***Senyampang belum lama memperingati hari kartini,
kita ikuti sebuah kisah cinta sejati dari ibu Inggit Soekarno.
Beliau adalah istri pertama dari presiden pertama kita.

=============
Artikel Enerlife:
Cinta Sejati Inggit Soekarno


Orang yang mengerti dan setuju poligami tidak berpoligami. Orang
yang tidak mengerti dan tidak setuju poligami justru berpoligami.
Contohnya Soekarno dan Agus Salim. Mereka berpolemik panjang
lebar soal poligami. Soekarno tidak setuju karena dianggapnya
poligami adalah perendahan harkat dan martabat kaum perempuan.
Sebaliknya Agus Salim setuju karena pengertian beliau yang
mendalam tentang agama.

Beberapa tahun kemudian mereka bertemu. Soekarno istrinya
banyak, sementara Agus Salim tetap beristri satu. Akhirnya segala
sesuatu dikembalikan kepada niatnya.

Kata Huttaqi, yang luar biasa adalah istri pertama Soekarno, bu
Inggit. Apabila Soekarno diibaratkan api, maka bu Inggit adalah kayu
bakarnya. Inggit menghapus keringat ketika Soekarno kelelahan.
Inggit menghibur ketika Soekarno kesepian. Inggit menjahitkan
ketika kancing baju Soekarno lepas. Inggit hadir ketika Soekarno
muda membutuhkan kehangatan perempuan baik sebagai ibu
maupun teman.

Inggit bagi Soekarno laksana Khadijah bagi Nabi Muhammad.
Bedanya Nabi Muhammad setia hingga Khadijah meninggal
sedangkan Soekarno tidak. Dia kawin lagi, melangkah ke gerbang
istana dan Inggit pulang ke Bandung, menenun sepi.

Dalam kamus hidupnya bu Inggit hanya ada kata memberi. Tidak ada
kata meminta. Bu Inggit menjual bedak, meramu jamu dan menjahit
kutang untuk nafkah keluarga. Sementara Soekarno seperti singa
yang mengaum dari satu podium ke podium berikutnya. Pikirannya
tercurah untuk untuk pergerakan. Inggit yang setia mencari uang.
Inggit mencinta karena cinta, tanpa pamrih tanpa motivasi.

Suatu malam di jalan Jaksa, kedua pasang mata bertemu. Soekarno
berkata, "Aku cinta padamu". Inggit tersipu menunduk dalam-dalam
sambil mempermainkan ujung kebaya. Itulah cinta yang dibawakan
Inggit dengan mesra, tanpa suara tanpa kata-kata, tanpa bahasa.

  ~~~
Bagaimana nasib Inggit setelah Soekarno berpoligami ?  Jawabannya
ada di:
http://m.yusuf.web.id/v20/enerlife/index.php?act=detail&p_id=488

Dan anda masih bisa membaca artikel-artikel enerlife lainnya di:
http://m.yusuf.web.id/v20/enerlife







   Terima kasih
   M.Yusuf.web.id
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
   Ulama besar Sufyan ats-Tsauri berkata,
   "Ilmu dinilai bermanfaat bila disertai amal.
   Manusia yang paling bodoh ialah
   yang membiarkan dirinya bodoh tanpa mau berusaha meningkatkan ilmunya.
   Manusia paling pandai ialah yang mengandalkan diri pada ilmunya.
   Dan manusia yang paling utama ialah yang bertakwa."
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke