Artikel Enerlife:
                Siapakah Emaknya

                Selesai berlibur dari kampung, saya harus
                kembali ke kota. Mengingat jalan tol yang
                juga padat, saya menyusuri jalan lama. Terasa
                mengantuk, saya singgah sebentar di sebuah
                restoran. Begitu memesan makanan, seorang
                anak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun
                muncul di depan.

                "Abang mau beli kue?" Katanya sambil
                tersenyum. Tangannya segera menyelak daun
                pisang yang menjadi penutup bakul kue
                jajanannya. "Tidak Dik, Abang sudah pesan
                makanan," jawab saya ringkas. Dia berlalu.

                Begitu pesanan tiba, saya langsung
                menikmatinya. Lebih kurang 20 menit kemudian
                saya melihat anak tadi menghampiri pelanggan
                lain, sepasang suami istri sepertinya. Mereka
                juga menolak, dia berlalu begitu saja.

                "Abang sudah makan, tak mau beli kue saya?"
                tanyanya tenang ketika menghampiri meja saya.

                "Abang baru selesai makan Dik, masih kenyang
                nih," kata saya sambil menepuk-nepuk perut.
                Dia pergi, tapi cuma di sekitar restoran.
                Sampai di situ dia meletakkan bakulnya yang
                masih penuh. Setiap yang lalu dia tanya, "Tak
                mau beli kue saya Bang, Pak... Kakak atau
                Ibu." Molek budi bahasanya.

                Pemilik restoran itupun tak melarang dia
                keluar masuk restorannya menemui pelanggan.
                Sambil memperhatikan, terbersit rasa kagum
                dan kasihan di hati saya melihat betapa
                gigihnya dia berusaha. Tidak nampak keluh
                kesah atau tanda-tanda putus asa dalam
                dirinya, sekalipun orang yang ditemuinya
                enggan membeli kuenya.
                ~~~

                Bila anda ingin tahu kelanjutan ceritanya,
                anda bisa membacanya di :
                
http://www.myusuf.or.id/v20/enerlife/index.php?act=detail&p_id=420

                Dan anda masih bisa membaca artikel-artikel
                enerlife lainnya di:
                http://www.myusuf.or.id/v20/enerlife


   Terima kasih
   MYusuf.or.id
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
   Perbendaharaan dunia seluruhnya tidak bisa menyamai
   seorang istri yang mulia, terdidik akhlak dan agamanya dan terpelajar.
   - [Ulama] -
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke