Memberi Apa Bisa yang Bisa Diberikan

                Tulisan ini bisa dikomentari dan dilihat di web:
                
http://www.myusuf.or.id/v20/enerlife/index.php?act=detail&p_id=334
                Dan dapatkan artikel-artikel enerlife lainnya di:
                http://www.myusuf.or.id/v20/enerlife


                Oleh: Glenn Van Ekeren

                Pada masa ketika tembok Berlin masih berdiri,
                ada beberapa orang Berlin Timur yang
                memutuskan untuk mengirim "bingkisan" kepada
                tetangga mereka di Berlin Barat. Mereka
                mengisi sebuah truk pengangkut tanah dengan
                barang-barang yang tidak diinginkan, seperti,
                sampah, puing-puing bangunan, dan banyak lagi
                barang yang menjijikkan yang dapat mereka
                temukan. Mereka dengan tenang membawa
                bingkisan itu melintasi perbatasan, mendapat
                izin untuk lewat, dan mengirimkan bingkisan
                tersebut dengan membuangnya di kawasan Berlin
                Barat.

                Tidak sulit untuk menduga bahwa orang Berlin
                Barat tersinggung karenanya dan berpikir
                untuk memberikan balasan yang setimpal. Orang
                langsung mulai menawarkan gagasan-gagasan
                mereka tentang cara membalas perbuatan tak
                terpuji itu.

                Tiba-tiba ada seorang bijak datang ke tengah
                mereka yang sedang mengumbar nafsu amarah. Ia
                menawarkan sesuatu yang benar-benar berbeda.
                Yang sangat mengherankan, orang menanggapi
                saran tersebut dengan senang hati dan mulai
                mengisi sebuah truk sampai penuh dengan
                barang-barang yang terhitung langka di
                kawasan Berlin Timur. Pakaian, makanan, obat-
                obatan, semua dinaikkan ke dalam truk.

                Mereka membawa truk bermuatan penuh itu
                melintasi perbatasan, kemudian dengan hati-
                hati membongkar dan menyusun barang-barang
                berharga itu di tanah, dan meninggalkan
                sebuah pesan yang berbunyi, "Setiap orang
                memberi sesuai dengan kemampunyannya untuk
                memberi."

                Kita dapat membayangkan bagaimana reaksi
                mereka yang melihat "bingkisan balasan" itu
                serta pesan yang tertulis bagi mereka.
                Perasaan mereka campur aduk. Terkejut. Malu.
                Kehilangan kepercayaan diri. Bahkan mungkin
                ada yang menyesal.

                Yang kita berikan kepada orang lain merupakan
                sebuah pesan yang jelas sekali mengenai siapa
                kita. Cara kita menanggapi perbuatan tidak
                ramah, perbuatan tidak adil, atau sikap tidak
                tahu terima kasih juga mencerminkan karakter
                kita yang sesungguhnya.

                Sumber:
                Glenn Van Ekeren, 12 Simple Secret of
                Happyness

   Terima kasih
   MYusuf.or.id
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
   Dan bukanlah harta atau anak-anakmu yang mendekatkan kamu kepada Kami;
   melainkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan,
   mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda
   atas apa yang telah mereka kerjakan;
   dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tingi (dalam surga).
   - [Saba': 37] -
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke