Kekuatan atau Kelemahan

                Tulisan ini bisa dikomentari dan dilihat di web:
                
http://www.myusuf.or.id/v20/enerlife/index.php?act=detail&p_id=354
                Dan dapatkan artikel-artikel enerlife lainnya di:
                http://www.myusuf.or.id/v20/enerlife


                Terkadang kelemahan terbesar kita bisa
                menjadi kekuatan terbesar kita. Cerita ini
                tentang seorang anak berumur 10 tahun yang
                memutuskan untuk mempelajari judo, walaupun
                dia telah kehilangan tangan kirinya dalam
                sebuah kecelakaan mobil.

                Anak itu pun memulai latihannya dengan
                seorang guru master Judo. Dan selama berlatih
                dia menunjukkan kemajuan, akan tetapi setelah
                tiga bulan, pelatihnya hanya terus
                mengajarkannya satu jurus.

                "Guru," anak itu akhirnya berceloteh,
                "Bukankah aku seharusnya mempelajari jurus
                baru?"

                "Jurus ini hanya satu-satunya yang kau tahu,
                tapi jurus ini satu-satunya jurus yang kau
                butuhkan," jawab Gurunya.

                Tetap tidak mengerti, tetapi yakin kepada
                perkataan gurunya, anak itu pun terus
                berlatih.

                Beberapa bulan kemudian, sang Guru membawa
                anak itu ke pertandingan judo pertamanya.
                Kaget akan kemampuannya, anak itu dengan
                mudah memenangkan dua pertandingan
                penyisihan. Pertandingan ketiga ternyata
                lebih sulit, tetapi setelah beberapa waktu,
                lawan anak itu menjadi tidak sabar dan
                menyerangnya; sudah pasti anak itu hanya
                menggunakan satu-satunya jurus yang
                diketahuinya dan menang. Masih terkejut pada
                keberhasilannya, kemudian anak itu masuk
                babak final.

                Kali ini, lawannya lebih besar, lebih kuat
                dan pengalaman. Sepintas lalu, anak itu
                tampaknya kalah jauh. Khawatir akan
                keselamatan anak itu, wasit menetapkan waktu
                rehat. Si wasit hampir saja menghentikan
                pertandingan ketika Guru anak itu
                menghentikannya.

                "Tidak," Si Guru bersikeras, "Biarkan dia
                melanjutkan pertandingan."

                Beberapa saat setelah pertandingan
                dilanjutkan kembali, lawannya melakukan
                kesalahan fatal; dia tidak memasang kuda-
                kuda. Seketika, anak itu menggunakan
                'Jurusnya' untuk mengunci lawannya. Akhirnya,
                anak itu memenangkan pertandingan dan
                turnamen. Dia menjadi juara.

                Dalam perjalanan pulang, Guru dan murid
                mengulas setiap jurus dalam tiap
                pertandingan. Kemudian anak itu memberanikan
                diri untuk bertanya satu hal yang sedang
                dipikirkannya.

                "Guru, bagaimana saya bisa memenangkan
                turnamen itu dengan hanya satu jurus?"

                "Kau menang dengan dua alasan," sang Guru
                menjawab. "Pertama, kau hampir menguasai
                jurus bantingan yang paling sulit dalam judo.
                Dan kedua, satu-satunya cara untuk melawan
                jurus itu adalah lawanmu harus menangkap
                lengan kirimu."

                Kelemahan terbesar anak itu telah menjadi
                Kekuatan terbesarnya.

                Diterjemahkan oleh: David Hamzah Damian
                dari "Bits & Pieces, August 15, 1996,
                Economic Press Inc"



   Terima kasih
   MYusuf.or.id
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
   Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri 
yang dahulunya aman lagi tenteram,
   rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat,
   tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah,
   karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan,
   disebabkan apa yang mereka perbuat.
   - [An Nahl: 112] -
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke