanya menyetrika pakaian tertentu atau yang mau dipakai saja, maaf aja 
mungkin akan menyepelekan pekerjaan rumah tangga, dan kurang membantu istri 
dalam urusan rumah tangga.

f. Rutin baca Alquran.

Rutinitas baca Alquran tiap hari, rata rata ½ juz , itu standart minimal 
seseorang. Semakn banyak semakin baik. Yang terpenting adalah rutinnya, bukan 
banyaknya.
Kemampuan seseorang menjaga rutinitas menbaca Alquran menggambarkan tingkat 
istiqomah seseorang akan keyakinannya, dan setia serta terpercaya akan 
ucapannya.

g. tidak gampang minta tolong.

Inimenggambarkan tipe orang yang mandiri, dan punya keyakinan atas hidup yang 
dijalani.Orang tipe ini akan tahan banting, tahan atas setiap masalah yang akan 
di hadapi. Tidak cengeng menghadapi hidup, punya kekuatan tawakal yang cukup 
untuk selalu berserah diri pada Allah.

h. Menjaga Amanah.

Sekecil apapun amanah yang di berikan orang lain akan di jaga dengan baik, tak 
mau memakan risky orang lain yang tidak hak dan halal. Menjaga dari yang 
subhat. Ini bisa di lihat dengan di uji bila di suguhkan minuman atau makanan, 
bila belum di persilahkan ia tidak akan berani memakannya. Bila ini bisa, maka 
orang tersebut akan sangat berhati hati untuk memilih risky yang halal untuk 
keluarganya.


Mungkin beberapa hal kecil ini bisa di jadikan standart untuk memilih jodoh, 
semoga bermanfaat. 

---------------------------------
Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.

[Non-text portions of this message have been removed]



         


bila tabiat dan ucapannya tidak baik, meski hati sebaik apapun tidak dapat 
dikategorikan sebagai orang baik
 
---------------------------------
Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke