Artikel Enerlife:
Tak Perlu Mengkarbit Anak Sesuai Keinginan Kita

Oleh Dewi Utama Faizah*)

Inilah fenomena yang sedang terjadi. Inilah awal lahirnya era anak-
anak karbitan! Lihatlah nanti.. ketika anak-anak karbitan itu menjadi
dewasa, maka mereka menjadi orang dewasa yang kekanak-
kanakan.



Anak-anak yang digegas
Menjadi cepat mekar
Cepat matang
Cepat layu...

Pendidikan bagi anak usia dini sekarang tengah marak-maraknya.
Dimana mana orang tua merasakan pentingnya mendidik anak
melalui lembaga persekolahan yang ada. Mereka pun berlomba
untuk memberikan anak-anak mereka pelayanan pendidikan yang
baik. Taman kanak-kanak pun berdiri dengan berbagai rupa, di kota
hingga ke desa.

Kursus-kursus kilat untuk anak-anak pun juga bertaburan di berbagai
tempat. Tawaran berbagai macam bentuk pendidikan ini amat
beragam. Mulai dari yang puluhan ribu hingga jutaan rupiah per
bulannya. Dari kursus yang dapat membuat otak anak cerdas dan
pintar berhitung, cakap berbagai bahasa, hingga fisik kuat dan sehat
melalui kegiatan menari, main musik dan berenang.

Dunia pendidikan saat ini betul-betul penuh dengan denyut
kegairahan. Penuh tawaran yang menggiurkan yang terkadang
menguras isi kantung orangtua..

Captive Market

Kondisi diatas terlihat biasa saja bagi orang awam. Namun apabila
kita amati lebih cermat, dan kita baca berbagai informasi di internet
dan literatur yang ada tentang bagaimana pendidikan yang patut
bagi anak usia dini, maka kita akan terkejut! Saat ini hampir
sebagian besar penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak usia dini
melakukan kesalahan. Di samping ketidakpatutan yang dilakukan
oleh orang tua akibat ketidaktahuannya!

Anak-Anak Yang Digegas...

Ada beberapa indikator untuk melihat berbagai ketidakpatutan
terhadap anak. Di antaranya yang paling menonjol adalah orientasi
pada kemampuan intelektual secara dini. Akibatnya bermunculanlah
anak-anak ajaib dengan kepintaran intelektual luar biasa. Mereka
dicoba untuk menjalani akselerasi dalam pendidikannya dengan
memperoleh pengayaan kecakapan-kecakapan akademik dl dalam
dan di luar sekolah.

Kasus yang pernah dimuat tentang kisah seorang anak pintar
karbitan ini terjadi pada tahun 1930, seperti yang dimuat majalah
New Yorker. Terjadi pada seorang anak yang bernama William
James Sidis, putra seorang psikiater. Kecerdasan otaknya membuat
anak itu segera masuk Harvard College walaupun usianya masih 11
tahun. Kecerdasannya di bidang matematika begitu mengesankan
banyak orang. Prestasinya sebagai anak jenius menghiasi berbagai
media masa.

Namun apa yang terjadi kemudian? James Thurber seorang
wartawan terkemuka pada suatu hari menemukan seorang
pemulung mobil tua, yang tak lain adalah William James Sidis. Si
anak ajaib yang begitu dibanggakan dan membuat orang banyak
berdecak kagum pada beberapa waktu silam.

Kisah lain tentang kehebatan kognitif yang diberdayakan juga terjadi
pada seorang anak perempuan bernama Edith. Terjadi pada tahun
1952, dimana seorang ibu yang bernama Aaron Stern telah berhasil
melakukan eksperimen menyiapkan lingkungan yang sangat
menstimulasi perkembangan kognitif anaknya sejak si anak masih
berupa janin. Baru saja bayi itu lahir ibunya telah memperdengarkan
suara musik klasik di telinga sang bayi. Kemudian diajak berbicara
dengan menggunakan bahasa orang dewasa. Setiap saat sang bayi
dikenalkan kartu-kartu bergambar dan kosa kata baru.

Hasilnya sungguh mencengangkan! Di usia 1 tahun Edith telah dapat
berbicara dengan kalimat sempurna. Di usia 5 tahun Edith telah
menyelesaikan membaca ensiklopedi Britannica. Usia 6 tahun ia
membaca enam buah buku dan Koran New York Times setiap
harinya. Usia 12 tahun dia masuk universitas. Ketika usianya
menginjak 15 lahun la menjadi guru matematika di Michigan State
University. Aaron Stem berhasil menjadikan Edith anak jenius karena
terkait dengan kapasitas otak yang sangat tak berhingga.

Namun khabar Edith selanjutnya juga tidak terdengar lagi ketika ia
dewasa. Banyak kesuksesan yang diraih anak saat ia menjadi anak,
tidak menjadi sesuatu yang bermakna dalam kehidupan anak ketika
ia menjadi manusia dewasa.

Berbeda dengan banyak kasus legendaris orang-orang terkenal yang
berhasil mengguncang dunia dengan penemuannya. Di saat mereka
kecil mereka hanyalah anak-anak biasa yang terkadang juga dilabeli
sebagai murid yang dungu. Seperti halnya Einsten yang mengalami
kesulitan belajar hingga kelas 3 SD. Dia dicap sebagai anak bebal
yang suka melamun.



~~~

Artikel ini sangat panjang, he.. he.. Bila masih berminat dan apakah
kita termasuk orang tua yang ideal dapat meneruskan membacanya di:
http://m.yusuf.web.id/v20/enerlife/index.php?act=detail&p_id=520

Dan anda masih bisa membaca artikel-artikel enerlife lainnya di:
http://m.yusuf.web.id/v20/enerlife



   Terima kasih
   M.Yusuf.web.id
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
   Hendaklah kita memiliki sifat-sifat yang baik
   dan jangan hanya pandai menyifati (memaparkan) kebaikan-kebaikan,
   sebab orang-orang kafir pun bisa mengungkapkan kata-kata hikmah (mutiara).
   - [Ulama] -
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke