Enerlife:
Dua Kantong Bekal Kehidupan

Setiap saat selalu ada karunia-Nya. Minimal oksigen yang gratis,
kesehatan yang prima. Lalu kenapa kita harus mengeluh atas
kesusahan dan kesedihan di dunia bila sebenarnya rahmatNya lebih
banyak?

Oleh: Mochamad Yusuf*


Setelah lama berguru sang murid dinyatakan lulus. Dia mendapat
tugas dari sang guru menyiarkan kebenaran di suatu daerah yang
jauh. Daerah yang sulit. Perkampungan yang dikelilingi pegunungan
kapur yang tandus. Penduduk yang belum berbudaya dan dihinggapi
banyak kemaksiatan. Suatu tugas yang berat.

"Guru, kenapa aku ditugaskan di daerah itu?" tanya sang murid,
"Kenapa aku tak diijinkan mengabdi padamu di sini saja?" Sang guru
memperhatikan keluhan ini dengan seksama. Masih diam dia
mengeluarkan 2 kantong yang cukup besar.

"Muridku, bawalah 2 kantong ini. Berjanjilah menjaganya," katanya
sambil memberikan sebuah kantong hitam dan putih. Sang guru
berkata, "Setiap kamu mengalami kebahagiaan atau kesenangan
tuliskan di secarik kertas. Dan masukkan di kantong putih."
Lanjutnya, "Bila kamu mengalami kesusahan, penderitaan dan
kemarahan tuliskan di secarik ketas dan masukkan di kantong
hitam."

Meski heran sang murid menerimanya dan berjanji melakukannya.
Berangkatlah dia ke daerah itu. Selama mengemban tugas dari sang
guru kadang mengalami kebahagiaan juga kesedihan. Setiap kali
mengalami kesedihan, ia tulis dan memasukkan ke kantong hitam.
Sebaliknya ketika mendapat kebahagiaan dia tulis dan
memasukkannya ke kantong putih.

Tapi anehnya semakin hari kantong putih semakin bertambah berat.
Sedangkan kantong berwarna hitam tetap saja ringan seperti
semula. Dia tak mempedulikan itu semua. Dia bekerja sebaik-
baiknya menjalankan tugas yang dititahkan oleh sang guru.

Kadang saat mengalami kesedihan, penderitaan dan keputus-asaan,
dia menoleh ke kantong-kantongnya. Dia melihat kantong putih yang
lebih besar daripada kantong hitam, "Ah, antara kebahagiaan yang
aku rasakan lebih banyak daripada kesedihan yang ditimbulkan oleh
tugas ini. Jadi mengapa aku harus berputus asa menjalankan tugas
ini?" katanya.

Sehingga timbul semangat lagi untuk bekerja. Akhirnya daerah itu
berhasil menjadi daerah yang makmur dan berbudaya yang dekat
dengan nilai-nilai kebenaran. Saat berbahagia merasakan suksesnya
tugas yang diemban, dia dipanggil pulang sang guru.

Sepulang ke tempat sang guru, dia menanyakan keheranannya atas
keadaan 2 kantongnya. Sang guru mengambil 2 kantong yang sama,
dan menyuruh membukanya. Dengan penasaran, ia membuka
kantong hitam. Kini ia tahu jawabannya. Ada lubang di bawah
kantong berwarna hitam itu. Sehingga semua kesedihan, penderitaan
dan kemarahan yang ia masukkan ke sana selalu jatuh keluar.
Sedangkan di kantong putih tidak ada.

"Guru, kenapa kamu melakukan itu?" tanya sang murid. Dengan
tenang guru menjawab, "Kantong putih kuberikan agar kau
senantiasa menghitung rahmat Tuhan yang diberikan padamu.
Sedangkan kotak hitam kuberikan agar kau melupakan
penderitaanmu."

Lanjut sang guru, "Rahmat dan karunia-Nya lebih besar daripada
kesusahan yang timbul. Kenapa kau hitung penderitaan padahal
rahmatNya lebih banyak? Ingatlah semua kebahagiaanmu agar kau
senantiasa bersyukur. Kesedihan, penderitaan dan kemarahanmu
taklah sebanding dengan kebahagiaan, kesenangan dan karunia-
Nya."

~~~
Setiap saat, setiap kita hirup udara, selalu ada karunia-Nya. Minimal
oksigen yang gratis, kesehatan yang prima. Lalu kenapa kita harus
mengeluh atas kesusahan dan kesedihan di dunia bila sebenarnya
rahmatNya lebih banyak? (TSA 30/4/09 subuh)

~~~
Artikel menarik lainnya dapat dibaca di http://m.yusuf.web.id/v20
/enerlife.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah konsultan TI, pembicara publik, host radio,
pengajar sekaligus developer website & software SAM Design yang aktif
menulis. Beliau tinggal di pinggiran Surabaya. Anda dapat
mengunjunginya di: http://m.yusuf.web.id.



   Terima kasih
   M.Yusuf.web.id
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
   Faedah yang pasti dari suatu perkawinan ialah
   anda akan sembuh dari penyakit menyendiri.
   - [Arif bijak] -
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke