Impian Menjadi Mahasiswi
Tulisan ini bisa dikomentari dan dilihat di web:
http://www.myusuf.or.id/v20/enerlife/index.php?act=detail&p_id=341
Dan dapatkan artikel-artikel enerlife lainnya di:
http://www.myusuf.or.id/v20/enerlife
Hari pertama kuliah di kampus, profesor
memperkenalkan diri dan menantang kami untuk
berkenalan dengan seseorang yang belum kami
kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling
ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu
saya. Saya menengok dan mendapati seorang
wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang
dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum
yang cerah.
Ia menyapa, "Halo anak cakep. Namaku Rose.
Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu
memelukku ?" Saya tertawa dan dengan antusias
menyambutnya, "Tentu saja boleh !" Diapun
memberi saya pelukan yang sangat erat.
"Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang
masih muda dan tak berdosa seperti ini ?"
tanya saya berolok-olok.
Dengan bercanda dia menjawab, "Saya di sini
untuk menemukan suami yang kaya, menikah,
mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan
bepergian." "Ah yang serius ?" pinta saya.
Saya sangat ingin tahu apa yang telah
memotivasinya untuk mengambil tantangan ini
di usianya. "Saya selalu bermimpi untuk
mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya
sedang mengambilnya !" katanya.
Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju
kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas
chocolate milkshake. Kami segera akrab. Dalam
tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang
bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti.
Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi
pengalaman dan kebijaksanaannya. Setelah
setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus
dan dengan mudah dia berkawan dengan
siapapun. Dia suka berdandan dan segera
mendapatkan perhatian dari para mahasiswa
lain. Dia pandai sekali menghidupkan suasana.
Pada akhir semester, kami mengundang Rose
untuk berbicara di acara makan malam klub
sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa
apa yang diajarkannya kepada kami. Dia
diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia
mulai menyampaikan pidato yang telah
dipersiapkannya, tiga dari lima kartu
pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup
dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon.
Dengan ringan berkata, "Maafkan saya sangat
gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi
wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa
menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan
saya menyampaikan apa yang saya tahu."
Saat kami tertawa dia membersihkan
kerongkongannya dan mulai, "Kita tidak pernah
berhenti bermain karena kita tua; kita
menjadi tua karena kita berhenti bermain.
Hanya ada empat rahasia untuk tetap awet
muda, tetap bahagia, dan meraih sukses. Kamu
harus tertawa dan menemukan humor setiap
hari. Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu
kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada
banyak sekali orang yang berjalan di sekitar
kita yang mati namun tidak mengetahuinya !"
"Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan
menjadi dewasa. Bila kamu berumur sembilan
belas tahun dan berbaring di tempat tidur
selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-
apa, kamu tetap akan berubah menjadi dua
puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh
tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur
selama satu tahun, tidak melakukan apapun,
saya tetap akan menjadi delapan puluh
delapan. Setiap orang pasti menjadi tua. Itu
tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat.
Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari
kesempatan dalam perubahan. Jangan pernah
menyesal. Orang-orang tua seperti kami
biasanya tidak menyesali apa yang telah
diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang
tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut
mati adalah mereka yang hidup dengan
penyesalan."
Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi
"The Rose". Dia menantang setiap orang untuk
mempelajari liriknya dan menghidupkannya
dalam kehidupan sehari-hari.
Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah
diupayakannya sejak beberapa tahun lalu.
Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia
dengan damai. Lebih dari dua ribu mahasiswa
menghadiri upacara pemakamannya sebagai
penghormatan pada wanita luar biasa yang
mengajari kami dengan memberikan teladan
bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun
yang bisa kita lakukan.
Ingatlah, Menjadi Tua Adalah Keharusan,
Menjadi Dewasa Adalah Pilihan.
Terima kasih
MYusuf.or.id
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dan jika Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja),
tetapi Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki
dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.
Tetapi kamu pasti akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.
- [An Nahl: 93] -
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
[Non-text portions of this message have been removed]