Yang terhormat Anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan Akademi Jakarta (AJ).
Surat ini, disamping untuk DKJ, juga untuk AJ. Karena saya kira, ada hubungan fungsional DKJ dan AJ. Dalam kaitan dengan "polemik sastra pornografi" khususnya antara Taufiq Ismail dan saya, saya melihat Taufiq Ismail telah: 1) membuat stigma terhadap salah satu bagian sastra Indonesia, yakni sastra seks, tanpa ada upaya membuat telaah pada karya yang dimaksud. 2) tidak memberikan pencerahan, karena caranya menggunakan perumpamaan dan menilai orang cenderung menghina, serta menutup pemikiran. 3) stigma seperti itu akan mengkerangkeng kebebasan kreatif. Dalam kaitan dengan itu, saya bertanya dimanakah letak dan fungsinya DKJ dan AJ? Apakah DKJ dan AJ akan membiarkan saja wacana seperti itu berkembang? Apakah kedua institusi budaya ini tidak relevan mengurusi polemik "anggota budaya"nya? Saya sungguh-sungguh ingin tahu, apakah fungsi kedua institusi budaya ini? Apa kaitan nyatanya dengan kehidupan seni di indonesia, khususnya kehidupan sastra? Saya sangat percaya baik DKJ dan AJ benar-benar mengikuti semua denyut budaya yang ada, termasuk polemik "sastra pornografi" itu. Karena alasan seperti ini, saya tidak menyertakan bahan-bahannya. Karena bahan-bahannya sudah ada semua di media massa, termasuk media internet. Demikian saya meminta jawaban, akan letak dan fungsi DKJ dan AJ dalam kehidupan budaya di Indonesia. Salam hormat, (hudan hidayat) e-mail: [EMAIL PROTECTED] mobile: 0815-86274577 blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
