Artikel Enerlife: Menunda Berarti Menguburkan Kesempatan Anda!
Penundaan Adalah Kuburan Di Mana Kesempatan Dimakamkan. Prokrastinasi (procrastination) adalah penundaan atau menunda- nunda. Apa yang ditunda biasanya adalah waktu 'memulai' dan 'menyelesaikan'. Berapa banyak hal yang sering kita tunda setiap hari? Apapun alasannya, menunda selagi bisa dilakukan sekarang, adalah menghambur-hamburkan peluang. Alasan Adanya Sikap Menunda 1. Kesalahan persepsi tentang hidup. Sebagai manusia kita tidak hanya menciptakan kata. Sebaliknya, kata-kata juga membentuk persepsi kita. Ambil contoh kata 'bekerja'. Kata ini punya konotasi negatif. Kita seringkali tidak melihatnya sebagai berkah, melainkan sebagai beban atau hukuman. Bekerja menjadi tidak nyaman dan tidak menyenangkan. Karena itu, ia cenderung dihindari. Itu sebabnya, kita menjadi malas. Kita sering mengatakan 'mau berangkat kerja'. Bisakah anda membayangkan kata itu diucapkan oleh Picasso, Mozart, Samson, Radja atau Ungu? Bisakah anda membayangkan bahwa Dian Sastro mengatakan 'saya mau berangkat kerja'? Sebagai seniman, mereka jelas lebih memilih kalimat 'saya mau berkarya'. Apa sebabnya? Sebab mereka tidak merasa bekerja, melainkan merasa melakukan sesuatu yang disenangi atau dicintainya. Mereka merasa sedang menghasilkan karya besar. Apa artinya? Artinya, bekerja adalah media bagi mereka untuk menghasilkan berbagai masterpiece. Dengan memahami bagaimana para seniman menikmati proses berkarya itu, kita bisa mencintai apa yang kita kerjakan. 2. Merasa kewalahan. Kita sering merasa terlalu banyak tugas yang harus dikerjakan. Dalam hal ini, kita perlu mengingat bahwa sebuah perjalanan 1.000 kilometer, selalu dimulai dengan langkah pertama. Artinya, kita harus punya keberanian untuk memulai. Sebesar apapun impian anda, jika anda memecahnya menjadi berbagai paket kecil, maka anda akan tetap bisa mencapainya, satu per satu. 3. Takut gagal. Takut gagal juga bisa menciptakan penundaan. Misalnya seseorang yang bermimpi bisa menulis buku. Selama dirinya merencanakan untuk menulisnya 'pada suatu hari kelak', maka ia masih mungkin mencapainya. Jika ternyata ia berhasil memulainya dan kemudian bisa menyelesaikannya, tapi ternyata tidak ada yang membeli bukunya? Wah.. akan ada kegagalan. Benarkah akan ada kegagalan? Bagaimana bisa ia gagal jika ia terus belajar dari berbagai kesalahan? Jangan biarkan ketakutan menghentikan anda. David J. Schwartz mengatakan, "Untuk menghadapi ketakutan, bertindaklah. Untuk semakin takut - tunggulah, berhentilah, tundalah." 4. Sifat alamiah manusia. Secara alamiah, kita sebagai manusia ingin menghindari sakit dan meraih kesenangan. Jika anda melihat bekerja sebagai menyakitkan dan menonton TV sebagai kesenangan, maka anda cenderung menunda kerja dan memilih menonton TV. Jika anda seperti ini, maka anda termasuk 'kaum sufi', alias kaum yang suka tifi. ~~~ Apa sebab adanya sikap menunda itu ? Dan bagaimana cara mengatasinya, dapat dibaca secara lengkap di sini: http://m.yusuf.web.id/v20/enerlife/index.php?act=detail&p_id=547 Dan anda masih bisa membaca artikel-artikel enerlife lainnya di: http://m.yusuf.web.id/v20/enerlife Terima kasih M.Yusuf.web.id --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Hindarilah makan kekenyangan karena kekenyangan menyebabkan malas shalat, merusak pencernaan dan penyebab bermacam-macam penyakit. - [Ulama] - --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- [Non-text portions of this message have been removed]
