***Dear all,

Empat bulan saya vakum mengirim artikel motivasi enerlife.
Bukannya saya tak menulis. Saya masih tetap menulis.
(Bahkan saya sudah meluncurkan buku!).

Namun saya hanya sempat upload ke website atau Facebook.
Tak sempat mengirimnya via email.
Karena itu, bila anda semua tetap ingin selalu mengikuti tulisan enerlife saya,
silakan baca di http://www.facebook.com/mcd.yusuf.
Saya tunggu...

~~~
Enerlife:
Baju-baju Yang Menipu

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng
suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta
api di Boston. Mereka berjalan dengan malu-malu menuju kantor
pimpinan Harvard University. Mereka meminta janji

Sang sekretaris universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka
adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di
Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

"Kami ingin bertemu pimpinan Harvard", kata sang pria lembut.
"Beliau hari ini sibuk," sahut sang sekretaris cepat.
"Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan
bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi.
Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya
memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.

"Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit,
mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk.
Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan
ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan
pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul.

Sang pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan
tersebut.

Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang
kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan
bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena
kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu
tempat di kampus ini. Bolehkah?" tanyanya, dengan mata yang
menjeritkan harap.

Sang pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan
memerah. Dia tampak terkejut. "Nyonya," katanya dengan kasar,
"Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk
Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah
akan seperti kuburan."

"Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak
ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah
gedung untuk Harvard."

Sang pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas
pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan
berteriak, "Sebuah  gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga
sebuah gedung ?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk
bangunan fisik Harvard."

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard
senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang
wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya
sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak
kita buat sendiri saja?" Suaminya mengangguk. Wajah sang
pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan
perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan
sebuah universitas yang menyandang nama mereka, sebuah
peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi dipedulikan oleh
Harvard. Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu
universitas favorit kelas atas di AS.

Kita, seperti pimpinan Hardvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai.
Padahal, baju hanya bungkus. Apa yang disembunyikannya, kadang
sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abaikan. Karena baju-
baju, acap menipu.

~~~
Dapatkan cerita motivasi menarik lainnya di
http://www.enerlife.web.id atau http://www.facebook.com/mcd.yusuf.



   Terima kasih
   M.Yusuf.web.id
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
   Banyak orang yang berkendaraan untuk kepentingan orang yang duduk
   dan banyak pula orang yang menanam untuk kepentingan orang yang mengetam.
   - [Pepatah] -
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke