Orang Gila di Atas Panggung
Oleh: Roy Thaniago





"Kalau mereka sembuh,
kita jadi kehilangan hak untuk disebut waras!”, bela N. Riantiarno ketika
dihujani pertanyaan oleh lawan bicaranya, Cornelia Agatha. Dalam dialog
tersebut, Nano memerankan Dr. Hopman, sedangkan Dr. Dasilva adalah peran milik
Cornelia.


 


MEREKA berdua bersitegang, adu argumen, mengenai keyakinan
mereka masing-masing terhadap masalah kejiwaan pasien-pasien sebuah lembaga 
syaraf.
Dr. Dasilva yang cantik adalah seorang psikiater baru yang datang untuk
membantu Dr. Hopman dalam menangani pasien-pasien jiwa yang tak kunjung waras.
Tapi sialnya, ternyata paham kedua ahli kejiwaan tersebut bertolakbelakang. Dan
inilah salah satu yang menjadi bumbu cerita untuk menghadirkan konflik.


 


Dalam adegan ‘Kenapa
Leonardo?’  yang memuat lakon-lakon
kemanusiaan dalam wajah yang lain, narasi singkat di atas ditontonkan begitu
alot oleh Teater Koma. Waktu 2 minggu, 11-25 Januari 2008, dipakai dengan amat
kompleks oleh para penggiat Teater Koma untuk membangunkan sebuah teks mati,
menjadi sebuah miniatur kehidupan yang bernyawa untuk diproyeksikan di atas
panggung Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.


...lebih jauh di Saung Kata



      
________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

Kirim email ke